Kondisi Crystal Palace Menjelang Jendela Transfer Januari
Crystal Palace kini menghadapi kenyataan setelah sejumlah hasil mengecewakan. Mereka mengalami kekalahan telak dari Manchester City dan Leeds United di Premier League serta hasil imbang melawan tim Finlandia, KuPS, di UEFA Conference League. Hal ini menunjukkan bahwa skuad saat ini kurang siap menghadapi jadwal yang padat dan pentingnya jendela transfer Januari semakin menonjol.
Tantangan yang Dihadapi Tim
Palace saat ini bersaing di tiga kompetisi, dengan FA Cup yang akan dimulai bulan depan. Meskipun skuad mendapatkan seminggu istirahat sebelum kekalahan 4-1 dari Leeds, penampilan mereka terlihat lesu dan kurang kreatif di lini depan. Tim tidak mampu menjawab ketika pertahanan mereka kebobolan dua gol dari set-piece di setiap babak. Ini adalah pertandingan ke-28 musim ini, namun itu bukan alasan yang dapat diterima.
Saat ini, Palace berada di peringkat kedelapan klasemen Premier League, hanya terpaut tiga poin dari posisi keempat. Ini memberi mereka peluang, namun mereka perlu melakukan pembelian lebih awal di jendela transfer, karena biasanya pemain membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem Oliver Glasner. Jika dilakukan dengan benar, mereka masih bisa membangun kesuksesan dari musim lalu.
Kebutuhan Skuad
Klub tengah mencari penyerang, terutama pemain No 10 dan striker, sementara kebutuhan akan wing-back kanan juga menjadi perhatian setelah Daniel Munoz mengalami cedera lutut. Ketua klub, Steve Parish, menyatakan awal bulan ini bahwa “mungkin kita perlu melakukan sesuatu di Januari,” mengingat banyaknya pertandingan dan kompetisi yang harus dihadapi.
Meskipun Nathaniel Clyne masih menawarkan pengalaman berharga, pada usia 34 tahun dia tidak seefisien Munoz. Tanpa Sarr yang sedang berlaga di Africa Cup of Nations dan kini ditambah dengan cedera Daichi Kamada, sisi kanan Palace menjadi kurang berbahaya. Ini membuat lawan bisa dengan mudah menekannya di sisi kiri ketika Tyrick Mitchell ditugaskan dalam peran wing-back yang lebih menyerang, seperti yang dilakukan Leeds pada pertandingannya.
Pembinaan Pemain Muda
Glasner mencoba berpikir positif tentang kembalinya Munoz dan Sarr di bulan Februari, tetapi Palace harus menjalani banyak pertandingan sebelum itu dan mungkin perlu waktu bagi mereka untuk menemukan ritme permainan. Keterpaksaan untuk mengandalkan Joel Drakes-Thomas, pemain berusia 16 tahun yang menjadi pemain termuda dalam sejarah Premier League klub ketika diturunkan di menit ke-86, menunjukkan minimnya opsi yang tersedia.
Tentu, Joel adalah pemain berbakat dan cedera seringkali menjadi jalan muda untuk menunjukkan kemampuan mereka, namun Glasner menekankan bahwa skuad perlu lebih kuat. “Dia bermain sangat baik pada Kamis lalu (melawan KuPS),” ungkapnya dalam konferensi pers setelah kekalahan dari Leeds. “Saya juga ingin mengganti Yeremy (Pino) karena dia akan bermain lagi dalam tiga hari. Jika kita hanya bergantung pada Joel Drakes-Thomas, itu bukan yang terbaik kami bisa miliki.”
Christantus Uche belakangan ini menunjukkan performa bagus dengan mencetak gol melawan Shelbourne dan KuPS, serta memenangkan penalty melawan Leeds, namun kepercayaan Glasner padanya masih dipertanyakan.
Harapan di Jendela Transfer
Kekhawatiran akan kelelahan pada pemain inti sudah mulai terasa. Reinforcements sangat dibutuhkan, terutama karena Glasner jarang memanfaatkan opsi dari bangku cadangan. “Saya cukup yakin kami akan mendapatkan satu atau dua pemain baru di Januari,”ungkap Glasner setelah hasil imbang melawan KuPS. “Klub bekerja keras untuk menyelesaikan kesepakatan ini.”
Meski begitu, ia tidak ingin membahas hal ini lebih lanjut setelah kekalahan dari Leeds. Pesan ini sudah jelas dan ia menantang manajemen klub untuk mendatangkan pemain yang tepat. Jika Palace tidak memperkuat skuad dengan baik, mereka bisa saja menyia-nyiakan start yang baik di musim ini.
Dampak Jendela Transfer
Kondisi minggu ini cukup melelahkan dan masalah di dalam tim semakin mendalam. Tidak ada jaminan bahwa pemain yang datang di bulan Januari akan menjadi solusi, namun kurangnya tambahan di bursa transfer sebelumnya sudah menempatkan Palace pada posisi yang sulit. Selain itu, jendela transfer Januari bisa menjadi penentu bagi perjalanan mereka di sisa musim ini.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment