Menanggapi Usulan Pertukaran, Menteri Keuangan Italia Sebut “Memalukan”
Para pejabat olahraga Italia menegaskan bahwa tim nasional yang sudah meraih empat titel juara dunia tersebut tidak akan menggantikan Iran di Piala Dunia mendatang, meski ada saran dari seorang pejabat pemerintahan Trump.
Saat ini, Iran belum menarik diri dari Piala Dunia dan timnya tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di AS meski konflik di Timur Tengah terus berlangsung. FIFA telah memastikan bahwa pertandingan grup yang berlangsung dekat Los Angeles dan Seattle akan tetap dilaksanakan sesuai rencana pada bulan Juni.
Financial Times melaporkan bahwa Paolo Zampolli, utusan khusus AS untuk kemitraan global, mengusulkan pertukaran ini kepada Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Dalam wawancara telepon dengan Associated Press pada 24 April, Zampolli menegaskan bahwa “permintaan saya bukanlah permintaan politik.” Permintaan tersebut disampaikan kepada Trump dan Infantino pada 23 April sebagai rencana cadangan jika Iran tidak dapat berpartisipasi pada menit terakhir.
Reaksi Pejabat Italia
Para pejabat Italia memberikan tanggapan keras terhadap usulan tersebut. Menteri Olahraga Andrea Abodi menyatakan, “Pertama, ini tidak mungkin. Kedua, ini bukan ide yang baik.”
Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, juga menolak gagasan tersebut, mengatakan, “Saya akan merasa terhina. Anda harus pantas untuk pergi ke Piala Dunia.”
Menteri Keuangan Italia, Giancarlo Giorgetti, menyebut usulan itu “memalukan.”
Pernyataan Trump
Beberapa jam setelahnya, Trump ditanya di Gedung Putih tentang kemungkinan pemain sepak bola Iran tidak diizinkan masuk ke AS untuk Piala Dunia. Ia awalnya berkomentar ringan, “Saya tidak memikirkan hal itu terlalu banyak,” sebelum menambahkan, “Itu pertanyaan yang menarik.”
“Biarkan saya memikirkan hal itu,” tambahnya, sebelum ia mengalihkan pembicaraan kepada Sekretaris Negara Marco Rubio, yang menyatakan, “Tidak ada yang dari AS yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak dapat datang.”
Rubio juga menambahkan bahwa masalah dengan Iran bukan pada atletnya, melainkan pada orang-orang lain yang ingin mereka bawa bersamanya.
Status Iran di Piala Dunia
Iran merupakan salah satu tim pertama yang lolos ke Piala Dunia, sementara Italia mengalami kegagalan untuk tampil di turnamen ini untuk ketiga kalinya berturut-turut, yang menyebabkan pengunduran diri pelatih tim nasional dan presiden federasi sepak bolanya.
Zampolli, yang telah lama memiliki hubungan dekat dengan keluarga Trump, menyampaikan bahwa kehadiran tim nasional Italia di Piala Dunia akan memberikan justifikasi mengingat mereka telah memenangkan empat gelar.
Sementara itu, kedutaan besar Iran di Roma mengecam pernyataan Zampolli, menegaskan bahwa “Sepak bola milik rakyat, bukan politisi.” Mereka menambahkan bahwa Italia meraih kejayaan sepak bola melalui usaha di lapangan, bukan melalui intrik politik.
Ketegangan seputar status Iran di Piala Dunia, yang akan dimulai bulan Juni mendatang, menjadi topik yang hangat diperbincangkan setelah serangan militer AS dan Israel ke negara tersebut pada bulan Februari. FIFA tetap teguh bahwa Iran akan mengikuti jadwal Piala Dunia yang telah ditentukan dan tidak akan memindahkan pertandingan mereka ke Meksiko.
Iran sudah mendapatkan salah satu dari delapan tempat yang dijamin untuk Piala Dunia dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Jika Iran memutuskan untuk mundur, seharusnya UAE yang akan menggantikan posisi mereka sebagai tim Asia dengan peringkat tertinggi yang tidak lolos.
Kesimpulan
Situasi ini menunjukkan kompleksitas yang terjadi di balik layar Piala Dunia, dan bagaimana aspek politik sering kali berinteraksi dengan dunia olahraga, menunjukkan dampak yang mendalam pada tim dan para pemain yang terlibat.
(WC/GN)
sumber : www.tbsnews.net
Leave a comment