Sejarah Penuh Warna Bafana Bafana di Piala Dunia Jelang 2026
Afrika Selatan Menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Foto: Gallo Images
Bafana Bafana, tim nasional sepak bola Afrika Selatan, mendapatkan sorotan menjelang Piala Dunia FIFA 2026, setelah tim ini kembali ke panggung global untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah turnamen pada tahun 2010.
Bafana Bafana telah berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002. Dengan ini, edisi 2026 akan menjadi penampilan keempat Afrika Selatan di Piala Dunia, setelah debut mereka pada tahun 1998. Menariknya, setiap penampilan mereka dalam turnamen ini terjadi di dekade yang berbeda.
Pelatih Bafana Bafana: Hugo Broos
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada tahun 2021, Hugo Broos telah membawa perubahan signifikan. Setelah gagal lolos ke Piala Afrika 2021, tim ini berhasil meraih tiket ke Piala Afrika 2023 dan 2025, serta menempati posisi ketiga di edisi 2023, sekaligus memastikan tempat di Piala Dunia 2026. Broos kini ingin mencetak sejarah baru dengan membawa timnya melangkah ke babak knockout, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh pelatih Afrika Selatan sebelumnya.
Sejarah Piala Dunia Afrika Selatan
- Konfederasi: CAF
- Piala Dunia Terbaik: Babak grup (1998, 2002, 2010)
- Piala Dunia Terakhir: 2010 (Babak grup)
- Piala Dunia Pertama: 1998 (Babak grup)
- Penampilan Piala Dunia: 4 (1998, 2002, 2010, 2026)
- Hasil Kualifikasi Berturut-turut: Satu
- Tuan Rumah Piala Dunia: 2010 (Babak grup)
- Rekor Piala Dunia Keseluruhan: P9 W2 D4 L3 F11 A16
Piala Dunia 1998 – Prancis
Tournament 1998 menandai debut Afrika Selatan di panggung dunia. Sebagai juara AFCON 1996 dan runner-up AFCON 1998, mereka membuka turnamen dengan tantangan berat melawan tuan rumah Prancis, yang berakhir dengan kekalahan 0-3. Bafana meraih poin dan gol pertama di Piala Dunia dengan hasil imbang 1-1 melawan Denmark, berkat gol dari Benni McCarthy. Mereka menutup kampanye dengan hasil imbang 2-2 melawan Arab Saudi, menempati posisi ketiga di grup.
Piala Dunia 2002 – Korea Selatan dan Jepang
Piala Dunia 2002 dianggap sebagai penampilan terbaik Afrika Selatan. Meski terhenti di babak grup, mereka mencatat peringkat ke-17 secara keseluruhan. Bafana mulai dengan hasil imbang 2-2 melawan Paraguay dan meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia dengan skor 1-0 atas Slovenia. Namun, mereka kalah 3-2 dari Spanyol, yang membuat mereka tersingkir berdasarkan tiebreaker.
Piala Dunia 2010 – Afrika Selatan
Pada tahun 2010, Afrika Selatan menciptakan sejarah sebagai negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Mereka memulai turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Meksiko, yang akan menjadi laga pembuka pada Piala Dunia 2026 mendatang. Bafana kemudian menghadapi Uruguay dan kalah 0-3 sebelum mengalahkan Meksiko 2-1. Sayangnya, mereka tersingkir dari fase grup sebagai tuan rumah pertama yang tidak lolos ke babak knockout.
Pencetak Gol Terbaik Afrika Selatan di Piala Dunia
Benni McCarthy dan Shaun Bartlett memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak Afrika Selatan di Piala Dunia, masing-masing mencetak dua gol.
Pemain dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
Empat pemain Afrika Selatan, yaitu Lucas Radebe, Benni McCarthy, Quinton Fortune, dan Aaron Mokoena, masing-masing memiliki enam penampilan di Piala Dunia. Tiga di antara mereka adalah bagian dari skuad 1998 dan 2002, sementara Mokoena adalah bintang muda di 2002 sebelum menjadi kapten di edisi 2010.
Momen Tak Terlupakan Afrika Selatan di Piala Dunia
Salah satu momen paling berkesan adalah gol pembuka Piala Dunia 2010 oleh Siphiwe Tshabalala. Gol spektakuler dari pemain Kaizer Chiefs itu berhasil membawa kegembiraan bagi seluruh benua.
Kemenangan Terbesar Afrika Selatan di Piala Dunia
Afrika Selatan mencatat dua kemenangan di Piala Dunia. Kemenangan atas Slovenia menjadi bersejarah, namun keberhasilan mereka mengalahkan juara 1998, Prancis, dengan skor 2-1 di kandang sendiri merupakan yang paling dikenang.
Kembalinya Bafana Bafana ke Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi sepak bola Afrika Selatan untuk menunjukkan perkembangan dan potensi mereka di arena global. Harapan tersisa menyusul keberhasilan mereka dalam kualifikasi di bawah kepemimpinan Hugo Broos.
(WC/GN)
sumber : www.soccerladuma.co.za
Leave a comment