Keberhasilan Mohamed Salah di Liverpool: Perjalanan yang Mengesankan
Kedatangan Mohamed Salah di Anfield pada musim panas 2017 tidak pernah dibayangkan akan membawa kesuksesan yang luar biasa bagi Liverpool. Dengan pengalaman pahit di Premier League bersama Chelsea, banyak yang meragukan kemampuan winger cepat ini untuk menjadi pilar utama tim asuhan Jurgen Klopp. Kendati menciptakan impresi yang positif selama bermain untuk Fiorentina dan Roma, tidak ada jaminan bahwa bakatnya akan bersinar di liga yang kompetitif ini.
Sekarang, setelah sembilan tahun berlalu, Salah diakui sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa untuk klub. Pemain internasional Mesir ini memainkan peran penting dalam mengakhiri penantian 30 tahun Liverpool untuk meraih gelar Premier League, berhasil meraih trofi tersebut pada tahun 2020 dan menambah satu lagi pada tahun 2025. Dengan Salah, Liverpool juga mencapai tiga final Liga Champions, memenangkan satu gelar pada tahun 2019 melawan Tottenham, namun harus menyerah di dua lainnya melawan Real Madrid.
Pahlawan Gol Salah
Di Anfield, Salah telah mencetak 257 gol, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah klub setelah Ian Rush dan Roger Hunt. Mengagumkan, dia telah menjadi top scorer di tiap musim yang dijalaninya, meskipun tampaknya catatan tersebut akan terhenti pada musim kesembilannya di Merseyside. Di musim ini, Salah baru mencetak 12 gol dan saat ini tertinggal lima gol dari Hugo Ekitike, dengan hanya empat pertandingan tersisa.
Ini adalah jumlah gol terendah dalam karir Salah di Liverpool. Pada delapan musim sebelumnya, ia selalu mampu mencetak lebih dari 20 gol, bahkan melampaui 30 gol di lima di antaranya. Penurunan performa ini telah memicu keputusan klub dan Salah untuk berpisah di akhir musim, dengan manajemen di Anfield merasa bahwa masa emasnya telah berlalu mengingat ia akan berusia 34 tahun pada musim panas ini.
Ketidaksanggupan Salah untuk mempertahankan performa terbaiknya bertepatan dengan penurunan Liverpool di kompetisi, meskipun diperkirakan mereka masih dapat memenuhi syarat untuk Liga Champions dengan menyelesaikan musim di posisi lima besar.
Situasi ini membawa kami pada satu pertanyaan: Kapan terakhir kali pemain selain Mohamed Salah menjadi top scorer Liverpool? Jawabannya adalah pada musim 2016/17, sebelum kedatangan Salah. Pada musim tersebut, Philippe Coutinho menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan 14 gol di musim penuh pertama Jurgen Klopp.
Transformasi Liverpool di Bawah Klopp
Sebelum memasuki musim 2016/17, Liverpool tidak pernah berpartisipasi di Liga Champions dalam tiga tahun terakhir. Klopp bertekad untuk mengubah keadaan. Dengan mendatangkan pemain seperti Sadio Mané dan Georginio Wijnaldum, serta menerapkan sistem permainan ‘heavy-metal’ yang khas, tim menunjukkan perkembangan yang signifikan. Liverpool berhasil menyapu bersih dua pertandingan melawan tim-tim rival top, termasuk Arsenal dan Chelsea, dan akhirnya mengamankan kembalinya mereka ke Liga Champions dengan kemenangan 3-0 atas Middlesbrough berkat gol dari Wijnaldum, Coutinho, dan Adam Lallana.
Perpindahan Bersejarah Neymar
Setelah Liverpool meraih kualifikasi Liga Champions, dunia sepak bola akan segera menyaksikan momen bersejarah ketika Paris Saint-Germain membayar €222 juta untuk mengakuisisi Neymar dari Barcelona. Kepindahan ini mengubah rekor transfer selamanya, menjadikannya sebagai momen penting dalam sejarah sepak bola.
Real Madrid Buat Sejarah di Liga Champions
Sebelum tahun 2017, tidak ada tim yang berhasil memenangkan Liga Champions secara berturut-turut. Namun, Real Madrid di bawah asuhan Zinedine Zidane berhasil menjuarai liga ini pada tahun 2017, setelah sebelumnya menang di final melawan Atlético Madrid. Dipimpin oleh performa gemilang Cristiano Ronaldo, Madrid meraih kemenangan 4-1 atas Juventus di Cardiff, memperkuat posisi mereka sebagai raksasa Eropa yang sulit terhentikan.
(LC/GN)
sumber : readliverpoolfc.com
Leave a comment