Persaingan Sepatu Emas Liga Champions 2025-26: Perebutan Gelar Top Skor Paling Bergengsi
Perburuan untuk menjadi top skor Liga Champions pada musim 2025-26 semakin memanas, mirip sebuah duel sengit para penyerang top Eropa yang saling beradu gol demi salah satu penghargaan individu paling diidamkan di sepak bola.
Musim lalu, persaingan berakhir imbang ketika Raphinha dari Barcelona dan Serhou Guirassy dari Borussia Dortmund sama-sama mengoleksi 13 gol. Jumlah gol tersebut membawa kedua tim melangkah jauh di kompetisi paling bergengsi Eropa tersebut. Itu bukan hanya pertarungan dua kuda pacu; turnamen itu berubah menjadi pesta gol, dengan delapan penyerang berbeda berhasil mencetak delapan gol atau lebih hingga akhir kompetisi.
Sebagai konteks, kilas balik satu musim sebelumnya, Harry Kane dan Kylian Mbappe berbagi Sepatu Emas 2023-24 dengan hanya delapan gol masing-masing. Standar ini tidak hanya meningkat pada 2024-25, tetapi melesat jauh. Jika musim lalu membuktikan sesuatu, itu adalah para penyerang elite Eropa beroperasi di level baru, dan margin untuk meraih kejayaan Sepatu Emas tidak pernah setipis ini.
Dan kini, dengan format baru yang mulai mapan dan para bintang terbesar Eropa tampil maksimal, persaingan 2025-26 dipastikan akan semakin brutal.
Daftar Top Skor UEFA Champions League 2025-26: Klasemen Sepatu Emas Terkini
(*) :- Data terakhir setelah berakhirnya pertandingan pada Rabu, 26 November.
| Peringkat | Pemain | Klub | Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | Kylian Mbappe | Real Madrid | 9 |
| 2 | Victor Osimhen | Galatasaray | 6 |
| 3 | Harry Kane | Bayern Munich | 5 |
| =3 | Erling Haaland | Manchester City | 5 |
| 5 | Anthony Gordon | Newcastle United | 4 |
| =5 | Harvey Barnes | Newcastle United | 4 |
| =5 | Marcus Rashford | Barcelona | 4 |
| =5 | Gabriel Martinelli | Arsenal | 4 |
| =5 | Vitinha | PSG | 4 |
| =5 | Lautaro Martinez | Inter Milan | 4 |
Siapa Peraih Sepatu Emas Liga Champions Musim Lalu?
Perburuan top skor UEFA Champions League musim lalu tidak menghasilkan raja tunggal; sebaliknya, Serhou Guirassy dan Raphinha menancapkan bendera mereka bersisian di puncak.
Duo mematikan ini menutup musim 2024-25 dengan ketat, mengakhiri kampanye sebagai top skor bersama dan akhirnya berbagi kehormatan Sepatu Emas. Dengan UEFA yang tidak menggunakan aturan tie-breaker untuk memisahkan pemain dengan jumlah gol yang sama, kedua penyerang ulung itu sama-sama pulang membawa mahkota, sebuah penghargaan yang pantas bagi dua penyerang yang tak terhentikan di panggung terbesar Eropa.
(LC/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment