PSG Melaju ke Final Liga Champions Usai Ulang Tahun Pertemuan dengan Arsenal
Jalannya Pertandingan
Ousmane Dembélé membuka skor pada menit ketiga yang sempat mengingatkan kita pada laga mendebarkan minggu lalu antara PSG dan Bayern Munich. Namun, sepertinya sekuel kali ini tidak seintens versi sebelumnya. Jika pekan lalu ditandai dengan permainan cepat dan efisien, laga kali ini terkesan lebih hati-hati.
Keunggulan agregat yang diperoleh Les Parisiens di awal leg kedua ini membuat Bayern Munich harus berjuang lebih keras, sementara PSG sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Para bintang Bayern belum mampu mengeluarkan performa terbaik, dengan Michael Olise dan Luis Diaz tampak kurang berdaya.
Harry Kane sempat menyamakan kedudukan di akhir waktu tambahan, namun pengelolaan permainan PSG patut mendapatkan pujian, khususnya dari para pemain bertahan seperti Marquinhos, Willian Pacho, dan Matvey Safonov.
Performa Pemain Kunci
Tahun lalu, Ousmane Dembélé mencetak gol dalam waktu empat menit di Emirates Stadium saat menghadapi Arsenal di leg pertama semi-final Liga Champions. Kali ini, ia kembali menggandeng Khvicha Kvaratskhelia, yang memberikan assist untuk gol pembuka. Kombinasi keduanya membuat Allianz Arena terdiam pada menit ketiga, dengan Kvaratskhelia melakukan umpan satu-dua yang brilian dengan Fabian Ruiz.
Fabian Ruiz kemudian berhasil menyerang sisi kiri sebelum memberikan umpan matang kepada Dembélé untuk menggandakan keunggulan agregat. Keduanya terlibat dalam lima gol PSG di leg pertama, menegaskan mereka sebagai andalan Luis Enrique saat tim membutuhkan kekuatan lebih. Pertandingan final melawan tim bertahan terbaik di kompetisi ini pada 30 Mei nanti akan menjadi tantangan besar bagi mereka.
Menanti Duel di Final
PSG kini akan bertemu Arsenal di babak final Liga Champions, mengulangi pertemuan di semi-final musim lalu. Meskipun Luis Enrique dan Mikel Arteta sama-sama berasal dari Spanyol, pendekatan mereka terhadap permainan musim ini sangat berbeda. Pelatih PSG berhasil menjadikan timnya menarik untuk ditonton, sementara pelatih Arsenal menjadikan timnya salah satu yang paling sulit dihadapi.
Final yang digelar di Budapest ini akan menjadi momen penting dalam sejarah. Les Parisiens telah menjadi salah satu tim langka yang berhasil mencapai final Liga Champions secara beruntun di abad ini. Dengan ini, PSG akan ikut tampil dalam final Liga Champions untuk ketiga kalinya dalam tujuh musim terakhir. Satu-satunya tim yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions di abad ini adalah Real Madrid di bawah Zinédine Zidane. Menarik untuk menantikan sejarah baru di Hungaria.
(LC/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment