Liam Rosenior Resmi Latih Chelsea, Tinggalkan Strasbourg
Liam Rosenior menyatakan telah mencapai “kesepakatan verbal” untuk mengambil alih posisi pelatih kepala Chelsea. Mantan pelatih Strasbourg itu menggambarkan kesempatan menggantikan Enzo Maresca di Stamford Bridge sebagai tawaran yang tidak bisa ia tolak.
Rosenior akan meninggalkan Strasbourg menuju Chelsea, klub mitra mereka, setelah negosiasi intensif yang berlangsung pada Senin lalu. Dalam konferensi pers di Strasbourg pada Selasa, ia menyampaikan, “Saya belum menandatangani kontrak, namun saya sudah menyepakati secara verbal dengan Chelsea. Ini sangat penting, ini berbeda dari apa pun yang pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Tidak ada yang pernah membuat pernyataan sebelum mereka menandatangani kontrak.”
Segala sesuatunya telah disepakati dan kemungkinan besar akan rampung dalam beberapa jam ke depan. “Saya di sini karena saya peduli dengan klub ini dan saya merasa pantas untuk menjawab pertanyaan Anda secara langsung hari ini sebelum saya pindah,” tambahnya.
Setelah kepergian Maresca dari Stamford Bridge dalam situasi yang kurang menyenangkan pekan lalu, Rosenior langsung menjadi kandidat utama. Namun, perpindahan tersebut sempat tertunda karena BlueCo, perusahaan investasi yang memiliki Chelsea dan Strasbourg, perlu menyeimbangkan kebutuhan kedua klub. Strasbourg sendiri saat ini tengah mencari manajer baru, dengan Gary O’Neil menjadi salah satu kandidat kuat.
Perpisahan Emosional dengan Strasbourg
“18 bulan terakhir adalah kebahagiaan dan yang terbaik dalam karier profesional saya,” kata Rosenior mengenai waktunya di Strasbourg. “Saya telah bertemu orang-orang luar biasa dan menciptakan kenangan luar biasa serta mencetak sejarah. Semua itu tidak akan terjadi tanpa investasi dari pemilik kami dan kerja keras presiden kami.”
Rosenior mengungkapkan bahwa ia telah diminati oleh banyak klub, termasuk klub Liga Champions, dan selalu terbuka mengenai hal ini kepada Marc Keller, sang presiden, serta pihak pemilik. “Saya akan mencintai klub ini sepanjang hidup saya, tetapi saya tidak bisa menolak Chelsea,” tegasnya.
Profil Pelatih Baru dan Tantangan di Stamford Bridge
Rosenior, yang meninggalkan Strasbourg di posisi ketujuh Ligue 1 dengan tim mudanya, memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dengan tiga dari lima direktur olahraga Chelsea. Mantan manajer Hull City ini dianggap sebagai prospek cerah dan diperkirakan tidak akan ada perubahan taktis besar dari gaya yang diterapkan Maresca sebelumnya.
Chelsea, yang saat ini berada di posisi kelima Premier League, akan menghadapi jadwal padat dalam waktu dekat:
- Premier League: Fulham vs Chelsea, Kamis, 16 Januari 2026, pukul 02.30 WIB. Siaran langsung dapat disaksikan melalui platform streaming Vidio.
- Carabao Cup (semifinal leg pertama): Chelsea vs Arsenal, Kamis, 23 Januari 2026, pukul 03.00 WIB. Pertandingan ini kemungkinan besar akan disiarkan melalui platform streaming Mola TV atau Vidio.
“Saya sangat antusias dengan masa depan,” ujar Rosenior. “Saya telah bekerja sepanjang hidup saya untuk menjadi pelatih dan mengelola klub sepak bola kelas dunia. Namun, ini juga membawa kesedihan atas apa yang saya tinggalkan. Ini emosional karena ini adalah hari terakhir dan terakhir kalinya saya bangun sebagai manajer Strasbourg.”
Rosenior mengonfirmasi bahwa dua asistennya, Kalifa Cissé dan Justin Walker, serta kepala analisis Strasbourg, Ben Warner, akan bergabung dengannya di Chelsea.
Masa Depan Chelsea di Tangan Rosenior
Penunjukan Rosenior menandai babak baru bagi Chelsea, yang berharap dapat menemukan konsistensi di bawah kepemimpinannya. Dengan latar belakang yang kuat dalam pengembangan pemain muda dan gaya taktis yang tidak jauh berbeda dari pendahulunya, Rosenior diharapkan dapat membawa stabilitas dan performa yang lebih baik bagi The Blues di sisa musim ini dan seterusnya. Keputusannya untuk meninggalkan Strasbourg demi Chelsea menunjukkan ambisi besar dan keyakinan akan potensi proyek di Stamford Bridge.
(LC/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment