UEFA Champions League: Empat Tim Melaju ke Semifinal Setelah Drama Laga Perempat Final
Kompetisi UEFA Champions League tahap perempat final telah berakhir dengan menyisakan empat tim yang lolos ke semifinal. Selama dua malam yang dramatis, tiga dari empat laga memperlihatkan aksi saling balas-ganti gol. Berikut adalah statistik menarik dari masing-masing tim yang terlibat.
Statistik Tim
Liverpool: 16
Kampanye UEFA Champions League Liverpool berakhir setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) untuk tahun kedua berturut-turut. Seperti pada leg pertama, Liverpool kembali kalah 2-0 di rumah, sehingga kalah agregat 4-0. Gol telat dari Ousmane Dembele menutup harapan tim berjuluk The Reds, yang mengalami kekalahan di kedua leg pertandingan UCL untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Malam itu juga menjadi kekalahan kedua Liverpool di kandang di kompetisi ini musim ini, yang terakhir kali terjadi 16 tahun lalu.
Paris Saint-Germain: 6
PSG berambisi menjadi juara bertahan pertama dalam delapan tahun dan hingga saat ini berada di jalur yang tepat. Tim asal Prancis ini tidak mengalami kesulitan berarti dalam pertandingan mereka dan berhasil menang di kedua leg. Ini merupakan tahun ketiga berturut-turut PSG mencapai semifinal UCL, yang merupakan pencapaian yang mengesankan. Dengan demikian, PSG kini akan berlaga di semifinal European Cup/Champions League untuk keenam kalinya, lebih banyak dibandingkan tim Ligue 1 lainnya.
Atletico Madrid: 29
Atletico Madrid terus menunjukkan dominasi atas Barcelona dengan menyingkirkan mereka di tahap perempat final untuk ketiga kalinya. Meskipun kalah 2-1 di leg kedua di kandang, Atletico berhasil melaju dengan agregat 3-2. Ini adalah semifinal pertama mereka sejak musim 2016/17, di mana mereka tersingkir di delapan besar pada tiga kesempatan. Kekalahan di kandang di fase knockout memang jarang terjadi bagi Atletico, dan hari itu menjadi kali pertama dalam 29 tahun mereka kalah di UCL dengan mencetak gol di leg kandang.
Barcelona: 3
Barcelona kembali merasakan kepahitan setelah satu dekade tanpa trofi UCL. Meski menciptakan berbagai peluang di kedua leg, mereka gagal mengalahkan Atletico Madrid, bahkan saat tampil dalam keadaan unggul pemain di satu titik selama pertandingan. Barcelona juga tersingkir dari Copa del Rey di tangan Atletico pada musim ini. Menariknya, ini merupakan kali ketiga Blaugrana gagal melaju ke babak selanjutnya setelah memenangkan leg pertama.
Arsenal: 23
Arsenal kembali ke semifinal untuk tahun kedua berturut-turut setelah menahan Sporting CP tanpa gol di Emirates Stadium, melaju dengan agregat 1-0 berkat gol akhir minggu lalu. Ini menjadi pertama kalinya Arsenal mencapai empat besar UCL secara berturut-turut, dan mereka berharap dapat meraih trofi pada akhir Mei. Hasil imbang tanpa gol pada malam itu mengakhiri rekor 23 pertandingan di mana setidaknya satu gol tercipta.
Sporting CP: 4
Perjalanan Sporting di UCL harus berakhir, namun mereka patut bangga dengan pencapaian ini, karena ini adalah salah satu yang terbaik sepanjang sejarah klub. Mereka belum pernah mencapai tahap ini di milenium ini. Sayangnya, ketidakmampuan mereka menjebol pertahanan Arsenal yang kokoh menjadi alasannya. Kini, mereka mencatatkan empat pertandingan tanpa kemenangan di laga knockout di luar kandang.
Bayern Munich: 13
Rivalitas paling bersejarah dalam kompetisi ini menciptakan babak baru ketika Bayern Munich berhasil mengalahkan Real Madrid. Bayern mencetak dua gol di akhir pertandingan untuk menang 4-3 di leg kedua dan 6-4 secara agregat. Ini membawa mereka kembali ke semifinal UCL untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir. Dari 30 pertemuan, Bayern kini memiliki 13 kemenangan atas Madrid, menyamakan rekor head-to-head.
Real Madrid: 11
Real Madrid harus kembali merencanakan strategi setelah terhenti di perempat final UCL untuk tahun ini. Kartu kuning Eduardo Camavinga yang didapat dalam waktu delapan menit sangat merugikan, dan kartu kuning kedua yang diterimanya empat menit menjelang akhir pertandingan memperberat tugas tim. Mereka harus berusaha meraih gelar ke-16 yang menjadi rekor mereka di tahun depan. Empat gol yang kebobolan melawan Bayern merupakan yang terbanyak dalam 11 tahun terakhir, saat Schalke mencetak jumlah yang sama di babak 16 besar.
Dampak Pertandingan
Keberhasilan PSG dan Bayern Munich menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kekuatan dominan di Eropa, sementara kebangkitan Arsenal dan Atletico Madrid mengindikasikan potensi mereka untuk kembali meramaikan kompetisi. Sementara itu, Liverpool dan Barcelona membutuhkan evaluasi menyeluruh untuk kembali bersaing di level tertinggi.
(LC/GN)
sumber : www.flashscore.com
Leave a comment