Periode Krusial di Depan Mata: Arsenal Hadapi Ujian Terberat Musim Ini
Arsenal memang tampil gemilang di paruh pertama musim ini. Namun, beberapa pekan ke depan bisa menjadi penentu nasib ambisi Mikel Arteta untuk meraih trofi. Sejak menggantikan Unai Emery di kursi kepelatihan, manajer The Gunners itu baru memenangkan satu trofi mayor.
Tak lama setelah mengambil alih kendali di Emirates Stadium pada Desember 2019, Arteta berhasil membawa Arsenal menjuarai FA Cup. Dengan skuad peninggalan pendahulunya, ia memimpin tim London Utara itu meraih kemenangan tanpa penonton melawan Chelsea di Wembley Stadium.
Arteta kemudian memenangkan beberapa Community Shield dan beberapa medali runner-up Premier League, tetapi ia belum lagi mengangkat trofi mayor sejak saat itu. Pelatih asal Spanyol ini bertekad untuk akhirnya memecahkan kebuntuan di tahun ini dan merayakan trofi di hadapan para suporter klub.
Beruntung, posisinya cukup menguntungkan. The Gunners telah memimpin cukup nyaman di puncak klasemen Premier League, dan mereka juga sudah memastikan diri lolos dari fase liga UEFA Champions League.
Arsenal juga masih bertahan di setiap kompetisi piala domestik, tidak seperti banyak rival mereka. Sementara The Gunners tampak siap bersaing di semua lini, beberapa pekan ke depan bisa membalikkan keadaan musim ini.
Bulan ini, tim asuhan Arteta akan menjadi tim papan atas pertama dalam sejarah yang memainkan empat pertandingan tandang di empat kompetisi berbeda hanya dalam 10 hari.
Jadwal Padat yang Menentukan
Jadwal ketat ini dimulai dengan Arsenal bertandang ke markas Portsmouth di Fratton Park dalam ajang FA Cup pada Minggu. Kemudian, mereka akan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge dalam Carabao Cup pada Rabu.
Pada Sabtu berikutnya, The Gunners akan kembali berlaga di Premier League di East Midlands, melawan Nottingham Forest di City Ground. Arsenal kemudian hanya memiliki waktu kurang dari dua hari untuk memulihkan diri sebelum terbang ke Italia untuk menghadapi Inter di San Siro dalam ajang UEFA Champions League.
Pertandingan FA Cup, Carabao Cup, Premier League, dan UEFA Champions League biasanya disiarkan di Indonesia melalui platform streaming Vidio serta saluran televisi SCTV, Moji, atau Champions TV, tergantung pada kompetisi dan hak siar.
Meskipun tim London Utara ini memiliki sepasang pertandingan yang “menguntungkan” di FA Cup dan Premier League di atas kertas, hasil yang mengecewakan di salah satunya bisa berakibat fatal. Baik itu tersingkir dari turnamen atau kehilangan poin dalam perburuan gelar liga.
Tantangan Rotasi Pemain
Selain itu, Arteta perlu melakukan rotasi besar-besaran pada susunan pemain intinya dalam upaya menjaga kebugaran dan fokus para pemain kunci. Jika pelatih asal Spanyol itu berhasil memimpin timnya melewati periode 10 hari yang intens ini tanpa cedera atau hasil buruk, mereka akan memiliki peluang besar untuk mengoleksi trofi pada bulan Mei.
Reaksi Mikel Arteta
Ketika dihadapkan oleh wartawan di Sobha Realty Training Centre pada hari Rabu, Arteta ditanya apakah tim Arsenal saat ini adalah yang terbaik yang pernah ia miliki. Ia menjawab:
“Saya tidak tahu, saya tidak terlalu suka membandingkan. Saya pikir setiap minggu tim berbeda karena pemain yang tersedia, jadi posisinya berbeda. Jadi, untuk mempertahankan banyak hal hebat yang dilakukan tim dan individu, konsistensi akan menjadi kunci.”
“Kami tahu kesulitan setiap pertandingan, dan kami mendekatinya dengan banyak kegembiraan, memahami di mana kami berada dan dengan keinginan besar yang kami miliki untuk mencapai apa yang ingin kami lakukan di bulan Mei.”
(LC/GN)
sumber : www.football.london
Leave a comment