Flick Geram Raphinha Ditinggalkan dari FIFA The Best XI: “Itu Lelucon!”
Raphinha telah menjadi salah satu pemain paling menentukan bagi Barcelona sepanjang tahun lalu, sebuah performa yang menempatkannya di antara penyerang top dunia. Namun, level performa tersebut tidak tercermin dalam seremoni FIFA The Best, dan pelatih Hansi Flick langsung angkat bicara.
Kritik Pedas dari Pelatih Barcelona
“Saya tidak ingin memilah siapa yang lebih baik, tetapi Raphinha tidak masuk dalam FIFA’s Best XI dan itu mengejutkan saya. Menurut saya, itu lelucon,” kata Flick dalam konferensi pers hari Sabtu menjelang pertandingan La Liga Barcelona melawan Villarreal, sebagaimana dilaporkan oleh *Diario AS*.
Flick melanjutkan evaluasinya terhadap performa winger asal Brasil tersebut selama satu setengah tahun kepemimpinannya di tim.
“Pengaruh Raphinha sungguh luar biasa. Kita bisa melihat gol-golnya, pertandingan-pertandingannya, assist-nya — itu luar biasa,” tambah sang pelatih. “Ini lelucon dia tidak ada di Best XI. Ini tidak adil dan saya harus mengatakannya. Saya tidak bisa mempercayainya.”
Konteks Penghargaan FIFA The Best
Untuk FIFA The Best Awards, performa dari tahun kalender 2025 menjadi pertimbangan, termasuk periode krusial musim 2024–25 dan paruh pertama musim berjalan. Raphinha memainkan peran instrumental dalam raihan gelar Barcelona di La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol pada awal tahun ini, serta perjalanan klub hingga semifinal UEFA Champions League.
Statistik Raphinha di Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, bintang Brasil itu mencetak 23 gol dan membentuk trio penyerang yang tangguh bersama Lamine Yamal dan Robert Lewandowski, membantu Barcelona mengamankan tiga trofi. Meskipun demikian, paruh kedua tahun itu terbukti lebih sulit, karena cedera hamstring membuatnya absen dalam hampir separuh pertandingan.
Siapa Saja yang Terpilih untuk FIFA The Best XI?
Kritik Hansi Flick terhadap FIFA atas pemilihan The Best XI tahun 2025 muncul meskipun dua pemainnya berhasil masuk. Pedri dan Lamine Yamal mewakili Barcelona dalam susunan pemain tersebut di tengah absennya Raphinha.
Seperti yang diduga, mayoritas pemain yang terpilih berasal dari Paris Saint-Germain, pemenang UEFA Champions League dan kekuatan dominan di sepak bola Prancis. Enam pemain dari skuad Luis Enrique masuk dalam daftar:
- Gianluigi Donnarumma (kini bermain untuk Manchester City)
- Achraf Hakimi
- Willian Pacho
- Nuno Mendes
- Vitinha
- Ousmane Dembele
Pemain-pemain menonjol lainnya yang diakui FIFA atas performa mereka tahun ini adalah bek Liverpool Virgil van Dijk, bintang Chelsea Cole Palmer, dan gelandang Real Madrid Jude Bellingham. Ousmane Dembele sendiri juga meraih trofi FIFA The Best.
Raphinha Juga Pernah “Diabaikan” di Ballon d’Or
Kontroversi seputar Raphinha tidak dimulai dengan FIFA The Best Awards. Situasi serupa terjadi beberapa bulan sebelumnya pada seremoni Ballon d’Or. Ousmane Dembele dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia, dengan Lamine Yamal finis di posisi kedua.
Raphinha menempati posisi kelima, di belakang Vitinha dan Mohamed Salah. Hasil tersebut memicu kritik dari beberapa bintang, termasuk Neymar. Raphinha sendiri pun angkat bicara mengenai masalah ini, menegaskan bahwa ia mengharapkan hasil yang lebih baik.
“Saya pantas mendapatkan jauh lebih banyak,” ujarnya.
Dampak dan Konsekuensi
Kritik terbuka Hansi Flick menyoroti perdebatan panjang tentang kriteria dan proses seleksi dalam penghargaan individu sepak bola. Absennya Raphinha dari daftar elit ini, meskipun dengan kontribusi signifikan terhadap kesuksesan Barcelona, menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi penilaian. Reaksi keras dari Flick dan pengakuan Raphinha sendiri menunjukkan frustrasi yang mendalam di kubu Blaugrana, sekaligus memicu diskusi lebih lanjut di kalangan penggemar dan pakar sepak bola tentang bagaimana penghargaan semacam ini seharusnya mencerminkan performa nyata di lapangan.
(LC/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment