Home Sepakbola Champions League Sextuple PSG Usai UCL: Bukan Lagi Sultan, Kini Raja Eropa!
Champions League

Sextuple PSG Usai UCL: Bukan Lagi Sultan, Kini Raja Eropa!

Share
Sextuple PSG Usai UCL: Bukan Lagi Sultan, Kini Raja Eropa!
Share

PSG Ukir Sejarah Sextuple 2025: Dari Liga Prancis Hingga Piala Interkontinental

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengukir sejarah gemilang di tahun 2025 dengan meraih sextuple, atau enam gelar juara sekaligus. Raihan prestisius ini, mulai dari Ligue 1 hingga Piala Interkontinental, secara signifikan telah mengubah status klub di kancah sepak bola dunia.

Pelatih Luis Enrique menyebut tahun tersebut sebagai momen bersejarah, menempatkan Paris dalam daftar elite bersama Barcelona 2009 dan Bayern Munich 2020 sebagai tim yang sukses menyapu bersih enam trofi dalam satu musim kompetisi.

Ambisi Menuju Jajaran Elite Eropa

Di internal klub, keyakinan kuat berembus bahwa untuk dapat duduk sejajar dengan klub-klub legendaris seperti Real Madrid, Barcelona, AC Milan, dan Liverpool, mereka harus terus meraih kemenangan. Sebagai institusi yang relatif lebih muda dalam sejarah sepak bola Eropa, ada kepercayaan bahwa tim ini berpotensi meraih tiga atau bahkan empat trofi Liga Champions dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.

Luis Enrique menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah kebetulan semata. Ia memuji kolektivitas dan fondasi tim yang telah dibangun sejak musim panas 2024.

“Ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari kerja keras kolektif yang telah kami bangun sejak musim panas 2024,” ujar Luis Enrique, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam tim.

Perubahan Persepsi dan Kunci Sukses Internal

Pemain bertahan Aymeric Laporte, yang memahami betul penantian untuk meraih mahkota pertama, menyatakan bahwa kemenangan sebesar ini mampu membawa sebuah tim ke dimensi baru dan meningkatkan kepercayaan diri secara signifikan. Ia juga mencatat bahwa Manchester City, klub lamanya, tiba dengan kredibilitas domestik yang lebih besar di liga yang jauh lebih menuntut.

Baca juga:  Suporter Barcelona salah stadion di Inggris, kalah nonton Liga Champions!

Seorang agen dari pemain senior PSG mengungkapkan bahwa sebelumnya, tim ini kerap dipandang sebagai tim yang mudah menyerah, dengan Marquinhos seringkali menjadi simbolnya. Namun, kemenangan bersejarah ini disebut telah mengubah persepsi tersebut secara drastis.

Di balik layar, keselarasan antara Nasser al-Khelaïfi (Presiden), Luis Campos (Penasihat Sepak Bola), dan Luis Enrique (Pelatih) disebut sebagai faktor penentu. Keputusan-keputusan cepat dan pendekatan yang mengutamakan kepentingan klub di atas segalanya menjadi landasan kuat bagi keberhasilan ini.

Tantangan Menjaga Status Legendaris

Mengomentari pencapaian ini, mantan Direktur Olahraga Bayern Munich, Hasan Salihamidzic, yang timnya juga pernah meraih sextuple pada tahun 2020, mencatat bahwa keberhasilan Bayern kala itu sangat bergantung pada harmoni tim, kedalaman skuad, dan sedikit keberuntungan.

“Status legenda abadi menuntut tim untuk terus-menerus meraih kemenangan lagi dan lagi,” kata Salihamidzic, memberikan perspektif tentang betapa sulitnya mempertahankan dominasi di level tertinggi.

Raihan sextuple 2025 ini memang menjadi titik balik penting bagi PSG, mengantarkan mereka ke puncak pencapaian klub. Namun, seperti yang diisyaratkan oleh Salihamidzic, jalan untuk mencapai status legenda sejati di antara raksasa Eropa masih panjang. Konsistensi, ambisi yang tak pernah padam, dan kemampuan untuk terus berinovasi akan menjadi kunci bagi PSG dalam upaya mereka menancapkan dominasi yang langgeng di panggung sepak bola dunia.

(LC/GN)
sumber : onefootball.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Allegri: Dukung dari Manajemen Milan, ‘Boo’ Leao, dan Harapan Liga Champions

Allegri mengungkapkan dukungan manajemen Milan, merespons 'boo' untuk Leao, dan berharap tim...

Ancelotti Ungkap Tim Favoritnya di Liga Champions 2025-2026!

Ancelotti mengungkapkan tim favoritnya untuk Liga Champions 2025-2026, menyoroti kekuatan dan potensi...

Medali treble Man City dijual seharga £30k, penjualnya misterius!

Medali treble Man City yang langka dijual seharga £30 ribu oleh penjual...

Kondisi Terkini Suasana Fans Arsenal dan Spurs di London Utara

Suasana di London Utara memanas menjelang pertandingan antara Arsenal dan Spurs. Fans...