Lyon Terancam Dikeluarkan dari Liga Champions Musim Depan
Klub raksasa Ligue 1, Lyon, berpotensi dikeluarkan dari Liga Champions tahun depan karena diduga tidak memenuhi syarat kesepakatan dengan UEFA musim panas lalu. Saat ini, Lyon berada di posisi keempat Ligue 1, hanya tertinggal satu poin dari Lille yang berada di zona Liga Champions, dengan satu pertandingan tersisa melawan Lens pada hari Minggu.
Peluang Hasil Pertandingan
Kemenangan dalam laga kontra Lens dapat memastikan Lyon setidaknya mendapatkan tempat di babak kualifikasi Liga Champions, dan sudah menjamin tempat di Liga Europa jika gagal melaju lebih jauh.
Kepatuhan Terhadap Regulasi UEFA
Namun, untuk mendapatkan lisensi berlaga di kompetisi UEFA, Lyon harus memberikan bukti bahwa mereka telah mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh badan sepak bola Eropa tersebut. Pada musim panas 2025, Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) menjatuhkan sanksi terhadap Lyon, serta klub-klub Liga Premier seperti Aston Villa dan Chelsea, karena melanggar aturan keberlanjutan keuangan.
CFCB mengharuskan klub-klub ini mematuhi sejumlah ketentuan dalam waktu empat tahun ke depan. Lyon juga dijatuhi denda sebesar £10,7 juta dan awalnya terancam turun ke Ligue 2 sebelum keputusan tersebut dibatalkan melalui banding.
Kewajiban Keuangan
Pemilik Lyon diharuskan untuk menyuntikkan dana sebesar €60 juta (£51 juta), yang harus dikonversi menjadi ekuitas paling lambat 15 Oktober. Namun, menurut laporan dari The Telegraph, klub belum memenuhi kewajiban ini, sehingga dikhawatirkan terancam dikeluarkan dari kompetisi Eropa.
Kondisi Keuangan Klub
Lyon diketahui sedang mengalami kesulitan keuangan dengan kerugian mencapai €186 juta (£159 juta) untuk paruh kedua 2025. Klub saat ini dikendalikan oleh investor asal Amerika, Michele Kang, selaku presiden klub, serta kreditur utama, John Textor, yang juga merupakan pemegang saham Crystal Palace lewat Ares Management.
Textor berupaya membangun grup kepemilikan multi-klub bernama Eagle Football, namun hal ini justru menghadirkan kerugian besar dan utang. Eagle Football Group (EFG), yang dimiliki oleh Kang dan Ares, mengklaim bahwa sebagian besar kerugian disebabkan oleh kesepakatan yang diduga dibuat oleh Textor dengan beberapa klub lain dalam jaringan Multi Club Ownership (MCO), termasuk Botafogo dan RWD Molenbeek.
Pernyataan Resmi Lyon
Dalam sebuah pernyataan, Lyon mengatakan, “Jaminan ini tidak diketahui dan tidak dilaporkan dalam laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir.” Sebaliknya, laporan dari Gones Radio menyebutkan bahwa Lyon aktif berkomunikasi dengan UEFA mengenai kewajiban mereka, dan mengklaim bahwa rumor mengenai ketidakpatuhan finansial mereka adalah tidak benar. Fokus mereka kini adalah meraih kualifikasi Eropa.
Dampak Bagi Lyon
Dengan situasi keuangan yang memburuk dan ancaman pemecatan dari kompetisi Eropa, nasib Lyon akan sangat bergantung pada hasil pertandingan yang akan datang. Keberhasilan dalam meraih kualifikasi Eropa sangat penting bagi klub untuk memulihkan stabilitas finansial dan reputasi di kancah kompetisi kontinental.
(LC/GN)
sumber : www.sportbible.com
Leave a comment