PSG Melanjutkan Dominasi, Juara Liga Champions untuk Kedua Kalinya Berturut-turut
Paris Saint-Germain (PSG) telah mencatat sejarah dengan meraih gelar Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti di Puskás Aréna, Budapest, pada 30 Mei 2026. Hasil imbang 0-0 setelah waktu tambahan tidak mengubah pencapaian luar biasa ini, karena PSG berhasil menang 5-4 dalam drama adu penalti.
BUDAPEST
Rute PSG ke Final di Budapest
Champions League 2025/26 · 14 pertandingan · 44 gol · Juara bertahan
Fase Liga — 8 pertandingan
Fase Liga
Puncak tabel 36 tim · Pembuat gol terbanyak
P8 W6 D2
Lulus
Babak 16 Besar
Lawan (A & K)
Menang di kedua leg · Gol terus menerus
Menang
Lolos
Perempat-final
Lawan (A & K)
Menang secara agregat
Menang
Lolos
Semi-final — Bayern Munich · 6-5 secara agregat
Bayern Munich (K)
Leg pertama · Parc des Princes · Kvaratskhelia 2, Dembélé 2, João Neves / Kane 2, Upamecano, Luis Diaz, Olise
5-4
Rekor
Bayern Munich (A)
Leg kedua · Allianz Arena · Dembélé 3′ / Kane 90+4′ · Semi-final dengan skor tertinggi dalam sejarah CL
1-1
Final
Final — Arsenal · Puskás Aréna, Budapest
Arsenal
30 Mei 2026 · 0-0 setelah extra time · Menang 5-4 pada adu penalti · Safonov menyelamatkan tendangan penentu dari Gabriel · Marquinhos mencetak gol penentu
0-0
Juara
Pertandingan berakhir 0-0 setelah sembilan puluh menit dan berlanjut dengan waktu tambahan tanpa gol. Arsenal menunjukkan pertahanan yang solid, membuat PSG kesulitan untuk mencetak gol. Kvaratskhelia bahkan membentur tiang gawang di extra time. Selama seratus dua puluh menit, Safonov, kiper Arsenal, membuat tiga penyelamatan penting.
Dalam adu penalti, Dembélé, Vitinha, Kvaratskhelia, dan Fabian Ruiz sukses mencetak gol, sementara Gabriel gagal. Marquinhos, sebagai penendang terakhir, menuntaskan tugasnya dengan baik dan membawa PSG meraih gelar kedua berturut-turut.
Final di Istanbul lalu menunjukkan kemewahan permainan, tetapi di Budapest, PSG harus melalui pertarungan yang ketat yang dimenangkan oleh penyelamatan kiper. Namun, keduanya berakhir dengan catatan yang sama: PSG mengangkat trofi.
Rekor Final Liga Champions PSG
Juara berturut-turut · Istanbul 2025 · Budapest 2026
Final Liga Champions 2024/25
Menang
Atatürk Olympic Stadium, Istanbul · 31 Mei 2025 · Kvaratskhelia 2, Dembélé 2, João Neves · Gelar CL pertama bagi Luis Enrique
Final Liga Champions 2025/26
Menang
Puskás Aréna, Budapest · 30 Mei 2026 · Adu penalti setelah 0-0 · Safonov menyelamatkan penalti kelima Gabriel · Marquinhos mencetak gol penentu
Juara Liga Champions berturut-turut — era modern
PERAN ENRIQUE
Sejak QSI membeli PSG pada tahun 2011, perjalanan klub ini lebih banyak berfokus pada transfer pemain ketimbang gelar Liga Champions. Neymar, Mbappé, dan Messi pernah menghiasi skuat, tetapi pencapaian terbaik hanya sampai final 2020. Enrique mengambil alih tiga tahun kemudian dan melakukan perubahan besar.
Ia membiarkan Mbappé pergi ke Real Madrid dan menjual Neymar. Enrique lebih memilih untuk merekrut pemain muda yang lapar akan kesuksesan seperti Kvaratskhelia dari Napoli, João Neves dari Benfica, dan Doue dari Rennes.
Perubahan ini menandai pergeseran strategi dari membeli pemain yang memerlukan dukungan tim menjadi merekrut pemain yang dapat beradaptasi dengan skema permainan. Alhasil, PSG kini sukses meraih dua gelar Liga Champions tanpa mengandalkan pemain bintang seperti sebelumnya.
Pemain Kunci PSG
Pemain Kunci PSG di Champions League 2025/26
Empat pemain yang mendefinisikan perjalanan dari Istanbul ke Budapest
Kvaratskhelia
Pemain sayap · Georgia · Bergabung dari Napoli 2024
Usia 24
João Neves
Gelandang central · Portugal · Bergabung dari Benfica 2024
Usia 21
Dembélé
Pemain sayap · Prancis · Di PSG sejak 2023
Usia 29
Marquinhos
Bek tengah · Brasil · Kapten · 13 tahun di PSG
Usia 30
Kvaratskhelia, usia 24, menjadi salah satu pemain paling berbahaya di seantero Eropa, mencetak gol di Istanbul dan hampir mencetak gol di Budapest. João Neves, yang baru pada musim pertama, berkembang menjadi salah satu gelandang terkuat di kompetisi. Dembélé sudah memberikan kontribusi signifikan dalam kedua final. Marquinhos, dengan pengalaman 13 tahun di klub, menjadi sosok kunci dalam kemenangan ini dan sukses mengeksekusi penalti penentu.
PERBANDINGAN DENGAN MADRID
Real Madrid pernah mencetak sejarah dengan tiga gelar Liga Champions berturut-turut, tetapi PSG kini menjadi klub pertama yang meraih dua gelar berturut-turut sejak era Madrid itu, tanpa mengandalkan bintang seperti Ronaldo. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolektivitas tim yang dibangun oleh Enrique bisa menghadirkan hasil yang gemilang.
MENYONGSONG MUSIM DEPAN
Musim depan akan dimulai pada Agustus. Arsenal tidak akan tinggal diam, sedangkan tim-tim lain seperti Manchester City dan Liverpool juga akan berusaha bersaing. Semua manajer Eropa sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi PSG yang semakin matang dan berpengalaman.
Dengan pemain-pemain muda seperti Kvaratskhelia dan Neves, ditambah pengalaman Enrique sebagai pelatih, PSG akan semakin menonjol di musim mendatang. Dengan dua gelar Liga Champions di tangan, tantangan berikutnya adalah mempertahankan dominasi mereka di pentas Eropa.
(LC/GN)
sumber : provenquality.com
Leave a comment