Home Sepakbola FIFA world cup 2026 Italia raih kejayaan dunia di stadion yang terlupakan!
FIFA world cup 2026

Italia raih kejayaan dunia di stadion yang terlupakan!

Share
Italia raih kejayaan dunia di stadion yang terlupakan!
Share

Sejarah Stadion yang Hilang dan Menangnya Italia di Piala Dunia 1934

Tidak ada lagi jejak dari Stadio Nazionale del PNF (Stadion Nasional Partai Fasis Nasional) di peta Roma saat ini. Stadion yang dibangun pada 1911 ini ditutup permanen pada 1953 dan kemudian dirobohkan sepenuhnya. Namun, jika kita menggeser debu sejarah, jelas bahwa di tanah yang kini hilang inilah cerita kemenangan pertama Italia di dunia ditulis.

Final Piala Dunia Pertama yang Seru

Pada 10 Juni 1934, final Piala Dunia kedua yang diorganisir FIFA menyaksikan pertarungan seru untuk supremasi. Selain itu, pertandingan ini juga menjadi panggung politik bagi Perdana Menteri Italia, Benito Mussolini, untuk memperlihatkan kekuatan rezim fasisnya.

Di bawah asuhan pelatih legendaris Vittorio Pozzo, Italia bangkit sebagai kekuatan baru dalam sepak bola dunia. Sementara itu, Cekoslowakia dikenal dengan gaya permainan yang anggun. Di tengah cuaca terik hampir 40 derajat Celsius, kedua tim bertarung untuk meraih gelar juara. 55.000 penonton di stadion tidak pernah membayangkan bahwa laga ini akan menjadi final Piala Dunia pertama dalam sejarah yang harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Jalannya Kualifikasi yang Kontroversial

Piala Dunia 1934 unik karena untuk pertama kalinya, tim harus melalui pertandingan kualifikasi untuk mencapai turnamen final. Italia, meski menjadi tuan rumah, juga harus berjuang. Mereka berhasil melaju ke babak utama setelah mengalahkan Yunani 4-0 di San Siro, namun kemenangan ini membawa kontroversi.

Terdapat tuduhan bahwa Italia melanggar aturan FIFA dengan memainkan tiga pemain yang tidak memenuhi syarat, yaitu Luis Monti, Enrique Guaita, dan Anfilogino Guarisi. Menurut aturan, seorang pemain yang pernah mewakili negara lain harus sudah tinggal di negara baru setidaknya selama tiga tahun, tetapi ketiga pemain tersebut tidak memenuhi syarat tersebut. Uniknya, FIFA tampak memperketat aturan terhadap Romania namun mengabaikan ‘tipu daya’ Italia.

Kontroversi tidak berhenti sampai di situ. Pertandingan kualifikasi kedua seharusnya berlangsung di Athena, tetapi batal dimainkan. Dulu, dikatakan bahwa Yunani tidak ingin dihina lebih jauh setelah kekalahan. Namun, ternyata muncul informasi bahwa Italia menawarkan bantuan keuangan kepada Federasi Sepak Bola Yunani yang sedang kesulitan. Sebagai imbalannya, Yunani mundur dari Piala Dunia dan pertandingan dibatalkan.

Baca juga:  Belanda Gaet Legenda Man United Lagi untuk PD 2026!

Mencari Juara Dunia Baru

Uruguay, yang merupakan juara Piala Dunia 1930 dan tuan rumah turnamen tersebut, marah atas ketidakhadiran sebagian besar negara Eropa di turnamen itu. Akibatnya, mereka memboikot Piala Dunia 1934 yang diadakan di Italia. Ini menjadi satu-satunya kasus dalam sejarah Piala Dunia di mana juara bertahan tidak berpartisipasi untuk mempertahankan gelar.

Sementara itu, Argentina sebagai runner-up edisi sebelumnya juga tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Swedia.

Menuju Final

Enam belas tim berpartisipasi dalam Piala Dunia kedua ini, yang berlangsung sepenuhnya dalam format knock-out, tanpa babak grup.

Italia memulai kampanye dengan mengalahkan Amerika Serikat 7-1. Di perempat final, setelah pertandingan melawan Spanyol berakhir 1-1, mereka menang di pertandingan ulang dengan skor 1-0 untuk melaju ke semifinal. Selanjutnya, Azzurri mengalahkan Austria 1-0 untuk mengamankan tempat di final.

Sementara itu, Cekoslowakia mengalahkan Romania 2-1 di pertandingan pembuka. Mereka kemudian menang atas Swiss 3-2 di perempat final dan menyingkirkan Jerman dengan skor 3-1 di semifinal untuk mencapai babak final.

Statistik Pertemuan

Final ini merupakan pertemuan ke-11 antara kedua tim dalam sejarah sepak bola mereka. Dari sepuluh pertandingan sebelumnya, catatan masing-masing tim seimbang—masing-masing memiliki tiga kemenangan, sementara empat pertandingan berakhir imbang.

Italia memasuki final dengan kepercayaan diri setelah menang atas Cekoslowakia 2-0 pada Mei 1933 di Florence di ajang Central European International Cup.

Final: Menggambarkan Politik di Balik Sepak Bola

Beberapa hari sebelum Piala Dunia dimulai, Mussolini memberikan peringatan keras kepada pelatih Pozzo. Dia menegaskan: “Kamu bertanggung jawab atas kesuksesan, tetapi jika gagal, semoga Tuhan membantumu.” Ancaman tersirat ini sampai ke telinga para pemain.

Pada suatu acara, Mussolini bahkan melambai-lambaikan jarinya di lehernya di depan mereka, menyiratkan: “Kamu harus menang, atau…”—memperlihatkan beratnya tekanan dari pemimpin fasis tersebut.

Baca juga:  Nonton UEFA Nations League dan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di fuboTV!

Dalam cuaca panas, Italia tertinggal di menit ke-71 setelah Antonin Puc mencetak gol untuk Cekoslowakia. Namun, dengan menggenjot semangat, Raimundo Orsi menyamakan kedudukan di menit ke-81. Setelah tidak ada tambahan gol di waktu normal, final Piala Dunia kali ini harus berlanjut ke babak tambahan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pada menit ke-95, penyerang tengah Angelo Schiavio mencetak gol kemenangan untuk Italia. Dia sangat kelelahan hingga sempat tidak sadar di lapangan setelah mencetak gol.

Muncul pula desas-desus mengenai pengaruh di luar lapangan terkait kemenangan ini. Monti kemudian mengungkapkan bahwa wasit asal Swedia, Ivan Eklind, menghadiri makan malam bersama Mussolini pada malam sebelum final. Ketika babak pertama berakhir tanpa gol, Mussolini sendiri masuk ke ruang ganti dan menegur Monti, menyatakan bahwa Eklind memang “bekerja sama”, tetapi Monti tidak boleh melakukan pelanggaran berlebihan yang menyulitkan tugas wasit.

Akhirnya, Italia mengangkat Trofi Jules Rimet untuk pertama kalinya dengan kemenangan 2-1. Tim tersebut juga menerima Coppa del Duce yang dibuat khusus oleh Mussolini untuk mengagungkan diri dan rezim fasisnya.

Media lokal melaporkan kemenangan ini dengan nada yang khas. La Gazzetta dello Sport menuliskan di halaman depannya: “Azzurri merebut Kejuaraan Dunia di hadapan Mussolini.” Sementara itu, La Stampa menyebut: “Pemain sepak bola Italia di hadapan Il Duce menjuarai kejuaraan dunia.”

Catatan yang Tak Terputus

Pemain tengah Monti tetap menjadi sosok unik dalam sejarah sepak bola, memegang rekor sebagai satu-satunya yang bermain di dua final Piala Dunia untuk dua negara berbeda. Pada tahun 1930, ia mewakili Argentina di final melawan tuan rumah Uruguay dan menjadi pihak yang kalah. Namun, empat tahun kemudian di 1934, berkat akar keturunannya, ia akhirnya merasakan manisnya gelar Piala Dunia saat bermain untuk Italia.

(WC/GN)
sumber : www.thedailystar.net

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Australia Hadapi Ujian Berat Jelang Piala Dunia 2026!

Australia menghadapi tantangan besar menjelang Piala Dunia 2026, dengan persiapan tim yang...

Kansas City dan New York jadi tempat latih tim Piala Dunia 2026!

Kansas City dan New York terpilih sebagai lokasi pelatihan resmi tim untuk...

FIFA Ungkap 48 Lokasi Pelatihan Tim Piala Dunia!

FIFA telah mengumumkan 48 lokasi pelatihan untuk tim-tim yang berpartisipasi dalam Piala...

Ivory Coast Umumkan Skuad Piala Dunia 2026!

Ivory Coast telah mengumumkan skuad resmi untuk Piala Dunia 2026, menampilkan pemain-pemain...