Chelsea Hindari Kekalahan Sejarah di Tangan Qarabag
Chelsea berhasil terhindar dari kekalahan yang dapat dianggap historis saat menghadapi Qarabag, berkat gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Alejandro Garnacho di babak kedua. Dengan hasil imbang ini, Chelsea menghindari malu menjadi tim Inggris pertama yang kalah dari klub asal Azerbaijan tersebut.
Jalannya Pertandingan
Garnacho mencetak gol setelah ia masuk sebagai salah satu dari tiga pemain pengganti di babak kedua, saat Chelsea tertinggal 1-2 setelah gol-gol dari Leandro Andrade dan Marko Jankovic membalikkan keadaan setelah Estevao Willian membuka skor lebih dulu untuk Chelsea.
Qarabag sebelumnya telah kalah dalam tujuh pertandingan melawan tim-tim Inggris. Di edisi terakhir mereka di Liga Champions, Qarabag dua kali menghadapi Chelsea dan kalah dengan agregat 10-0, hanya meraih dua poin dari enam pertandingan.
Namun, tim yang dipimpin Enzo Maresca ini memberikan kejutan di Stadion Tofiq Bahramov yang dipenuhi 32.000 penonton. Dalam laga ini, kualitas skuad Chelsea yang bernilai £1,5 miliar jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Qarabag yang hanya bernilai sekitar £22 juta.
Chelsea membuka keunggulan di menit ke-16 melalui Estevao, pemain berusia 18 tahun, yang memotong dan melepaskan tembakan rendah ke sudut dekat setelah kerja sama baik dengan rekan-rekan senegaranya, Joao Pedro dan Andrey Santos.
Akan tetapi, pertahanan Chelsea yang melakukan tujuh perubahan dari tim yang menang atas Tottenham mengalami masalah. Jorrel Hato, yang berusia 19 tahun, terlibat dalam dua gol yang dicetak Qarabag di babak pertama.
Pemain depan Qarabag, Camilo Duran, berhasil mengalahkan Hato saat berebut bola panjang, tembakannya mengenai tiang, namun Leandro Andrade dengan brilian menjaringkan bola rebound untuk menyamakan kedudukan.
Selanjutnya, Marko Jankovic membawa Qarabag berbalik unggul setelah sukses mengeksekusi penalti, yang didapatkan karena Hato dianggap melakukan handball atas umpan silang Andrade.
Maresca sudah melakukan pergantian dengan menarik keluar midfielder Romeo Lavia yang cedera pada menit keenam, digantikan oleh Moises Caicedo, dan melakukan tiga perubahan lainnya di babak kedua dengan memasukkan Garnacho, Enzo Fernandez, dan Liam Delap.
Garnacho sukses menyamakan kedudukan tujuh menit setelah babak kedua dimulai, dengan memanfaatkan umpan panjang Delap dan kesalahan Kevin Medina, sebelum melepaskan tembakan yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Mateusz Kochalski.
Kedua tim memiliki peluang tambahan, dengan Nariman Akhundzade mencoba peruntungan dari jarak jauh bagi tuan rumah, sementara Fernandez dan Estevao juga memiliki beberapa peluang untuk memenangkan laga bagi Chelsea. Kesempatan terakhir datang dari Facundo Buonanotte.
Di masa tambahan waktu, kedua tim mendapatkan kesempatan untuk merebut kemenangan, namun tembakan Danny Bolt dan Garnacho dari dalam kotak penalti berhasil diselamatkan.
Statistik dan Dampak Hasil
Hasil imbang ini membuat kedua tim kini memiliki tujuh poin di fase grup Liga Champions yang terdiri dari 36 tim setelah empat pertandingan.
Dengan hasil ini, Chelsea mendapat pelajaran penting menjelang pertandingan selanjutnya, mengingat mereka masih di jalur untuk melanjutkan kompetisi meskipun perlu memperbaiki kelemahan di lini belakang.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment