Reaksi Manchester United dan Manchester City Terhadap Rencana Pemangkasan Gaji di Liga Premier
Manchester United dan Manchester City tegas menolak rencana Liga Premier untuk menerapkan batasan gaji menjelang pertemuan antara kapten semua klub di liga atas dengan Professional Footballers’ Association (PFA) yang akan digelar pekan depan.
Fernandes dan Silva Terlibat dalam Diskusi
Baik Manchester United yang dipimpin oleh pelatih Ruben Amorim maupun Manchester City di bawah kendali Pep Guardiola berusaha menghindari pelanggaran terhadap aturan baru ini, sehingga para petinggi klub di Old Trafford dan Etihad Stadium menyampaikan pendapat mereka dengan jelas.
Menjelang pertemuan yang melibatkan kapten seluruh klub, seperti Bruno Fernandes dari Manchester United dan Bernardo Silva dari Manchester City, PFA telah mengancam melakukan tindakan hukum jika pemungutan suara mendukung penerapan kebijakan tersebut, setelah mendapatkan dukungan dari sejumlah pemain senior dan agen ternama.
Gaji tahunan Manchester United tercatat melebihi £159 juta, sementara Manchester City mengeluarkan lebih dari £220 juta setiap tahun. Kedua tim tidak ingin adanya batasan pada jumlah yang bisa mereka bayarkan kepada pemain karena rencana baru tersebut.
PFA dijadwalkan akan bertemu dengan seluruh kapten klub pekan depan, sebelum rapat pemegang saham Liga Premier yang dijadwalkan pada 21 November. Rencana kebijakan yang kontroversial ini, jika diterapkan, akan membatasi pengeluaran hingga lima kali lipat dari jumlah yang diterima oleh klub dengan peringkat terbawah dari hadiah uang dan pendapatan siaran televisi.
Arsenal, yang juga bersaing merebut gelar, termasuk salah satu dari 16 klub yang mendukung eksplorasi penerapan batasan gaji ketika isu ini pertama kali dibahas tahun lalu. Namun, PFA berupaya untuk menggagalkan perubahan ini dan telah berdiskusi dengan para pemain senior tim nasional Inggris saat bertugas internasional.
Maheta Molango, CEO PFA, memperingatkan bahwa pengenalan batasan gaji dapat menyebabkan klub-klub Liga Premier melanggar aturan yang ada, yang berujung pada pengurangan pengeluaran. Ia menyatakan kepada publik bahwa klub yang menganggap perubahan ini sebagai pembatasan perdagangan yang jelas akan mengambil tindakan.
Penerapan batasan gaji ini tentu akan berdampak signifikan terhadap cara tim mengelola keuangan dan strategi perekrutan pemain di masa depan, dengan potensi untuk merubah wajah kompetisi di Liga Premier.
(PL/GN)
sumber : www.givemesport.com
Leave a comment