Harga Tiket dan Biaya Transportasi Melonjak, Piala Dunia 2026 Dihadapkan pada Tantangan
Piala Dunia FIFA 2026 tengah menghadapi masalah serius, dan kali ini bukan soal pertandingan atau tim yang bertanding. Masalah yang dihadapi adalah biaya. Banyak penggemar kesulitan menghadapi harga tiket yang sangat tinggi, biaya perjalanan yang mahal, dan meningkatnya biaya transportasi di kota-kota penyelenggara di Amerika Serikat.
Seharusnya, event ini menjadi momen besar untuk pengembangan sepak bola di Amerika Utara, namun kini bisa berujung menjadi pengalaman yang mahal dan sulit dijangkau oleh banyak penggemar.
Kenaikan Harga Tiket yang Mengejutkan
Kenaikan harga tiket menjadi sorotan utama. Untuk pertandingan yang lebih kecil, penggemar harus merogoh kocek sebesar sekitar $140. Namun, untuk pertandingan besar, harga bisa menembus angka $11,000. Sebagai contoh, tiket kategori satu untuk pertandingan Amerika Serikat melawan Paraguay di California dibanderol dengan harga $4,105. Sementara itu, tiket reguler masih berada di kisaran $2,000 atau lebih.
Bagi banyak penggemar, masuk ke stadion sudah merupakan tantangan tersendiri.
Biaya Transportasi yang Mengancam
Namun, masalah tidak berhenti di sana. Biaya perjalanan dan transportasi semakin memperburuk situasi. Penggemar yang berhasil mendapatkan tiket kini harus menghadapi biaya tinggi hanya untuk sampai ke stadion.
Respon dari Otoritas dan FIFA
Di New Jersey, masalah ini menjadi topik hangat. Biaya transportasi ke MetLife Stadium meningkat dengan tajam. Perjalanan pulang-pergi kini dikenakan biaya $150, jauh lebih tinggi dibandingkan tarif biasa sebesar $12.90. Di Boston, tiket kereta juga mengalami kenaikan, mencapai $80 hingga $90.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, mengungkapkan ketidakpuasannya. Ia menyatakan, “Kami mewarisi sebuah kesepakatan di mana FIFA tidak menyediakan dana untuk transportasi Piala Dunia.” Ia menambahkan, “Sementara NJ TRANSIT dibebani biaya $48 juta untuk membawa penggemar ke dan dari pertandingan, FIFA menghasilkan $11 miliar. Saya tidak akan membiarkan warga New Jersey menanggung beban itu selama bertahun-tahun.”
Di sisi lain, FIFA membela diri dengan menyatakan bahwa saat New Jersey menyetujui untuk menjadi tuan rumah pada tahun 2018, mereka telah menerima tanggung jawab atas transportasi. Kesepakatan itu kemudian diubah pada tahun 2023, yang mengizinkan negara bagian mengenakan biaya kepada penggemar.
FIFA juga berpendapat bahwa Piala Dunia akan mendatangkan jutaan penggemar ke Amerika Utara beserta dampak ekonomi terkait. Mereka meyakini bahwa uang yang masuk ke wilayah tersebut akan menutupi biaya-biaya ini.
Taylor Twellman, mantan pemain USMNT, mempertanyakan situasi ini. Ia mengatakan, “Kita harus bertanya kepada FIFA, apa yang sebenarnya terjadi di sini? Mengapa ini menjadi narasi utama dan bukan pengembangan olahraga?”
Tidak semua kota menghadapi masalah serupa. Kansas City menawarkan paket seharga $50 untuk perjalanan bus tanpa batas selama turnamen. Philadelphia juga tetap mempertahankan harga transportasi reguler dan bahkan merencanakan acara fan gratis. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan sederhana: jika beberapa kota bisa menekan biaya, mengapa yang lain tidak bisa?
Dampak dari masalah ini jelas. Jika skema biaya tidak ditangani dengan baik, banyak penggemar mungkin akan terhalang untuk menikmati salah satu event olahraga terbesar di dunia ini, yang seharusnya menjadi kesempatan bagi pertumbuhan olahraga sepak bola di tingkat lokal.
(WC/GN)
sumber : timesofindia.indiatimes.com
Leave a comment