Home Sepakbola Champions League Bayern di Semifinal Liga Champions: Bermain dan Belajar di Level Tertinggi!
Champions League

Bayern di Semifinal Liga Champions: Bermain dan Belajar di Level Tertinggi!

Share
Bayern di Semifinal Liga Champions: Bermain dan Belajar di Level Tertinggi!
Share

Kompany Tetap Optimis Meski Bayern Munich Tersingkir dari Liga Champions

Vincent Kompany duduk di tempatnya yang biasa setelah pertandingan kandang Bayern Munich, membahas penampilan timnya. Satu jam sebelumnya, ia mengalami momen tersedih musim ini, bahkan mungkin yang paling pahit dalam karier kepelatihan singkatnya di Munich. Namun, bagi siapa pun yang menyaksikan Kompany tanpa mendengarkan kata-katanya, tak ada perbedaan mencolok dari semua pertandingan sukses sebelumnya musim ini.

Tak ada sosok pelatih yang tampak putus asa akibat kegagalan meraih gelar Liga Champions setelah hasil imbang 1-1 pada leg kedua semifinal melawan Paris St. Germain (PSG) yang membuat mereka tersingkir. Kompany menyatakan, ia “tidak memiliki kemampuan untuk kecewa dalam waktu lama” dan berusaha untuk tidak terjebak dalam situasi yang tidak bisa diubah. “Saya sudah cukup termotivasi untuk musim depan.”

Pertandingan yang Mengecewakan

Untuk melakukan yang lebih baik dari musim ini, dalam pertandingan yang berlangsung di Munich Arena, Bayern tidak tampil sesuai harapan. Seperti yang sering terjadi musim ini, mereka tertinggal lebih dulu. Namun gol Ousmane Dembélé yang membuat kedudukan 1-0 justru terlihat mengesankan mereka; gol penyama dari Harry Kane datang terlalu terlambat. “Kami tidak tampil agresif di lini serang,” ungkap kiper Manuel Neuer dalam wawancara dengan DAZN.

Saat ini, PSG terlihat lebih kuat daripada Bayern. Mungkin karena tim asuhan Luis Enrique paham akan aspek permainan lain yang penting untuk meraih sukses. PSG menunjukkan kemampuan bertahan yang sangat baik, bahkan mereduksi tekanan ofensif Bayern. “Hari ini pertahanan kami lebih baik daripada serangan,” kata Enrique. PSG memilih untuk mundur dan bertahan, yang tidak biasa dilakukan tim Bundesliga karena hampir setiap lawan mereka bermain dengan cara tersebut.

Baca juga:  Osimhen Pesta Rekor di Liga Champions!

Laga yang Dipengaruhi Keputusan Wasit

Dalam laga knockout, seorang wasit yang kurang berpengalaman juga berkontribusi pada hasil tersebut. Keputusan yang merugikan Bayern terlihat, terutama pada pelanggaran yang melibatkan Nuno Mendes. Meskipun bek PSG itu sudah mendapat kartu kuning, wasit tidak menunjukkan kartu merah, malah memberikan tendangan bebas untuk PSG karena menganggap ada handball oleh Laimer. Namun, itu tak bisa menjadi alasan. “Untuk sukses, kita harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi,” ujar Jonathan Tah.

Bayern berusaha untuk tidak terus meratapi hasil yang sudah menjadi kenyataan. “Saya rasa ini tidak akan membuat kami terpuruk,” kata Joshua Kimmich dengan menatap final DFB-Pokal dua minggu mendatang melawan VfB Stuttgart. Kimmich menyatakan, “Ini mungkin adalah musim terkuat yang pernah kami jalani, lebih baik daripada musim treble di 2020.” Ia melanjutkan, “Dalam konsistensi dan kualitas tim di ruang ganti, saya jarang mengalami hal seperti ini.” Menurut ketua Jan-Christian Dreesen, menyelesaikan musim dengan lebih dari satu gelar untuk pertama kalinya sejak 2020 memiliki “relevansi yang besar.”

Melangkah ke Depan

Kekalahan di semifinal Liga Champions ini mungkin hanya sebuah tahap dalam perjalanan yang dimulai Kompany musim lalu. “Kami belajar sesuatu tahun lalu, dan kami akan belajar lagi tahun ini. Tahun depan kami akan menyerang kembali,” kata direktur olahraga Max Eberl.

Apakah tim ini masih bisa berkembang lebih jauh? Kompany yakin: “Saya percaya musim depan kami akan melangkah lebih jauh.” Dengan adanya beberapa perubahan dalam skuat, di mana Leon Goretzka, Raphael Guerreiro, dan Nicolas Jackson sudah pasti pergi, beberapa pemain lain yang tidak menjadi starter juga diperkirakan akan dijual. Kimmich meyakini bahwa perjalanan ini hanya terhenti sementara. “Saya merasa dengan tim ini, kami masih bisa memenangkan Liga Champions,” tutupnya, sambil berharap hal itu bisa terwujud bukan di akhir bulan ini di Budapest, tetapi setahun kemudian di Madrid.

Baca juga:  Siapa yang akan juara Liga Champions? Arsenal, Bayern, Atletico, atau PSG?

(LC/GN)
sumber : bimcmedia.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

VIDEO Sevilla come from two down to shock Villarreal! | LaLiga 25/26 Moments

Judul Sevilla Bangkit Dari Ketinggalan Dua Gol dan Mengejutkan Villarreal! | Momen...

Staf Arsenal kecewa ditawari tiket final Liga Champions seharga hampir £900.

Staf Arsenal merasa kecewa setelah ditawari tiket final Liga Champions seharga hampir...

VIDEO Barcelona receive guard of honor after winning LaLiga! | LaLiga 25/26 Moments

Judul: Barcelona Menerima Penghormatan setelah Menjuarai LaLiga! | Momen LaLiga 25/26 Deskripsi...

Bhayangkara Presisi Kalahkan Klub Kazakh, Aman ke Semifinal AVC Champions League!

Bhayangkara Presisi berhasil mengalahkan klub dari Kazakhstan dan melaju ke semifinal AVC...