Gabriel Magalhaes Akui Kesedihan Setelah Gagal Penalti di Final Liga Champions
Pemain belakang Arsenal, Gabriel Magalhaes, mengungkapkan pengalaman “menyakitkan” setelah gagal mengeksekusi penalti yang menentukan dalam kekalahan timnya di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Dalam laga yang berlangsung di Budapest, tendangan Gabriel melambung di atas mistar gawang, memberikan kemenangan kepada PSG yang meraih gelar Eropa keduanya secara beruntun.
Meski mengalami kekecewaan pribadi, Gabriel tetap merasa bangga dengan pencapaian Arsenal selama musim ini.
Drama Penalti Menghancurkan Impian Ganda
Tim asuhan Mikel Arteta memasuki final sebagai juara Liga Premier, dan mereka memulai pertandingan dengan baik berkat gol dari Kai Havertz yang tercipta hanya enam menit setelah kick off. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan setelah Ousmane Dembélé sukses mengeksekusi penalti di babak kedua.
Kedudukan imbang tersebut memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti. David Raya berhasil menepis tendangan Nuno Mendes, tetapi usaha Eberechi Eze yang melambung tinggi menjadi kesempatan emas bagi Arsenal. Saat giliran Gabriel untuk mengeksekusi penalti kelima, tendangannya justru melewati mistar gawang, memicu perayaan bagi skuad Luis Enrique.
Gabriel Sampaikan Pesan untuk Suporter Arsenal
Melalui media sosial, Gabriel menyampaikan rasa kekecewaannya, namun ia tetap berbangga dengan pencapaian tim yang berhasil mengakhiri penantian selama 22 tahun untuk meraih gelar Liga Premier.
“Ini menyakitkan, namun saya bangga dengan tim ini dan semua yang telah kami capai bersama musim ini,” tulis Gabriel di Instagram. “Terima kasih kepada para penggemar yang luar biasa atas dukungan kalian di setiap langkah kami. Kalian pantas merayakan perjalanan ini bersama kami dan menikmati parade hari ini! Sampai jumpa musim depan!!! Salu, Big Gabi.”
Arteta Bela Keberanian Gabriel
Meski mendapat kritik dari sebagian penggemar, Mikel Arteta segera menjelaskan alasan di balik urutan penendang penalti. Pelatih Arsenal itu mengatakan bahwa Gabriel mengajukan diri untuk mengambil penalti nomor lima setelah pengambil penalti utama sudah diganti atau tidak tersedia setelah pertandingan panjang selama 120 menit.
“Dia (Gabriel) ingin mengambil penalti nomor lima. Kami telah bersiap dan berlatih untuk momen ini,” jelas Arteta. “Biasanya, penendang penalti kami adalah Bukayo Saka, Martin Ødegaard, dan Kai Havertz. Kami tahu bahwa jika sampai adu penalti, penendang akan berbeda, tapi kami masih yakin dengan kualitas mereka.”
“Sayangnya, kami tidak dapat menunjukkan ketepatan yang sama seperti yang mereka miliki, dan itu alasan kami tidak meraih kemenangan.”
London Merah untuk Parade Gelar
Tak ada waktu bagi skuad Arsenal untuk merenungkan kekecewaan di Budapest, karena parade gelar Liga Premier klub berlangsung hari ini.
Ribuan penggemar memadati London utara untuk merayakan keberhasilan tim meraih gelar liga domestik pertama dalam lebih dari dua dekade, menyebabkan gangguan perjalanan yang signifikan di seluruh ibukota.
Meski meraih medali perak Liga Champions, suasana di Islington tetap meriah saat Arteta memimpin skuad melewati rute kemenangan sejauh 5.6 mil.
Penutupan Musim dan Harapan di Masa Depan
Kekalahan di final Liga Champions ini mungkin menorehkan kesedihan bagi Arsenal, namun keberhasilan meraih gelar Liga Premier menjadi pijakan penting untuk masa depan. Tim kini berfokus pada persiapan musim depan dengan harapan untuk kembali bersaing di level tertinggi.
(LC/GN)
sumber : www.foxsports.com
Leave a comment