Pertandingan Piala Dunia Iran vs Selandia Baru di SoFi Stadium
INGLEWOOD, California – Ratusan bendera pra-revolusi Iran dibawa ke SoFi Stadium saat pertandingan pembuka Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru, meskipun FIFA telah melarangnya. Momen yang cukup mencolok terjadi ketika sekelompok pendukung di sisi stadion mengangkat bendera mereka sebagai reaksi terhadap bendera besar dari pemerintah Iran yang dibentangkan di lapangan.
Keberadaan bendera pra-revolusi ini dibiarkan tanpa tantangan oleh petugas keamanan, meskipun FIFA berhasil memenangkan sidang pengadilan untuk melarang penampilan bendera tersebut karena dianggap membawa pesan politik yang dapat memicu kerusuhan. Kasus hukum ini diajukan oleh seorang penggemar Iran yang merasa bahwa larangan FIFA mengganggu kebebasan berpendapat, namun hakim menolak argumen tersebut.
Keputusan Keamanan Stadion
Sebelum pintu Stadion SoFi dibuka, seorang petugas keamanan dari kontraktor CSC menginformasikan bahwa dia diperintahkan untuk melarang penggemar masuk dengan bendera bertema pra-revolusi. Dia menunjukkan gambar-gambar bendera yang dilarang dalam grup WhatsApp kepada koleganya.
Saat sekelompok enam penggemar yang mengenakan kaus bertuliskan bendera pra-revolusi berusaha memasuki stadion, mereka dihentikan. Setelah beberapa diskusi, mereka diminta untuk menutupi kaus mereka dengan jaket atau membaliknya sebelum diizinkan masuk.
Pernyataan dari Para Penggemar
Salah satu penggemar, Mehdi, menyatakan bahwa mereka mengenakan kaus tersebut “karena ini adalah bendera sejati negaraku.” Sementara itu, seorang anak muda di sampingnya menambahkan bahwa bendera itu “berarti kebebasan.”
Pendukung lain, Aiden, yang datang bersama keluarganya dari pantai timur AS, menyatakan tidak mengalami masalah saat membawa bendera pra-revolusi. “Bendera yang dibawa FIFA bukanlah bendera yang benar-benar mewakili rakyat. Itu simbol penindasan, dan kami ingin membawa simbol kebebasan dan ekspresi kami,” ujarnya.
Respon Fans di Stadion
Di dalam stadion, banyak bendera Republik Islam yang terlihat, dan sebagian besar penggemar Iran tampak mendukung tim mereka. Namun, terdapat sekelompok penggemar yang mengangkat bendera pra-revolusi dan bersorak ketika Selandia Baru mencetak gol lebih dulu.
Selama babak pertama, sekelompok penggemar di barisan depan memegang spanduk berisi tulisan “MINAB168”, merujuk pada pembunuhan 168 anak-anak di sebuah sekolah dasar di Iran pada hari pertama konflik militer AS-Iran. Tim Iran juga mengenakan pin “#168” saat tiba di Meksiko menjelang Piala Dunia.
Penyitaan Spanduk
Spanduk tersebut disita oleh petugas stadion sebelum halftime. Beberapa penggemar yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Mohsen, Mehrdad, dan Amir mengungkapkan bahwa petugas tidak memberikan alasan untuk mengambil spanduk mereka.
Sementara itu, penggemar lain menginterupsi percakapan tersebut dan menuduh mereka menerima bayaran untuk mendukung tim Iran. Mohsen dengan tegas membantahnya dan menyatakan bahwa mereka hanya mendukung rakyat Iran dan anak-anak yang tewas.
Mohsen juga menegaskan bahwa semua anggota kelompok mereka tinggal di AS, dengan beberapa di antaranya lahir di sana dan lainnya berasal dari Iran. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, termasuk tiga di antaranya bergelar PhD.
Bendera yang Dilarang dan Tindakan Stadion
Beberapa penggemar menggambarkan bahwa mereka melihat bendera pra-revolusi yang disita oleh petugas stadion, meskipun jumlah pastinya tidak jelas. Di bagian atas stadion, beberapa penggemar mengangkat spanduk tulisan tangan yang bertuliskan: “42.000 #IranMassacre,” merujuk pada jumlah warga sipil yang dilaporkan tewas akibat tindakan represif otoritas Iran sejak awal tahun.
Pertandingan ini menjadi sorotan dan menggambarkan ketegangan antara identitas, kebebasan berpendapat, dan ketidakpuasan terhadap rezim yang berlangsung di arena olahraga.
(WC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment