Home Sepakbola Champions League Gimana Nonton Final MLS 2025: Messi Miami vs. Müller Vancouver?
Champions League

Gimana Nonton Final MLS 2025: Messi Miami vs. Müller Vancouver?

Share
Gimana Nonton Final MLS 2025: Messi Miami vs. Müller Vancouver?
Share

Final MLS Cup 2025: Inter Miami vs. Vancouver Whitecaps, Duel Kontras Menuju Sejarah

Final MLS Cup 2025 mempertemukan dua tim dengan karakter yang sangat berbeda, Inter Miami dan Vancouver Whitecaps, dalam perebutan gelar juara yang sarat makna. Pertandingan puncak ini menjanjikan akhir yang menarik bagi musim kompetisi.

Inter Miami, yang identik dengan warna pink flamingo dan suasana cerah South Beach, memiliki daftar gaji pemain tertinggi di liga. Sementara itu, Vancouver Whitecaps, dengan balutan putih dan biru yang kalem, berada di urutan ke-17 dalam pengeluaran gaji pemain, bahkan di tengah risiko relokasi klub. Miami yang produktif mencetak gol berhasil mendominasi tiga pertandingan playoff terakhir mereka dengan agregat 13-1, sedangkan Vancouver yang kokoh di lini belakang lolos dari babak-babak sebelumnya melalui dua adu penalti berturut-turut.

Legenda sepak bola Lionel Messi memimpin timnya, The Herons, sebagai favorit juara. Di sisi lain, bintang muda Brian White dan pemimpin veteran Thomas Müller akan berusaha keras untuk menutup perjalanan spektakuler Whitecaps dengan trofi. Kedua klub sama-sama berjuang untuk meraih gelar juara MLS Cup pertama dalam sejarah mereka.

Jadwal dan Informasi Pertandingan

  • Lokasi: Chase Stadium — Fort Lauderdale, Florida.
  • Waktu: Minggu, 1:30 WIB (Minggu dini hari).
  • Tayang di: Apple TV (Melalui MLS Season Pass)

Sorotan Perjalanan Menuju Final

Lionel Messi semakin panas menjelang akhir musim MLS. Pemain berusia 38 tahun ini masih menunjukkan magisnya di lapangan, dengan selalu mencetak gol atau memberikan assist dalam kelima penampilannya di babak playoff. Ia mencetak lima gol dalam seri tiga pertandingan melawan Nashville SC, dan memberikan empat assist lagi di semifinal serta final Eastern Conference.

Kekuatan serangan Miami tidak hanya bergantung pada Messi. Rekan setimnya sesama penyerang asal Argentina, Tadeo Allende, mencetak hat trick penting di babak sebelumnya saat Miami melibas New York City FC. Jordi Alba dan Sergio Busquets, dua mantan rekan setim Messi di FC Barcelona, masing-masing menyumbang satu assist dalam pertandingan tersebut. Kedua veteran ini dijadwalkan akan pensiun pada akhir tahun.

Baca juga:  Manchester United: Pertahanan Sementara Raih Kemenangan Besar di Liga Champions!

Di sisi lain, Vancouver yang di luar dugaan berhasil melaju ke final memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Kiper mereka, Yohei Takaoka, telah membuktikan ketangguhannya di bawah tekanan tinggi playoff dengan dua kemenangan adu penalti. Whitecaps menempati peringkat kedua di MLS dalam hal kebobolan gol, namun mereka juga memiliki serangan yang terkoordinasi dengan baik. Brian White mencetak dua gol melawan San Diego FC untuk mengamankan gelar juara Western Conference pekan lalu.

Thomas Müller, yang bergabung dengan Whitecaps setelah 17 tahun berkarier bersama Bayern Munich, masih menunjukkan energi yang luar biasa di lapangan. Selain itu, pada bulan April lalu, tim Vancouver ini pernah mengalahkan Miami dua kali dengan agregat 5-1 di ajang Concacaf Champions Cup, sebuah hasil yang tentu menjadi motivasi tambahan.

Musim ini adalah kampanye terbaik Whitecaps dalam 15 musim mereka di MLS. Waralaba ini belum pernah melaju ke perempat final sejak 2017. Sementara itu, Miami telah mengejar momen ini sejak Messi menandatangani kontraknya di MLS.

Konteks dan Perspektif Final

Di kalangan pelaku liga, ada pandangan yang menarik mengenai Inter Miami. Seorang petinggi klub terkemuka di MLS menyebutkan bahwa banyak pihak yang sebenarnya tidak mendukung Miami, namun semua mengakui bahwa keberhasilan mereka baik untuk liga secara keseluruhan. Inter Miami memang menghabiskan lebih banyak gaji pemain dibanding tim lain di MLS, dengan tiga dari tujuh pemain bergaji tertinggi di liga, yang dipimpin oleh Messi. Kompensasi terjamin Messi pada tahun 2025 mencapai lebih dari 20 juta dolar AS, jumlah yang lebih besar dari total gaji 20 tim MLS lainnya.

Inter Miami dianggap sebagai favorit kuat melawan Vancouver. Mereka juga dikenal sebagai klub yang cerdik dalam memanfaatkan aturan MLS untuk bisa menurunkan starting XI dengan pemain kaliber seperti Messi, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan bahkan Rodrigo De Paul. Messi juga kerap mendapatkan perlakuan istimewa dari beberapa wasit MLS, sebuah hal yang sering dikeluhkan oleh para penggemar, pemain, dan pelatih lawan.

Baca juga:  Fermin: "Flick dan Raphinha? UCL, kita mau juara!"

Meskipun Messi telah mengalami lebih dari selusin kekalahan di final sepanjang kariernya, termasuk kekalahan 3-0 dari Seattle Sounders di final Leagues Cup pada 31 Agustus lalu, memenangkan final MLS Cup tetap menjadi prioritas utama Inter Miami. Sebuah trofi MLS mungkin tidak akan memiliki bobot yang sama dengan medali juara Liga Champions, namun bagi pemain seperti Messi yang berada di senja kariernya, terkadang gelar terakhir adalah yang paling istimewa.

Bagi Vancouver, pertandingan Sabtu ini menandai penampilan perdana mereka di MLS Cup. Mereka mencapai titik ini dengan sebagian besar diisi oleh para pemain karier MLS yang telah berkembang menjadi bintang sejati, termasuk Sebastian Berhalter, putra dari mantan pelatih tim nasional pria AS Gregg Berhalter. Kemudian, pada musim panas ini, Whitecaps menambahkan legenda Jerman Thomas Müller untuk mengubah tim underdog ini menjadi skuad yang lebih bertabur bintang.

Tahun ini merupakan tahun bersejarah bagi Vancouver dalam hampir setiap aspek. Namun, semua ini terjadi di tengah rumor bahwa tim akan dijual dan, kemungkinan besar, akan kehilangan markasnya. Masa sewa Whitecaps dengan BC Place berakhir pada akhir 2025. Tim dan British Columbia telah melakukan beberapa pembicaraan tentang sewa baru, tetapi Komisaris MLS Don Garber telah dengan tegas menyatakan bahwa pengaturan saat ini tidak dapat diterima bagi tim maupun liga.

(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bruno Fernandes: Kapten Man Utd Raih Pemain Terbaik Premier League!

Bruno Fernandes, kapten Manchester United, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier League. Prestasinya...

Final A-League: Auckland kalahkan Sydney, sorotan, dan reaksi seru!

Auckland meraih kemenangan dramatis atas Sydney dalam final A-League, menghasilkan momen emosional...

PSG Terima Kabar Buruk Jelang Final Liga Champions!

PSG menghadapi tantangan besar menjelang final Liga Champions, setelah kehilangan salah satu...

Piala Dunia 2026: Bintang-bintang apa yang absen?

Piala Dunia 2026 akan menjadi sorotan, tetapi beberapa bintang sepakbola terkemuka mungkin...