Home Sepakbola Champions League Transformasi Paris St-Germain oleh Luis Enrique menjadi juara Liga Champions!
Champions League

Transformasi Paris St-Germain oleh Luis Enrique menjadi juara Liga Champions!

Share
Share

Perjalanan PSG: Dari Ketidakpastian Menuju Dominasi Global

Pada tahun 2011, Paris Saint-Germain (PSG) merupakan sebuah paradoks: sebuah klub dengan potensi besar di ibukota Eropa yang kaya akan talenta, namun kurang dalam struktur, prestise, dan stabilitas.

Klub ini tidak memiliki bintang, model yang berkelanjutan, atau filosofi sepakbola yang jelas. Meski sebelumnya pernah memiliki nama-nama besar seperti Ronaldinho, Pauleta, Ludovic Giuly, dan Claude Makelele, PSG perlu mendapatkan pengakuan dan kredibilitas dalam dunia sepakbola sebelum bisa bersaing dengan elite Eropa.

Kembalinya Suporter dan Era Baru

Suporter ultras dilarang setelah terjadi kekerasan yang mengakibatkan satu nyawa melayang, membuat Parc des Princes kehilangan pendukung paling fanatiknya selama lima tahun pertama era baru. Mereka baru kembali pada tahun 2016 ketika Nasser Al-Khelaifi memutuskan bahwa mayoritas tidak boleh dihukum karena tindakan segelintir orang.

Tahun-tahun awal di bawah QSI (Qatar Sports Investments) ditandai dengan pengeluaran agresif. Kritikus menyebutnya sebagai ‘era bling-bling’, tetapi manajemen klub melihatnya sebagai cara tercepat untuk mencapai puncak.

Kontroversi Sumber Pendanaan

Seperti halnya Newcastle dan Manchester City, PSG terus menghadapi pertanyaan mengenai sumber pendanaan mereka. Pemilik klub dituduh melakukan ‘sportswashing’, yakni investasi di bidang olahraga untuk memperbaiki reputasi negara yang ternoda.

Menarik Bintang Dunia

Perekrutan superstar global seperti Zlatan Ibrahimovic, Neymar, Kylian Mbappe, dan Lionel Messi membantu memasukkan PSG ke dalam pembicaraan global. Fase ini membawa dominasi domestik dan pencapaian yang dalam di Liga Champions, tetapi juga menciptakan ketegangan internal.

Bintang-bintang ini sering kali menentukan dinamika di ruang ganti, mempengaruhi keputusan taktik, dan kadang menutupi kepentingan tim dengan perdebatan yang tidak perlu, seperti jadwal latihan atau siapa yang harus mengambil penalti.

Baca juga:  Lamine Yamal Siap Pimpin Barcelona Comeback di Liga Champions Melawan Atletico!

Cerita di Balik Ketegangan

Saat Mbappe yang saat itu berusia 18 tahun berdiskusi dengan perwakilan klub, ia menyatakan keinginannya bergabung dengan PSG hanya jika dijamin bermain di setiap pertandingan. Neymar bahkan memiliki klausul dalam kontraknya yang memberinya hak untuk memutuskan tidak ikut dalam beberapa pertandingan.

Kunjungan legenda basket Kobe Bryant ke tempat latihan lama membuat Neymar dan Mbappe ingin mengubah rencana yang telah disiapkan oleh pelatih Unai Emery. Ketika Emery menginginkan mereka untuk beristirahat, kedua pemain ini ingin berlatih dengan semangat untuk mengesankan Kobe. Namun, keputusan Emery untuk berdiri teguh pada rencananya berujung pada ketegangan yang meninggalkan bekas.

Limitasi Model Bintang

Era ini membangun merek global PSG, tetapi juga menunjukkan batasan dari model yang terlalu mengandalkan bintang.

Dengan perjalanan yang penuh liku-liku, PSG kini tak hanya dikenal sebagai klub dengan banyak bintang, tetapi juga sebagai contoh tentang pentingnya keseimbangan antara individu dan tim dalam mencapai kesuksesan berkelanjutan di dunia sepakbola.

(LC/GN)
sumber : www.bbc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PSG berhasrat raih kesuksesan baru di Liga Champions!

PSG kembali berambisi meraih kesuksesan di Liga Champions, mengandalkan kombinasi pemain bintang...

Lima Pertemuan Terakhir Sebelum Final Liga Champions!

Dalam lima pertemuan terakhir sebelum final Liga Champions, ketegangan dan strategi kedua...

PSG: 1 Trofi Champions League, 2 Kali di Final.

PSG telah mencapai puncaknya dengan satu trofi Liga Champions, meskipun dua kali...

PSG vs Arsenal: Final Liga Champions – Jadwal, Tim, dan Lineup!

PSG berhadapan dengan Arsenal dalam final Liga Champions yang ditunggu-tunggu. Simak jadwal,...