Paradoks Tottenham: Perkasa di Eropa, Terpuruk di Liga Primer
Menduduki posisi kelima yang mengesankan di klasemen Liga Champions, bahkan di atas tim-tim raksasa seperti Barcelona, Manchester City, hingga finalis tahun lalu Inter Milan dan Paris Saint-Germain, menjadi gambaran yang kontras drastis dengan posisi Tottenham Hotspur yang terdampar di peringkat ke-14 Liga Primer.
Kemenangan meyakinkan atas Borussia Dortmund pada Selasa lalu menandai performa apik Spurs di kancah Eropa, di mana mereka hanya menelan satu kekalahan dari tujuh pertandingan musim ini.
Tim ini tentu berharap bisa memindahkan performa Eropa yang gemilang itu ke kancah Liga Primer. Pasalnya, di kompetisi domestik, mereka hanya meraup 10 poin dari maksimal 39 poin yang tersedia sejak Oktober lalu.
Kandang Eropa Menggila, Liga Merana
Empat kemenangan dari empat laga kandang mereka di Liga Champions adalah dua kali lipat dari jumlah kemenangan yang mereka kumpulkan dari 11 pertandingan liga di Tottenham Hotspur Stadium musim ini. Ini menunjukkan betapa berbeda atmosfer dan keberuntungan mereka di dua kompetisi tersebut saat bermain di kandang.
Performa Tandang Jadi Penyelamat
Meski begitu, performa tandang terus menjadi penyelamat kampanye mereka. Spurs tercatat mengumpulkan persentase poin tandang tertinggi di liga, yaitu 67% dari total poin mereka (18 dari 27). Bahkan, hanya pemuncak klasemen Arsenal yang mengoleksi lebih banyak poin tandang (21) dibandingkan Spurs.
Kutukan Gol Menit Akhir
Namun, di balik angka-angka tersebut, ada masalah konsistensi yang menghantui. Saat sebagian besar tim akan menyambut baik pertandingan melawan tim di zona degradasi, Tottenham justru kalah empat kali dari delapan laga terakhir mereka melawan klub-klub di zona tersebut, termasuk kekalahan menyakitkan di kandang dari West Ham Sabtu lalu.
Dalam dua pertandingan berturut-turut, mereka kebobolan gol penentu di menit ke-90. Sebelumnya, hal serupa terjadi saat melawan Bournemouth. Bagi para penggemar Tottenham, ini bukanlah kejutan, mengingat mereka memegang rekor Liga Primer untuk kebobolan gol penentu terbanyak di menit-menit akhir. Namun, ini adalah kali pertama mereka mengalaminya dalam dua pertandingan berturut-turut.
Kontradiksi performa ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi Tottenham. Kemampuan untuk tampil gemilang di Eropa harus segera ditransfer ke liga domestik jika mereka ingin memperbaiki posisi dan mencapai target musim ini.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment