Nasib Ten Hag di Manchester United dan Bayer Leverkusen
Awal yang Menjanjikan Bersama Manchester United
Saat Erik Ten Hag mengambil alih Manchester United, ia mewarisi ruang ganti yang penuh gesekan dan fanbase yang sangat menginginkan arahan. Di musim pertamanya, ia membawa Setan Merah finis di posisi ketiga Liga Premier, meraih trofi Carabao Cup, dan mencapai final FA Cup serta perempat final Liga Europa. Namun, musim keduanya berujung tragis. Meski telah mendatangkan pemain mahal seperti Rasmus Hojlund, Mason Mount, dan Andre Onana, United justru merosot ke peringkat kedelapan, menjadi finis terburuk mereka di era Liga Premier. Kegagalan di fase grup Liga Champions menambah derita klub. Meskipun begitu, melawan semua prediksi, Ten Hag berhasil mengalahkan Manchester City di final FA Cup, yang memberikan sedikit penebusan dan meyakinkan manajemen untuk memperpanjang kontraknya. Namun, hanya empat bulan kemudian, setelah mengalami empat kekalahan dalam sembilan pertandingan liga pertama, kesabaran United pun habis, dan Ten Hag dipecat.
Kepindahan ke Bayer Leverkusen yang Singkat
Dengan harapan bisa memulai babak baru di Jerman, Ten Hag justru menghadapi kenyataan pahit di Bayer Leverkusen. Masa jabatannya terbilang singkat dan penuh tekanan. Ia menyalahkan start buruknya pada keputusan klub untuk menjual beberapa pemain bintang dari tim yang membawa Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertamanya. Secara pribadi, Ten Hag merasa “dikhianati” oleh situasi yang ia anggap “mustahil.”
Dampak dan Konteks
Keberangkatan Ten Hag dari Manchester United mengindikasikan betapa cepatnya perubahan dapat terjadi dalam sepak bola modern. Situasi yang dihadapinya di Bayer Leverkusen menunjukkan bahwa tidak semua langkah baru akan membuahkan hasil yang diharapkan. Kini, Manchester United harus mencari pelatih baru yang dapat mengembalikan mereka ke jalur kemenangan, sementara Ten Hag harus merenung dan mengatur langkah berikutnya dalam kariernya.
(PL/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment