Fletcher Akui Skuad Manchester United ‘Rapuh’ Usai Tersingkir dari Piala FA
Manajer interim Manchester United, Darren Fletcher, menyatakan bahwa kekalahan di Piala FA dari Brighton and Hove Albion di Old Trafford pada Senin lalu telah membuka tabir sifat “rapuh” skuad Setan Merah.
Keheningan menyelimuti peluit akhir pertandingan saat kekalahan 2-1 di putaran ketiga ini mengakhiri harapan United meraih trofi musim ini. Beberapa cemoohan terdengar saat para pemain meninggalkan lapangan.
Fletcher Ungkap Kelemahan Tim
Mantan gelandang United, Fletcher, naik jabatan dari pelatih tim U-18 untuk menangani tim utama setelah pemecatan Ruben Amorim pekan lalu. Namun, setelah bermain imbang 2-2 melawan Burnley di Premier League, harapannya untuk memberikan semangat baru di Old Trafford harus pupus.
Brighton unggul lebih dulu melalui gol Brajan Gruda, sebelum mantan pemain United, Danny Welbeck, menambah keunggulan tim tamu.
“Pertandingan berjalan campur aduk. Kami mengawali dengan cukup baik, namun gol mereka segera meruntuhkan semangat kami,” kata Fletcher.
Fletcher menambahkan bahwa timnya terlalu lambat dalam mengalirkan bola dan memerlukan tempo yang lebih tinggi.
“Umpan-umpan kami terlalu lambat, jadi saya menantang mereka saat jeda. Sama seperti pertandingan di pekan sebelumnya, kami perlu mengalirkan bola dengan tempo yang lebih cepat,” jelasnya.
“Ketika kami berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1, saya berpikir, ‘Ini dia.’ Penonton bersemangat, energi tim meningkat, namun pada akhirnya kami tidak bisa menyamakan kedudukan. Saya kira Anda bisa melihat para pemain ini rapuh dan perlu membangun kembali diri mereka. Terserah mereka untuk merespons.”
Tantangan Ke Depan
United diperkirakan akan mengumumkan manajer caretaker untuk sisa musim ini pekan depan. Namun, Fletcher menegaskan bahwa siapa pun yang akan melatih, para pemainlah yang harus menunjukkan semangat juang tinggi.
“Kepercayaan diri adalah hal paling kuat dalam sepak bola. Namun, ketika Anda tidak memilikinya, Anda harus berjuang keras, bekerja, dan bekerja untuk memenangkan pertandingan, baru kemudian kepercayaan diri itu akan kembali,” ujarnya.
Untuk pertama kalinya sejak musim 1981-82, United gagal melewati satu pun putaran dalam kompetisi piala domestik. Tanpa partisipasi di kompetisi Eropa, musim ini terancam berakhir tanpa capaian berarti.
Hasil Lain Piala FA Putaran Ketiga
Di pertandingan putaran ketiga lainnya, Arsenal menunjukkan dominasinya dengan mengalahkan Portsmouth 4-1. Gabriel Martinelli mencetak hat-trick pertamanya untuk membawa pemuncak klasemen Premier League itu melaju ke putaran keempat.
Sementara itu, West Ham United sedikit melupakan kesulitan mereka di Premier League dengan mengalahkan Queens Park Rangers 2-1 setelah perpanjangan waktu. Pemain baru, Valentin Castellanos, mencetak gol kemenangan melalui sundulan.
Leeds United juga berhasil melaju setelah menundukkan Derby County 3-1, dan tim League Two Mansfield Town membuat kejutan dengan mengalahkan tim Championship Sheffield United 4-3 di kandang lawan.
Setelah beberapa kejutan lain di putaran ketiga, termasuk tim divisi keenam Macclesfield yang menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace, sebuah kejutan lain nyaris terjadi di Fratton Park. Colby Bishop sempat membawa Portsmouth unggul lebih dulu atas Arsenal pada menit ketiga, memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan Kepa Arrizabalaga.
Musim Piala FA kali ini memang penuh drama, dengan beberapa tim non-unggulan berhasil memberikan perlawanan sengit kepada raksasa Premier League.
(LC/GN)
sumber : www.nine.com.au
Leave a comment