Perayaan Arsenal: Milestone Baru Menuju Kesuksesan
Ratusan ribu pendukung Arsenal meramaikan jalanan sepanjang sembilan mil di Islington pada hari Minggu, merayakan gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun. Ada rasa kuat bahwa ini bukanlah akhir dari proyek Mikel Arteta, melainkan hanya pencapaian terbaru.
Usai Final Liga Champions
Kurang dari 24 jam sebelumnya, pemain Arsenal merasa hancur setelah Paris Saint-Germain mengalahkan mereka dalam adu penalti di final Liga Champions, mencegah mereka meraih double yang bersejarah. Gambar-gambar pemain yang terhempas ke tanah setelah begitu dekat dengan kejayaan Eropa akan terus diingat sepanjang musim panas. Namun, saat bus terbuka melintas di London utara dan trofi Premier League berkilau di bawah sinar matahari, perspektif kembali mengemuka.
Musim ini telah menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah modern Arsenal; juara Premier League dan finalis Liga Champions. Yang terpenting, skuad yang ada tampak mampu berkembang lebih baik lagi.
Reaksi Pemain
Deklan Rice menyatakan bahwa Arsenal merasa “hancur” setelah kekalahan tipis itu. Dia menilai, “Final Liga Champions yang diakhiri adu penalti adalah sebuah lotere. Kita bisa menang atau kalah, dan sayangnya kami ada di pihak yang kalah. Namun, itu tidak mendefinisikan musim kami.”
Kata-kata tersebut merefleksikan suasana di dalam klub. Tidak ada yang berusaha menyangkal sakitnya kekalahan tersebut. Rice menambahkan bahwa melihat PSG mengangkat trofi semakin memperbesar tekad Arsenal untuk kembali. “Melihat trofi itu, melihat mereka mengangkatnya, kami menginginkan itu. Kami pasti akan kembali,” tegasnya.
Kapten Martin Odegaard juga menyuarakan hal yang serupa meski merasa kecewa. “Saat ini suasana cukup suram. Semua sangat kecewa. Ketika kamu begitu dekat untuk memenangkan trofi ini, yang akan menjadi luar biasa, sangat sulit untuk diterima,” ujarnya.
Pencapaian Tahun Ini
Meski diselimuti kesedihan, Odegaard menekankan betapa luar biasanya pencapaian Arsenal. “Kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Kita harus mencoba melihat gambaran yang lebih besar.”
Gambaran yang lebih besar itu terlihat menjanjikan. Rice yang baru bergabung mengalami kekecewaan di perempat final Liga Champions, lalu di semi-final musim lalu, dan kini merasakan langsung final. Pola tersebut mencerminkan kemajuan Arsenal di domestik, dengan tiga kali berturut-turut finis di posisi kedua sebelum akhirnya menjadi juara Premier League.
Perkembangan ini terlihat jelas. Bagi banyak pendukung yang merayakan di jalanan, perayaan ini jauh lebih berarti daripada sekedar satu trofi. Mereka merayakan transformasi klub.
Transformasi Arsenal
Saat Arteta tiba pada Desember 2019, Arsenal terjebak di tengah tabel. Koneksi antara pemain dan pendukung telah hilang, dan sepakbola Liga Champions terasa jauh. Namun saat ini, Arsenal adalah juara Inggris, finalis Liga Champions, dan salah satu tim paling progresif di dunia.
Final itu sendiri menegaskan evolusi Arsenal. Mereka tidak merasa terintimidasi. Arsenal membuka skor pertama dan mampu bersaing dengan PSG yang dihuni bakat kelas dunia. Perbedaannya hanya terletak pada beberapa penalti.
Pondasi untuk Masa Depan
Walaupun kembali tanpa trofi, semangat untuk menyelesaikan serius musim depan tetap membara. Skuad yang terdiri dari Rice, Odegaard, Bukayo Saka, dan yang lain menjadi inti dari tim yang diperkirakan masih memiliki masa depan cerah. Pengalaman meraih gelar dan mencapai final Liga Champions tidak bisa diremehkan.
Armada Arsenal juga memasuki musim panas dengan kekuatan finansial yang kuat. Gelar Premier League dan perjalanan jauh di Liga Champions diperkirakan akan mendongkrak pendapatan tahunan hingga mencapai £770 juta, dengan pendapatan televisi yang melampaui £300 juta untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Ini memberi ruang bagi direktur olahraga Andrea Berta dan Arteta untuk memperkuat skuad setelah menjalani musim yang panjang dengan 63 pertandingan.
Rencana Perkuatan Skuad
Salah satu area yang diharapkan mendapat perhatian adalah sisi kiri serangan. Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard mengalami musim yang tidak konsisten, sehingga penambahan kreativitas dan gol dari sektor tersebut menjadi prioritas yang dimengerti. Renforcemen di bek kiri juga diharapkan, mengingat Ben White mengalami cedera lagi.
Kemudian, meskipun Martin Zubimendi sudah bergabung, lini tengah tetap menjadi sorotan. Arsenal mungkin kembali mencari opsi serangan tambahan. Pemikiran bahwa satu striker elit sudah cukup untuk menjalani musim 63 pertandingan semakin terasa usang. Untuk bersaing di empat kompetisi dan melawan tim-tim terbaik Eropa, mereka mungkin perlu dua atau bahkan tiga penyerang top.
Menatap Masa Depan
Arteta memahami realitas ini. Musim lalu, Arsenal melakukan investasi besar dengan mendatangkan Viktor Gyokeres, Eze, Zubimendi, dan lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan skuad. Semua ini berhasil, Arsenal menjadi juara.
Tantangannya sekarang adalah memastikan kesuksesan ini berlanngsung. Klub perlu mempertimbangkan untuk melepas beberapa pemain dan menyeimbangkan keuangan sebelum melakukan penambahan signifikan lebih lanjut. Namun, di dalam Emirates Stadium, yang juga berencana untuk ekspansi, harapan untuk tidak berhenti setelah mendekati double bersejarah tetap tinggi.
Kata-kata Rice membawa banyak harapan: “Klub ini akan mengalami banyak momen menarik ke depan. Kita telah berada di jalur peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Setelah memenangkan liga, kami akan kembali berjuang tahun depan. Kami akan siap.” Odegaard juga menyampaikan pesan serupa, “Ini tugas kami untuk mengangkat semangat semua orang dan memastikan kami kembali lebih baik musim depan.”
Perasaan kecewa akibat kekalahan di Budapest mungkin akan membekas. Namun, perjalanan Arsenal yang dipimpin Arteta dalam enam tahun terakhir membuktikan bahwa setiap rintangan bisa menjadi batu loncatan. Dari posisi kedelapan ke juara Premier League dan finalis Liga Champions dulunya terasa mustahil. Tantangan berikutnya jelas: kembali, belajar, dan meningkat.
Arsenal bertekad memastikan parade berikutnya membawa trofi yang tertinggal di Budapest.
(LC/GN)
sumber : www.irishexaminer.com
Leave a comment