Kekacauan Menghantui Perayaan PSG di Paris
Perayaan di jalanan ibu kota Prancis, Paris, pasca Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions pada 30 Mei 2026, ternoda oleh bentrokan kekerasan. Beredar video di media sosial China yang menunjukkan orang-orang merusak kendaraan dan meluncurkan kembang api, namun ternyata video tersebut sudah lama dan tidak berkaitan dengan kejadian terbaru. Salah satu video dibuat saat protes di Georgia tahun 2024, sedangkan yang lainnya diambil di Paris pada tahun 2022 dan 2025.
“PSG memenangkan Liga Champions, tetapi perayaan di Paris sepenuhnya terdistorsi dan berubah menjadi ajang pelampiasan frustrasi!” tulis sebuah unggahan Weibo yang dibagikan pada 31 Mei.
Dalam video yang terlampir, sekelompok pria tampak merusak sebuah mobil Mercedes-Benz berwarna hitam.
Postingan Facebook juga menunjukkan klip pada hari yang sama tentang mobil-mobil yang terbalik dan terbakar di jalanan yang dipenuhi puing-puing, sebelum berpindah ke sekumpulan orang yang merusak kaca panel halte bus.
“Paris terbangun oleh kerusuhan malam hari dengan jumlah penangkapan meningkat menjadi 416 — Le Figaro,” tulis keterangan dalam bahasa Mandarin tradisional.
Video lain yang dibagikan di Douyin pada 1 Juni menunjukkan beberapa orang meluncurkan kembang api, disertai keterangan dalam bahasa Mandarin yang menyebutkan bahwa ini adalah “penggemar sepak bola Prancis menggunakan kembang api gaya Gatling melawan polisi di Paris”.
Video-video ini muncul setelah PSG mengalahkan juara Liga Primer Inggris, Arsenal, dalam adu penalti untuk meraih gelar Liga Champions kedua berturut-turut. Namun, perayaan diwarnai bentrokan antara kelompok pemuda dan polisi di Paris serta kota-kota lain. Seorang pria dilaporkan tewas saat mengendarai sepeda motornya merayakan, sementara pihak berwenang melaporkan adanya penusukan dan serangan lainnya.
Video palsu juga diterbitkan di halaman Facebook surat kabar Hong Kong Wen Wei Po, serta di situs berita China dan dalam berbagai bahasa.
Pencarian gambar terbalik di Google menunjukkan bahwa video-video tersebut sudah lama. Salah satu klip pertama diunggah pada 9 Mei 2025 di X dengan teks dalam bahasa Turki bertuliskan “Ini Prancis”.
Kemenangan PSG 2025
Sebuah video yang diposting pada 9 Mei 2025 menunjukkan seorang pria dalam video berbahasa Prancis mengungkapkan: “Orang itu mencoba menabrak sekelompok orang. Dia kabur. Dia meninggalkan mobilnya. Saya jamin itu sangat intens bagi dia.”
Kantor kejaksaan Paris menyatakan pada 11 Mei 2025 bahwa pengemudi mobil tersebut ditangkap setelah melaju melewati kerumunan yang merayakan kualifikasi PSG untuk final Liga Champions di Champs-Élysées, melukai tiga orang.
Pencarian gambar terbalik lebih lanjut menemukan klip lain dari insiden yang sama yang diambil dari sudut berbeda, termasuk laporan video dari media Prancis Le Parisien dengan judul, “Mobil melaju ke kerumunan penggemar dekat Champs-Élysées setelah kemenangan PSG”.
Protes Paris 2022
Pemandangan mobil terbalik dan halte bus yang rusak diambil selama demonstrasi di Paris pada tahun 2022.
Bagian pertama video dibagikan oleh jurnalis Prancis Remy Buisine di X pada 24 Desember 2022. AFP juga menerbitkan video yang menunjukkan mobil yang sama terbalik.
Klip tersebut sebelumnya juga pernah dibagikan dengan klaim palsu yang mengaitkannya dengan protes terhadap reformasi pensiun di Prancis pada tahun 2023.
Protes Georgia 2024
Video ketiga yang dipublikasikan oleh media Spanyol El País pada 3 Desember 2024 menampilkan seorang demonstran sedang membangun meriam kembang api dalam protes pro-Eropa di Georgia.
Media lain juga menerbitkan klip yang sama dan menyebutkan bahwa itu terjadi di sekitar gedung parlemen di Tbilisi, Georgia.
Kesimpulan
Informasi yang salah tentang video-video terkait perayaan PSG ini menunjukkan bagaimana konten lama bisa digunakan untuk menciptakan narasi baru yang salah. Hal ini menyoroti pentingnya memverifikasi sumber informasi sebelum membagikannya di media sosial.
(LC/GN)
sumber : malaysia.news.yahoo.com
Leave a comment