Kisah Eli Junior Kroupi: Kebangkitan Pemain Muda Bournemouth
Bintang muda Bournemouth, Eli Junior Kroupi, mungkin telah melewati masa sulit di awal karier Premier League-nya. Namun, pemuda berusia 19 tahun ini menyatakan kepada AFP bahwa ia sadar bahwa ia harus “bekerja keras” agar dapat sukses di Inggris.
Debut yang Mengesankan
Kroupi, yang lahir di Brittany dan merupakan penggemar Liverpool sejak kecil, melakukan debutnya bersama Bournemouth pada pertandingan pembuka musim di Anfield bulan Agustus lalu.
“Saya merasa seperti seorang anak yang hidup dalam mimpi,” kata Kroupi. “Ini benar-benar luar biasa bagi saya dan juga untuk orang tua saya.”
Sayangnya, ia hanya bermain satu menit sebagai pengganti. Setelah manajer Andoni Iraola memberikan kesempatan hanya 11 menit dalam empat pertandingan liga berikutnya, Kroupi mulai merasa ingin pergi.
Namun, sebuah percakapan dengan ayahnya, Eli Kroupi yang juga mantan pemain internasional Pantai Gading, membuatnya memutuskan untuk tetap berjuang.
Keputusan untuk Bertahan
“Meninggalkan masalah bukanlah solusi yang tepat,” ungkap Kroupi. “Ayah saya mendorong saya untuk tetap dan bekerja dua kali lebih keras.”
Dalam sebulan, ia mencetak empat gol dalam tiga pertandingan melawan Leeds, Crystal Palace, dan Nottingham Forest.
“Saya berhasil mengubah situasi saya,” tambahnya.
Momen Bersejarah
Gol pertamanya, yang tercipta di menit ke-93 dalam pertandingan kontra Leeds berakhir imbang 2-2, menunjukkan kemampuannya untuk tampil di momen-momen penting.
“Begitu bola masuk, saya kehilangan kendali,” kenang Kroupi. “Itu adalah gol penyama, saya melepas jersey, saya sangat emosional dan saya tidak akan melupakan momen itu.”
Gol Kemenangan yang Berharga
Dua minggu setelahnya, Kroupi mendapat kesempatan sebagai starter dan mencetak dua gol dalam setengah waktu pertama melawan Crystal Palace, memberikan Bournemouth keunggulan 2-0. Sayangnya, pertandingan berakhir imbang 3-3, dan pertandingan tersebut jatuh pada hari ulang tahun ayahnya.
“Dia bilang tidak butuh hadiah lain, itu adalah hadiah terbaik yang bisa saya berikan padanya,” ujarnya.
Perjalanan yang Tak Selalu Mulus
Setelah mencetak gol kedua dalam kemenangan 2-0 atas Nottingham Forest di akhir Oktober, Kroupi mengalami kesulitan untuk kembali mencetak gol.
Bournemouth kini berada di peringkat 11 Premier League dan belum meraih kemenangan sejak gol terakhir Kroupi.
Ia menyadari bahwa perkembangan di Premier League tidaklah selalu mulus.
“Itulah yang saya cari: perkembangan, tantangan, bermain dengan pemain terbaik di dunia. Saya sudah siap untuk menghadapi kesulitan,” tambah Kroupi.
Pelatih yang Mendukung
Kroupi kini senang bisa berkembang di bawah asuhan manajer muda Bournemouth, Iraola.
“Dia mungkin terlihat dingin, tetapi sebenarnya sangat dekat dengan kami, dan saya merasa itu luar biasa,” katanya.
Passion untuk Sepak Bola
Sebelum pindah ke Premier League, Kroupi bermain untuk klub kampung halamannya, Lorient, di divisi satu dan dua Prancis. Ia bergabung dengan Bournemouth pada Februari lalu, tetapi dipinjamkan kembali ke Lorient untuk mempersiapkan masa depan.
Di musim terakhirnya di Lorient di Ligue 2, ia berhasil mencetak 22 gol dari 30 penampilan.
“Dia memiliki karakter, tahu ke mana tujuannya, dan tidak meragukan dirinya sendiri,” puji pelatih Prancis U21 Gerald Baticle kepada AFP.
Kroupi juga memulai awal yang mengesankan bersama timnas U21 Prancis, mencetak tiga gol dalam lima pertandingan.
Baticle menyanjung kemampuan Kroupi dalam mencetak gol dan kepribadiannya. “Ia seorang yang ceria dan menyenangkan baik bagi staf maupun rekan-rekannya,” tambah pelatih tersebut.
Mimpi dan Harapan
“Sepak bola adalah hidup saya. Jika saya tidak memilikinya, saya tidak tahu di mana saya sekarang,” kata Kroupi. “Saya menjalani pekerjaan ini sepenuh hati karena saya tidak tahu kapan semuanya akan berakhir.”
Meski Kroupi mengaku tipe yang “hidup dari hari ke hari”, ia tetap memiliki impian dan tujuan. “Tapi untuk saat ini, saya tidak memikirkan itu, hanya ingin tampil baik dan membantu tim,” tutupnya.
(PL/GN)
sumber : tribune.com.pk
Leave a comment