Kenaikan Harga Tiket Piala Dunia Mengguncang Asosiasi Sepak Bola
Sejumlah Asosiasi Sepak Bola mengalami lonjakan harga saat membeli tiket Piala Dunia untuk keluarga dan teman pemain, disebabkan oleh model penetapan harga dinamis yang diterapkan FIFA. Setelah undian yang dilakukan pada bulan Desember, FIFA memberikan kesempatan enam minggu kepada semua asosiasi nasional yang lolos untuk membeli tiket dengan harga tetap. Namun, permintaan tiket yang datang sejak akhir Januari dikenakan harga “adaptif” yang mengakibatkan biaya untuk sebagian besar pertandingan semakin meningkat.
Dampak Kenaikan Biaya
Salah satu eksekutif dari asosiasi nasional mengungkapkan bahwa mereka telah meminta ratusan tiket tambahan dalam beberapa pekan terakhir dan terkejut dengan jumlah tagihan yang diterima. Sebuah asosiasi lainnya melaporkan bahwa rata-rata biaya untuk tiket untuk keluarga pemain dan tamu mereka telah mencapai sekitar $3,000 (£2,200) per tiket setelah pembelian tambahan, yang merupakan beban tambahan signifikan terhadap dana turnamen mereka. Sumber FIFA mengklaim bahwa rata-rata biaya tiket yang dibeli oleh asosiasi nasional jauh lebih rendah dari $3,000.
Proses Penjualan Tiket
FIFA merencanakan penjualan tiket Piala Dunia dalam empat fase yang dimulai pada bulan Oktober, Desember, Januari, dan April, sebelum memperkenalkan jendela penjualan mendadak. Kesempatan utama bagi asosiasi nasional untuk membeli tiket muncul setelah undian Piala Dunia yang dilakukan di Washington pada 5 Desember; harga tiket terus meningkat setelah itu. Beberapa tiket tetap dengan harga Desember untuk enam negara yang lolos melalui playoff konfederasi pada bulan Maret, sementara semua tim yang lolos juga menerima sejumlah tiket gratis untuk delegasi dan tamu resmi mereka.
Banyak asosiasi nasional mengaku terkejut dengan kenaikan harga ini, meskipun sumber-sumber FIFA menegaskan bahwa syarat dan ketentuan penjualan sudah jelas sejak awal dan asosiasi yang menanggapi tenggat waktu mereka seharusnya tidak mengalami kenaikan harga. Misalnya, FA Inggris dilaporkan sudah membeli semua tiketnya pada bulan Desember dan tidak terdampak. Kekhawatiran muncul bahwa negara-negara kecil dengan anggaran terbatas akan paling terpengaruh oleh kenaikan harga tiket.
Dukungan dan Bantuan FIFA
Awal bulan Mei, FIFA menaikkan dana minimum untuk kualifikasi dan persiapan yang akan diberikan kepada setiap asosiasi nasional dari $10.5 juta menjadi $12.5 juta, dan juga menambahkan $16 juta yang akan dibagi di antara 48 tim yang lolos untuk membantu biaya perjalanan. Namun, banyak asosiasi besar masih memprediksi kerugian selama turnamen.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan dalam kongres FIFA bulan lalu bahwa ada 500 juta permintaan tiket dan semua tiket yang tersedia telah terjual, yang ia sebut sebagai 90% dari total inventaris global. FIFA juga memiliki pasar jual beli tiket sendiri, di mana harga di platform tersebut lebih murah untuk beberapa pertandingan dibandingkan dengan situs utama.
Harga Tiket dan Pasar Resale
Harga tiket kategori satu untuk pertandingan pertama Amerika Serikat melawan Paraguay di Los Angeles mencapai $2,735, sementara tiket kategori satu lainnya tersedia di situs resale FIFA seharga $1,300. Selain itu, pembeli dan penjual harus membayar komisi 15% kepada FIFA untuk menyelesaikan transaksi.
Di luar pasar FIFA, harga tiket tampak menurun. Menurut TicketData.com, yang melacak harga dari berbagai reseller, tiket termurah untuk 87 dari 91 pertandingan di AS dan Kanada telah mengalami penurunan dalam dua minggu terakhir.
Kritik dan Dukungan Terhadap Kebijakan FIFA
Kebijakan penjualan tiket FIFA telah menuai banyak kritik. Presiden AS saat ini, Donald Trump, menyatakan, “Saya tidak akan membayar itu,” saat diminta pendapatnya tentang harga tiket untuk pertandingan pertama negaranya. Meski demikian, FIFA tetap membela harga tersebut sebagai sesuai dengan yang dikenakan untuk acara premium lainnya di pasar AS, dan mendapatkan dukungan dari ketua tim tugas Piala Dunia Trump, Andrew Giuliani, yang mengatakan kepada Financial Times: “Kami tidak percaya pada kontrol harga.”
(WC/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment