Paris Saint-Germain Pertahankan Gelar Liga Champions
Paris Saint-Germain berhasil mempertahankan gelar UEFA Champions League mereka setelah meraih kemenangan melalui adu penalti melawan Arsenal di Puskás Aréna, Budapest. Ini menjadikan mereka juara berturut-turut dalam kompetisi bergengsi ini.
Jalur Meraih Gelar
Hasil
Fase Liga: W4 D2 L2 F21 A11 (Peringkat 11)
Play-off Fase Knockout: 5-4 agg vs Monaco
Babak 16 Besar: 8-2 agg vs Chelsea
Perempatfinal: 4-0 agg vs Liverpool
Final: 1-1 vs Arsenal (4-3 penalti)
Perjalanan Paris Saint-Germain di fase grup dimulai dengan baik, meraih kemenangan berturut-turut atas Atalanta, Barcelona, dan Leverkusen. Namun, mereka kehilangan poin setelah kalah dari Bayern dan Sporting CP, serta hasil imbang melawan Athletic Club dan Newcastle. Hasil campur ini membuat PSG hanya finish di posisi 11 pada tahap liga.
Di play-off fase knockout, PSG berhasil menjinakkan Monaco dengan agregat 5-4. Memasuki fase krusial, mereka kembali menunjukkan kualitas terbaik dengan menghancurkan Chelsea 8-2 secara agregat di babak 16 besar dan menaklukkan Liverpool 4-0 di perempatfinal.
Semi-final yang sangat menarik melawan Bayern München menjadi bukti ketajaman menyerang PSG, yang memastikan tempat mereka di final dengan agregat 6-5. Setelah tertinggal lebih dulu di final, PSG menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembélé di babak kedua dan akhirnya menang melalui adu penalti melawan Arsenal.
Mengapa Mereka Memenangkan Kompetisi
Kepercayaan diri yang didapat setelah menjuarai kompetisi ini setahun lalu menjadi modal besar bagi PSG. Mereka membuktikan bahwa keajaiban bisa terjadi lagi, menjadi hanya tim kedua setelah Real Madrid yang berhasil mempertahankan gelar di era UEFA Champions League. Walaupun fase liga mereka tidak konsisten, kemenangan agregat 8-2 atas Chelsea dan 4-0 atas Liverpool menunjukkan kualitas individu dan ketahanan tim yang luar biasa.
Pemain Kunci
Pencetak Gol Terbanyak: Khvicha Kvaratskhelia (10 gol)
Pemberi Assist Terbanyak: Achraf Hakimi, Khvicha Kvaratskhelia (6 assist)
Jarak yang Ditempuh: Vitinha (190.8 km)
Kecepatan Tertinggi: Lucas Hernández (39.6 km/jam)
Menit Bermain Terbanyak: Willian Pacho (1,560 menit)
Pemain Terbaik Fantasy: Khvicha Kvaratskhelia (121 poin)
Strategi Permainan
Pelatih Luis Enrique telah membangun PSG menjadi salah satu tim terkuat di era modern, terbukti dengan pencapaian dua gelar berturut-turut di Eropa. Kombinasi solid dari Marquinhos dan Willian Pacho di lini belakang memberi kebebasan kepada bek sayap, Nuno Mendes dan Achraf Hakimi, untuk berperan sebagai pemain sayap dan gelandang. Vitinha dan João Neves berfungsi sebagai pengatur tempo permainan, sementara Bradley Barcola, Ousmane Dembélé, Désiré Doué, dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi ancaman yang selalu membahayakan lawan di lini depan.
Pelatih: Luis Enrique
Pelatih yang memiliki pengalaman di Barcelona dan Real Madrid ini berhasil meraih sembilan trofi selama menjalani masa jabatan yang sukses di Barcelona. Sebelum bergabung dengan PSG, ia juga membawa tim nasional Spanyol ke semi-final EURO 2020. Di Paris, Enrique mengawali musimnya dengan meraih gelar ganda domestik dan membawa timnya meraih gelar Champions League pertama pada 2024/25, serta mengulangi sukses itu di 2025/26.
Pemain Kunci: Ousmane Dembélé
Meskipun cedera mengganggu performa Ousmane Dembélé musim lalu, ia tetap menunjukkan kontribusi penting dengan mencetak gol penyeimbang dari penalti di final, yang membawa pertandingan ke babak tambahan. Sebagai pemenang Ballon d’Or, Dembélé menjadi titik fokus yang tidak egois di lini depan, memaksimalkan potensi rekan-rekannya dan sering kali mencetak gol di momen krusial.
Fakta Menarik
Paris Saint-Germain menjadi klub kedua dalam era Liga Champions yang berhasil mempertahankan gelar mereka, setelah Real Madrid yang meraih tiga gelar berturut-turut antara 2016 dan 2018.
(LC/GN)
sumber : www.uefa.com
Leave a comment