Setiap pertandingan di Liga Champions musim ini semakin mendebarkan, dan beberapa pelatih memiliki kesempatan untuk menambah catatan impresif mereka. Kami telah mengamati sepuluh pelatih teratas berdasarkan rasio poin per pertandingan (PPM) yang diperoleh dalam kompetisi ini.
Perlu dicatat, kemenangan di fase knock-out tetap dihitung sebagai tiga poin, meskipun tidak ada poin resmi yang diberikan.
10. Thomas Tuchel – 1.96
Thomas Tuchel berhasil menempati posisi ke-10 dengan rasio PPM sebesar 1.96 setelah 67 pertandingan di Liga Champions. Pelatih asal Jerman ini telah membesut klub-klub seperti Dortmund, PSG, Chelsea, dan Bayern, dan berhasil meraih trofi bersama Chelsea setelah mengalahkan Manchester City di final 2021.
9. Louis van Gaal – 1.97
Louis van Gaal, mantan pelatih Manchester United, juga mencatat rasio poin yang bagus. Ia memulai karier Eropa-nya dengan Ajax pada tahun 1994 dan berhasil menjuarai Liga Champions pada 1995, sebelum akhirnya mengalahkan Juventus di final 1996 dengan Ajax. Kariernya dilanjutkan di Bayern Munich dan Barcelona, bahkan mengalami beberapa kekalahan di final.
8. Zinedine Zidane – 2.02
Zidane mencatatkan 53 pertandingan di Liga Champions dan sukses meraih gelar juara tiga kali berturut-turut bersama Real Madrid. Walaupun banyak klub mengincarnya sejak meninggalkan Madrid, ia belum mengambil alih tim baru dan kabarnya sedang mempertimbangkan pekerjaan di Timnas Prancis.
7. Pep Guardiola – 2.04
Pep Guardiola, yang dikenal dengan gaya permainan menyerang, memiliki tiga gelar Liga Champions dalam catatannya sementara masih dianggap kurang memuaskan di kompetisi ini oleh sebagian kalangan. Gelar pertamanya diraih pada 2009 bersama Barcelona diikuti dengan kesuksesan keduanya dua tahun kemudian. Setelah jeda panjang, ia kembali meraih gelar bersama Manchester City pada 2023.
6. Frank Rijkaard – 2.05
Frank Rijkaard adalah satu-satunya pelatih yang menangani Barcelona dalam kariernya, meraih gelar Liga Champions bersama klub tersebut pada tahun 2006. Dia kemudian menjabat di Galatasaray dan akhirnya di Saudi Arabia, serta diakui telah meletakkan dasar bagi suksesi Guardiola di Barcelona.
5. Luis Enrique – 2.06
Luis Enrique berpeluang meraih gelar ketiga Eropa setelah mengubah PSG menjadi salah satu tim papan atas. Setelah meraih sukses bersama Barcelona dengan trio penyerang hebat Messi, Neymar, dan Suarez, ia berhasil mengakhiri penantian PSG untuk gelar Eropa musim lalu.
4. Mikel Arteta – 2.14
Mikel Arteta dianggap berhasil mengubah Arsenal menjadi tim yang mampu bersaing di Eropa. Meskipun belum meraih trofi Eropa, ia memiliki rasio PPM yang baik dari 37 pertandingan yang dilakoninya, berkat pendekatan defensif yang diterapkannya.
3. Vincent Kompany – 2.19
Vincent Kompany, dengan hanya 27 pertandingan, bisa segera meraih trofi Liga Champions. Meskipun banyak keraguan saat diangkat sebagai pelatih Burnley yang baru terdegradasi, ia telah menunjukkan bahwa dirinya sangat cocok untuk Bayern dan berharap membawa klub tersebut kembali meraih kesuksesan Eropa.
2. Jupp Heynckes – 2.26
Jupp Heynckes mungkin kurang dikenal dalam perdebatan tentang pelatih hebat, namun prestasinya tidak bisa dianggap remeh. Dia telah meraih dua gelar Liga Champions, pertama dengan Madrid pada 1998 dan kedua dengan Bayern pada 2013, di mana tim tersebut melakukan treble yang mengesankan.
1. Hansi Flick – 2.3
Hansi Flick memulai karier manajerialnya dengan gemilang, meraih treble bersama Bayern termasuk kemenangan di final Liga Champions melawan PSG dengan skor 1-0. Meskipun mengalami kekalahan di fase perempat final dalam beberapa musim terakhir, Flick tetap menjadi pelatih yang jarang mengalami kekalahan di kompetisi ini.
Pencapaian para pelatih ini semakin memperkaya sejarah Liga Champions yang penuh drama dan kejutan. Kita tunggu bagaimana langkah selanjutnya dari mereka di fase knockout musim ini.
(LC/GN)
sumber : www.planetfootball.com
Leave a comment