Mental Baja Raphinha Antar Barcelona Juara Supercopa Spanyol Usai Kalahkan Real Madrid
Barcelona berhasil meraih trofi Spanish Supercopa setelah mengalahkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor 3-2 dalam laga final yang digelar di Arab Saudi pada Minggu lalu. Penyerang asal Brasil, Raphinha, menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol penting.
Raphinha Jadi Pahlawan Kemenangan
Raphinha membuka dan menutup keran gol untuk Blaugrana, dengan Robert Lewandowski turut menyumbangkan satu gol. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas melalui Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia. Kemenangan ini menandai trofi keempat bagi Barcelona di bawah asuhan pelatih Hansi Flick.
Mantan penyerang Leeds United ini menunjukkan performa luar biasa di laga El Clasico. Tercatat, Raphinha telah mencetak tujuh gol dan memberikan tiga assist dalam enam pertandingan El Clasico terakhirnya. Penampilannya yang konsisten juga terlihat di semifinal Supercopa, di mana ia mencetak dua gol saat Barcelona menyingkirkan Athletic Club.
Hansi Flick tak ragu memuji mentalitas anak asuhnya. “Mentalitasnya luar biasa,” kata Flick tentang Raphinha. “Dia memiliki dinamika yang memengaruhi seluruh tim. Anda bisa melihat dia gagal memanfaatkan peluang pertamanya di pertandingan, tetapi untuk yang kedua, dia ada di sana, dia menembak gol pertama dan memberikan lebih banyak kepercayaan diri kepada tim.”
“Inilah yang dia bawa. Rapha di lapangan itu penuh intensitas, dan kami membutuhkan ini.”
Sejak kembali dari cedera pada akhir November, Raphinha telah mencetak delapan gol dalam 10 penampilan. Kembalinya Raphinha juga bertepatan dengan periode terbaik Barcelona musim ini. Dengan kemenangan atas Madrid tersebut, pemuncak klasemen LaLiga ini telah memenangkan 10 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi.
Peran Flick dalam Kebangkitan Raphinha
Raphinha sendiri mengakui peran besar Hansi Flick dalam performanya sejak pelatih asal Jerman itu bergabung 18 bulan lalu.
“[Flick] adalah orang yang mengubah segalanya bagi saya di sini,” ujar Raphinha. “Saya sudah ingin meninggalkan klub saat dia ditunjuk. Pentingnya dia berbicara dengan saya, mengatakan bahwa saya akan penting… itulah yang Anda butuhkan, seseorang yang menghargai kerja keras Anda.”
“Dia memberi saya apa yang saya butuhkan saat itu, yang memungkinkan saya fokus untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk tim.”
Dominasi Barcelona dan Ambisi ke Depan
Kemenangan ini juga mengukir sejarah bagi Barcelona. Ini adalah pertama kalinya mereka memenangkan tiga final berturut-turut melawan Madrid, terdiri dari dua Supercopas dan satu Copa del Rey. Termasuk gelar LaLiga musim lalu, Barcelona kini telah mengklaim empat trofi terakhir yang tersedia di sepak bola Spanyol.
Meski demikian, Raphinha menegaskan bahwa tim masih memiliki semangat besar untuk meraih lebih banyak gelar, dengan LaLiga, Liga Champions, dan Copa del Rey masih bisa diperebutkan.
“Ketika Anda mengenakan seragam ini, tujuan utama selalu untuk memenangkan trofi. Kami melakukannya dengan baik. Kami memiliki banyak pemain muda yang memiliki mentalitas juara, yang bagus untuk klub. Kami ingin berjuang dan memenangkan trofi,” kata Raphinha. “Kami bisa lebih baik dari tahun lalu. Tim telah matang. Kami bisa terus [membangun] apa yang kami lakukan musim lalu. Itu lebih tergantung pada kami daripada orang lain. Kami harus tetap fokus. Kami tahu apa yang kami inginkan.”
Kemenangan Supercopa Spanyol ini menjadi suntikan motivasi penting bagi Barcelona. Dengan performa gemilang Raphinha dan kepercayaan diri yang tinggi, mereka siap menghadapi tantangan di sisa musim ini untuk meraih lebih banyak gelar di bawah arahan Hansi Flick.
(LC/GN)
sumber : www.espn.com
Leave a comment