Kesedihan David Raya Setelah Kalah di Final Liga Champions
David Raya mengungkapkan bahwa kekalahan Arsenal di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain membuatnya “hancur di dalam”, dan ia mengakui bahwa ia mungkin tak akan mendapatkan kesempatan lain untuk mengangkat trofi tersebut.
Pemain asal Spanyol ini berhasil meraih Golden Glove Premier League untuk ketiga kalinya berturut-turut saat Arsenal mengakhiri penantian selama 22 tahun untuk menjadi juara Inggris di musim 2025-26.
Peluang Emas yang Hilang
Di bawah arahan Mikel Arteta, tim Arsenal juga memiliki peluang untuk menjadi juara Eropa, mengikuti jejak Manchester United dan Manchester City yang sebelumnya berhasil meraih gelar di kedua kompetisi ini dalam satu musim di era Premier League.
Namun, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya dalam adu penalti, setelah Arsenal sempat memimpin 1-0 sebelum pada akhirnya ditahan imbang 1-1 oleh PSG, dan mengalami kekalahan menyakitkan melalui adu penalti.
Reaksi Raya
Raya mengaku bahwa kekalahan tersebut sangat memilukan baginya. Meskipun demikian, ia akhirnya bisa mengucapkan selamat kepada Fabian Ruiz saat keduanya bergabung untuk kampanye Piala Dunia Spanyol.
“Setelah final, saya tidak bisa bicara. Saya tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya. Hari berikutnya kami membahas pertandingan, hanya dua teman yang berbincang. Saya senang ia bisa mengangkat trofi untuk kedua kalinya,” ungkap Raya kepada The Guardian.
Raya juga menyatakan, “Saat Anda kalah di final Liga Champions, apalagi setelah 20 tahun menunggu, dan kemudian kalah di adu penalti, itu benar-benar menghancurkan hati. Saya meninggalkan pertandingan dengan kepala tegak karena kerja keras sepanjang tahun, tetapi saya merasa hancur di dalam karena kami sangat dekat.”
Statistik Menarik
1 – Gabriel Magalhães adalah pemain pertama yang menjatuhkan penalti di atas mistar gawang dalam adu penalti final Liga Champions sejak Serginho dari Milan pada tahun 2005.
Itu adalah penalti pertama yang diambil oleh Gabriel untuk Arsenal.
Keterpurukan dan Harapan
Arsenal menjadi klub yang paling banyak bermain di Liga Champions tanpa pernah meraih trofi, dengan total 226 pertandingan. Meski begitu, mereka merayakan gelar Premier League keesokan harinya setelah kekalahan dari PSG, yang sedikit mengangkat semangat Raya.
“Ketika saya pulang, saya merasa hancur. Malam itu sangat sulit. Namun, ketika berada di Emirates dan melihat para penggemar, itu mengangkat semangat saya. Ketika kami naik bus dengan trofi Premier League dan melihat orang-orang, Anda menyadari apa yang telah kalian capai,” tambah Raya.
“Kendati momen-momen itu sangat berat, saya mengingat bagaimana keadaan klub beberapa tahun lalu dibandingkan dengan sekarang, dan itu memberi saya harapan. Tahun depan kami ingin mencoba lebih baik dan meraih gelar Liga Champions.”
Jadwal Pertandingan Musim 2026-27
Jadwal pertandingan Premier League untuk Arsenal musim 2026-27 telah dirilis. Arsenal akan menjamu tim promosi, Coventry City di matchday pertama, dengan pertandingan melawan Aston Villa, Chelsea, Sunderland, dan Brighton juga akan segera menyusul setelah jeda internasional pertama.
(LC/GN)
sumber : www.soccernews.com
Leave a comment