Pep Guardiola dan Gaya Kepemimpinannya di Manchester City
Pada tahun 2016, saat Pep Guardiola memulai debutnya sebagai pelatih Manchester City, para pelatih di Premier League memiliki gaya yang berbeda-beda. José Mourinho tampil formal dengan outfit quarter zip di Manchester United, sedangkan Arsène Wenger dikenal dengan jas rapi dan jaket puffer di Arsenal. Namun, Guardiola hadir dengan penampilan yang lebih santai, mengenakan v-neck, dasi, dan blazer, yang tampaknya tidak mengancam gaya pelatih lainnya. Ajaibnya, sepuluh tahun kemudian, ia menjadi panutan dalam hal gaya di pinggir lapangan.
Guardiola, yang baru-baru ini mengumumkan kepergiannya dari Manchester City setelah satu dekade, semakin dikenal sebagai sosok yang merubah kode etik tidak tertulis tentang penampilan pelatih, yang biasanya hanya sebatas jas resmi atau tracksuit klub. Ia memilih busana yang lebih nyaman dan stylish, seperti jaket blouson, sepatu brogue, dan mantel tiga perempat.
Tren Gaya yang Diciptakan Guardiola
Pada tahun 2019, gaya berpakaian Guardiola menjadi perbincangan. Ia memainkan peran besar dalam menjadikan cardigan sebagai tren di kalangan pria saat ia mengenakan cardigan knit abu-abu seharga £1,200 yang dipakainya sebanyak 30 kali selama musim di mana Manchester City meraih treble domestik.
Perubahan gaya Guardiola terus berlanjut dengan pemilihan sepatu baseball dari desainer Rick Owens serta celana bergaya tempur dan jaket Stone Island. Meskipun banyak yang mengapresiasi penampilannya, pada tahun 2022 ia mengaku bahwa mantan istrinya, Cristina Serra, adalah yang membantu memilihkan pakaiannya.
“Sebelum bertemu dia, saya benar-benar kekurangan gaya, kini saya lebih elegan berkat dia,” ujarnya.
Gaya Terbaru dan Influensi Keluarga
Baru-baru ini, Guardiola menarik perhatian publik saat mengenakan kemeja bercorak dari merek asal Swedia, Our Legacy, yang membuatnya terlihat santai dan stylish saat pertandingan Liga Champions di bulan Maret. Penampilannya ini menciptakan gelombang viral di media sosial, di mana banyak yang beranggapan bahwa gaya tersebut dipengaruhi oleh putrinya atau mungkin ia memiliki stylist baru.
Terlepas dari spekulasi tersebut, Guardiola melanjutkan dengan penampilan elegan, mengenakan polo neck dan celana pleated yang sangat layak untuk ditampilkan di acara fashion dunia.
Warisan Gaya Guardiola
Walaupun Guardiola akan meninggalkan Premier League, sepak bola selalu membutuhkan sosok dengan gaya yang mampu menunjukkan kepada pelatih – dan pria pada umumnya – cara berpakaian yang lebih dari sekadar quarter zip. Legacy gaya yang ditinggalkan Guardiola tentunya akan terus menginspirasi banyak orang di dunia sepak bola dan di luar itu.
(LC/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment