Gejolak di Stamford Bridge: Enzo Maresca Tinggalkan Kursi Pelatih Chelsea
Chelsea kembali berada dalam siklus pergantian pelatih di bawah kepemilikan Amerika setelah Enzo Maresca memutuskan untuk meninggalkan posisinya sebagai manajer. Kepergian Maresca dilaporkan terjadi akibat memburuknya hubungan dengan jajaran petinggi klub Premier League tersebut.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti Maresca. Namun, laporan dari BBC dan The Athletic menyebutkan bahwa Liam Rosenior, pelatih klub Prancis Strasbourg — yang merupakan bagian dari grup kepemilikan yang sama dengan Chelsea — menjadi kandidat terdepan.
Konteks Kepergian dan Situasi Tim
Maresca sendiri sebenarnya baru menjalani separuh dari tahun keduanya sebagai manajer. Di musim pertamanya, ia berhasil membawa Chelsea meraih gelar Conference League dan Club World Cup, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, tim menghadapi periode yang bergejolak. Chelsea hanya berhasil memenangkan satu dari tujuh pertandingan terakhir mereka di Premier League, menyebabkan mereka terperosok ke posisi kelima di klasemen. Maresca juga secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya atas kurangnya dukungan di klub dalam konferensi pers pasca-pertandingan awal bulan ini. Ia bahkan menyebut periode tersebut sebagai “48 jam terburuk” yang pernah dialaminya di Chelsea.
Dalam sebuah pernyataan, Chelsea mengemukakan alasannya:
“Dengan target-target penting yang masih harus diperjuangkan di empat kompetisi, termasuk kualifikasi untuk Champions League, Enzo dan klub meyakini perubahan akan memberikan tim peluang terbaik untuk mengembalikan musim ke jalur yang benar.”
Perjalanan Chelsea di Berbagai Kompetisi
Saat ini, Chelsea telah melaju ke semifinal Carabao Cup (Piala Liga Inggris), di mana mereka akan menghadapi Arsenal dalam dua leg. Sementara itu, perjalanan mereka di FA Cup akan dimulai pada 11 Januari dengan bertandang ke markas Charlton, tim dari divisi kedua. Di Premier League sendiri, Chelsea berada di posisi kelima, dan tujuan utama klub adalah mengamankan tiket ke kompetisi Eropa, termasuk Champions League.
Enzo Maresca saat masih menjabat sebagai manajer Chelsea.
Chelsea di Era Kepemilikan Baru
Sejak akuisisi klub oleh investor Amerika yang dipimpin Todd Boehly pada Mei 2022, Chelsea kini mencari manajer penuh waktu kelima mereka. Dalam tiga setengah tahun terakhir, klub telah menghabiskan ratusan juta poundsterling dalam upaya, yang dari luar tampak kacau, untuk merekrut pemain guna menyegarkan skuad.
Kini, Chelsea memiliki salah satu skuad termuda dan paling berbakat di Premier League, dengan pemain bintang seperti Cole Palmer, Enzo Fernandez, dan Estevao. Namun, para manajer sering kali kesulitan untuk menyatukan para pemain sebagai sebuah tim setelah begitu banyak perubahan.
Dari semua manajer yang pernah memimpin Chelsea dalam periode tersebut — termasuk nama-nama besar seperti Thomas Tuchel dan Mauricio Pochettino — Maresca tampaknya adalah sosok yang paling berhasil menangani kekacauan tersebut. Meski demikian, ia dilaporkan tidak merasa dihargai mengingat kondisi kerja yang sulit. Menurut BBC, ia bahkan baru-baru ini berganti agen. Beberapa minggu lalu, laporan media di Inggris mengaitkan Maresca dengan kemungkinan pindah ke Manchester City, tempat ia sempat bekerja di bawah Pep Guardiola, jika Guardiola suatu saat pergi. Namun, Maresca sendiri meredakan spekulasi tersebut.
Rentetan Hasil Terakhir
Performa Chelsea mengalami penurunan drastis sejak kemenangan 3-0 atas Barcelona di Champions League pada November lalu. Satu-satunya kemenangan liga mereka dalam sebulan terakhir adalah saat mengalahkan Everton dengan skor 2-0. Sementara itu, mereka meraih hasil imbang melawan Arsenal, Newcastle, dan Bournemouth (dua kali), serta menelan kekalahan dari Leeds dan Aston Villa.
Pertandingan berikutnya bagi Chelsea adalah menghadapi Manchester City yang saat ini berada di posisi kedua klasemen, pada hari Senin.
Dalam pernyataan perpisahannya, Chelsea menegaskan bahwa pencapaian di bawah Maresca “akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah klub baru-baru ini, dan kami berterima kasih atas kontribusinya kepada klub.” Kepergian Maresca ini sekali lagi menyoroti tantangan besar dalam membangun stabilitas dan konsistensi di Stamford Bridge di tengah ambisi besar kepemilikan barunya.
(LC/GN)
sumber : www.nine.com.au
Leave a comment