Menjelang Pertandingan Ke-1,000, Pep Guardiola dan Pengaruhnya di Premier League
Pep Guardiola akan mencapai momen penting dalam karier manajerialnya saat Manchester City menghadapi Liverpool di Etihad Stadium pada hari Minggu. Pertandingan ini akan menjadi yang ke-1,000 bagi Guardiola sejak pensiun sebagai pemain, sebuah pencapaian yang jarang dicapai oleh manajer lainnya dalam dunia sepak bola.
Pentingnya Laga Ini bagi Guardiola
Guardiola mengungkapkan, “Jika saya bisa memilih satu rival untuk momen pribadi ini, [Liverpool] adalah yang terbaik.” Ia memandang Liverpool, terutama di bawah asuhan Jurgen Klopp, sebagai rival terbesar di Inggris.
Prestasi dan Rekor Guardiola
Sejak melatih Barcelona hingga Bayern Munich dan kini di Manchester City, reputasi Guardiola semakin mengukuhkan dirinya dalam jajaran pelatih terbaik sepanjang masa. Dalam hampir satu dekade di City, ia berhasil meraih 18 trofi dari 549 pertandingan.
- Enam gelar Premier League dalam tujuh musim.
- Tim pertama yang meraih empat gelar berturut-turut di Inggris.
- Tim pertama yang mengumpulkan 100 poin dalam satu musim Premier League (2017/18).
- Satu-satunya tim yang meraih treble domestik Inggris (Premier League, FA Cup, EFL Cup) pada 2018/19.
- Manajer pertama yang memenangkan treble Eropa dengan dua klub berbeda.
Rekor Manajerial Guardiola
| Klub | P | W | D | L | Persentase Kemenangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Barcelona B | 42 | 28 | 9 | 5 | 66.7% |
| Barcelona | 247 | 179 | 47 | 21 | 72.5% |
| Bayern Munich | 161 | 121 | 21 | 19 | 75.2% |
| Manchester City | 549 | 387 | 79 | 83 | 70.5% |
| Total | 999 | 715 | 156 | 128 | 71.6% |
Inovasi dan Dampak Guardiola dalam Sepak Bola
Guardiola dikenal tidak hanya karena jumlah trofi yang ia raih, tetapi juga karena pengaruhnya dalam mengubah cara bermain sepak bola. Ia memperkenalkan konsep full-back terbalik untuk meningkatkan kemampuan menyerang tim, serta menekankan pentingnya penguasaan bola dan permainan positional.
Bek City, Ilkay Gundogan, menekankan bahwa Guardiola membuka mata banyak orang tentang detail dan ambisi dalam permainan. Ini terlihat dari perubahan taktik yang sering ia terapkan selama pertandingan, termasuk pendekatan yang lebih langsung di musim ini.
Posisi Guardiola di Antara Manajer Premier League Terbaik
Meskipun Guardiola berada di peringkat ke-12 dalam jumlah pertandingan yang dikelola di Premier League, ia memiliki rata-rata poin per pertandingan tertinggi di antara manajer yang telah mengelola lebih dari 50 laga, yaitu 2.3 poin per pertandingan.
Menandingi yang Terbaik
Bersejarah dalam pembicaraan mengenai manajer terbaik, Sir Alex Ferguson mendominasi dengan 13 gelar Premier League bersama Manchester United, sementara Arsene Wenger terkenal dengan tim “Invincibles”-nya yang tidak terkalahkan pada musim 2003/04. Jurgen Klopp juga mencatatkan namanya dengan gaya permainan gegenpressing yang inovatif.
Gary Lineker, mantan striker Inggris, menyebut Guardiola sebagai pelatih terbaik sepanjang masa, mengesampingkan pencapaian Ferguson. Dalam pandangan Guardiola, meskipun memiliki pengaruh besar, ia tetap tidak berpikir untuk menjadi yang terbaik. “Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik dan melihat apa yang terjadi,” ujarnya.
Bagaimanapun, penampilan Guardiola di Premier League telah membawa dampak besar bagi tim dan juga perkembangan sepak bola Inggris secara keseluruhan. Keberhasilannya akan selalu dikenang dan menjadi bagian penting dari sejarah kompetisi ini.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment