Ambisi Juara Liga Champions Chelsea Diragukan Shay Given Usai Ditahan Qarabag
Ambisi Chelsea untuk memenangkan Liga Champions musim 2025/26 dipertanyakan oleh Shay Given, setelah performa mengecewakan mereka saat ditahan imbang Qarabag. The Blues hanya mampu bermain seri 2-2 melawan tim yang dianggap kuda hitam di kompetisi tersebut, meskipun Estevao Willian berhasil kembali mencetak gol pembuka.
Sorotan Pertandingan Kontra Qarabag
Pertandingan tersebut menyisakan kekecewaan bagi Chelsea. Estevao Willian memang berhasil membuka keunggulan, namun penampilan buruk di lini belakang membuat mereka harus kebobolan dua gol sebelum turun minum. Manajer Enzo Maresca sempat memuji penampilan Jorrel Hato, namun bek asal Belanda itu justru menjadi penyebab kedua gol yang bersarang ke gawang Chelsea.
Hasil ini tentu menjadi catatan serius, mengingat sebelumnya ada sinyal positif meski kalah dari Bayern Munich, diikuti oleh dua kemenangan beruntun atas Benfica dan Ajax. Performa tersebut sempat menumbuhkan kembali keyakinan bahwa The Blues memiliki peluang nyata untuk menjuarai Liga Champions musim ini.
Keraguan dari Shay Given
Namun, tidak sedikit yang meragukan kedalaman skuad Chelsea untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa, dan Shay Given adalah salah satu di antaranya. Mantan kiper timnas Republik Irlandia itu menyampaikan pandangannya kepada TNT Sports.
“Semua tim melihat Chelsea dan bertanya-tanya apakah mereka punya kesempatan untuk memenangkan kompetisi ini. Dan saya akan mengatakan, setelah melihat penampilan malam ini, jawabannya tidak,” tegas Given.
Chelsea sendiri saat ini sudah tertinggal jauh dalam perburuan gelar Premier League, sehingga mereka akan melihat Liga Champions sebagai jalur utama untuk meraih gelar bergengsi musim ini. Meskipun ada optimisme bahwa mereka bisa mempertahankan rekor bagus di kompetisi piala setelah meraih gelar Conference League dan Club World Cup musim lalu, hasil imbang melawan Qarabag ini jelas meruntuhkan kepercayaan diri tersebut.
Perjalanan Chelsea di Liga Champions
The Blues kini mengoleksi tujuh poin dan menempati posisi ke-12 di babak penyisihan grup. Ambisi mereka untuk finis di delapan besar terbaik akan membutuhkan performa yang kuat di sisa pertandingan grup.
Chelsea masih harus menjamu Barcelona dan Pafos yang diperkuat David Luiz di kandang, serta menjalani laga tandang yang sulit ke Italia untuk menghadapi Napoli, yang saat ini dilatih oleh Antonio Conte, dan Atalanta.
Finis di delapan besar akan membuat Chelsea menghindari babak play-off, yang berarti tidak perlu memainkan dua pertandingan ekstra dalam jadwal padat mereka. Namun, jika mereka gagal, itu bukanlah akhir dari segalanya. Paris Saint-Germain (PSG) juga pernah finis di posisi tengah pada tahap ini musim lalu, namun kemudian berhasil memenangkan kompetisi.
(LC/GN)
sumber : www.thechelseachronicle.com
- arsenal
- Babak 16 Besar Liga Champions
- barcelona
- Bayern Munchen
- Berita Liga Champions
- Berita Sepak Bola Dunia
- Berita UCL
- Champions League
- Champions League Update
- Drawing Liga Champions
- Final Liga Champions
- Hasil Liga Champions
- Hasil Liga Champions 2025
- Highlight Liga Champions
- inter-milan
- Jadwal Liga Champions
- Jadwal Liga Champions 2025
- Klasemen Liga Champions
- Klasemen UEFA
- Klub Eropa
- Kompetisi Eropa
- Liga Champions
- Liga Champions Eropa
- liverpool
- manchester-city
- Paris Saint-Germain
- Pemain Liga Champions
- Perempat Final Liga Champions
- Pertandingan Liga Champions
- Real Madrid
- Semifinal Liga Champions
- Sepak Bola Eropa
- Skor Liga Champions Hari Ini
- Statistik Liga Champions
- Tim Liga Champions
- Top Skor Liga Champions
- UCL
- UCL 2025
- UEFA
- UEFA Champions League
- UEFA Matchday
Leave a comment