Atlanta Siapkan Strategi Matang, Manfaatkan Hype Piala Dunia FIFA 2026 untuk Bisnis Lokal
Penyelenggaraan Leadership Perimeter Summit pada 8 Januari lalu memberikan gambaran mendalam mengenai persiapan Atlanta sebagai salah satu kota tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026. Pertemuan ini juga menjadi ajang bagi para pelaku bisnis untuk memahami strategi efektif dalam memaksimalkan keuntungan dari event olahraga terbesar di dunia tersebut.
Atlanta di Panggung Dunia
Atlanta akan menjadi sorotan global sebagai salah satu dari 16 kota tuan rumah di Amerika Utara untuk semifinal Piala Dunia FIFA, yang akan dimulai pada Juni 2026. Kota ini dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan, mencakup lima laga fase grup, satu pertandingan Round of 32, satu pertandingan Round of 16, dan salah satu semifinal turnamen.
Dalam panel diskusi yang dimoderatori oleh Mark Galvin, Chief Marketing and Operating Officer Discover Dunwoody, hadir pula Dan Corso, Direktur Eksekutif Atlanta Sports Council; David Abes dari Dash Hospitality; dan Sherry Jackman, Direktur Eksekutif Visit Decatur. Mereka berbagi wawasan global dan lokal tentang bagaimana bisnis dapat memanfaatkan popularitas seputar festival Piala Dunia untuk mendatangkan pendapatan.
Sejarah FIFA di Kota Peach
Menurut Corso, Atlanta menjadi salah satu dari hanya dua kota di Amerika Serikat, bersama Los Angeles, yang pernah menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA dan juga Olimpiade. FIFA pernah datang ke Atlanta pada tahun 1994 dengan misi serupa, namun saat itu belum ada stadion berumput dengan kapasitas tempat duduk yang memadai.
Meskipun Atlanta berhasil mendapatkan delapan pertandingan untuk edisi 2026—jumlah yang lebih dari perkiraan awal—kota ini tidak memenuhi syarat sebagai lokasi final. Hal ini dikarenakan Mercedes-Benz Stadium belum memenuhi mandat kapasitas 80.000 tempat duduk yang dipersyaratkan FIFA. Mercedes-Benz Stadium sendiri memiliki kapasitas 71.000 untuk pertandingan NFL, dan lebih dari 75.000 untuk acara besar seperti pertandingan sepak bola dan konser.
Dampak Ekonomi dan Inisiatif Komunitas
Corso memperkirakan bahwa dampak ekonomi dari penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia FIFA bisa melebihi 500 juta dolar AS di seluruh wilayah, bahkan lebih. Hal ini mengingat durasi acara yang berlangsung selama beberapa hari, berbeda dengan acara satu hari seperti Super Bowl NFL.
Sherry Jackman dari Visit Decatur mengungkapkan bahwa pihaknya berfokus pada promosi acara-acara di area tersebut tanpa melanggar larangan ketat FIFA terkait penggunaan nama atau logo mereka. “Kami sangat berhati-hati untuk tidak melanggar aturan FIFA, sembari menjadwalkan acara setiap hari di Decatur,” ujarnya. “Kami melihat ini bukan sebagai pencetak uang, melainkan investasi untuk masa depan kami. Kami ingin orang tahu bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan, tidak hanya di Atlanta, tetapi juga di Georgia.”
Decatur berencana untuk memulai perayaan selama 34 hari dengan konser dari Big Boi dari OutKast, dan diakhiri dengan konser oleh Indigo Girls. Semua acara akan berbayar, namun gratis untuk umum.
Restoran Lokal Bersiap Sambut Penggemar
David Abes, pemilik kompleks restoran Funwoody, meyakini bahwa tempatnya sudah memiliki elemen yang dibutuhkan untuk menarik penggemar FIFA. Kompleksnya dilengkapi dengan halaman besar yang menghadap ke layar televisi raksasa.
“Saya sangat antusias dengan pertandingan yang akan berlangsung di luar kota, karena kami bisa memanfaatkan apa yang sudah kami miliki—tempat yang energik dan menyenangkan,” kata Abes. “Kami hanya perlu fokus pada konsistensi dan produk yang sudah kami tawarkan.”
Restoran di kompleks Funwoody, termasuk Barn{n}, Morty’s Meat Supply, Message in a Bottle, dan Good Vibes Ice Cream Shop yang baru dibuka, akan menyesuaikan menu mereka. Mereka berencana menyajikan makanan dan minuman yang akrab bagi para penggemar tim negara yang berlaga, menambah pengalaman kuliner bagi para pengunjung.
Patuhi Aturan Ketat FIFA
Corso menekankan bahwa FIFA memiliki aturan yang sangat ketat mengenai penggunaan logo dan gambar terkait. Sebagai contoh, selama Piala Dunia, Mercedes-Benz Stadium akan dikenal hanya sebagai Atlanta Stadium, dan logonya akan ditutupi sepenuhnya.
“Mereka sangat protektif terhadap mitra mereka,” jelas Corso. “Misalnya, kami mengembangkan poster menggunakan semua pedoman, tetapi ditolak karena ada pesawat kecil di latar belakang, dan itu bukan warna Qatar Airways, yang merupakan mitra mereka.”
Restoran dan bar yang mengadakan acara nonton bareng juga dilarang menggunakan nama, rupa, dan citra FIFA. “Penting bagi setiap orang untuk menemukan cara menikmati pertandingan dan mempromosikan bisnis mereka, tetapi tetap menghormati aturan yang berlaku,” pungkas Corso.
(WC/GN)
sumber : roughdraftatlanta.com
Leave a comment