Analisis Tim: Aston Villa di Pekan Kedua Belas Liga Premier
Pendukung Aston Villa pasti merasakan perubahan positif yang luar biasa setelah awal musim yang sulit. Tim arahan Unai Emery ini menunjukkan performa yang mengesankan setelah berhasil meraih enam kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir.
Awal Musim yang Lambat
Aston Villa memulai kampanye musim ini dengan lamban, bahkan tidak dapat mencetak gol di empat pertandingan Liga Premier pertama mereka. Namun, gol dari Matty Cash pada pertandingan kontra Sunderland di Pekan 5 yang berakhir imbang 1-1, menjadi titik balik. Sejak itu, Villa berhasil naik ke posisi empat besar.
Perubahan Positif yang Signifikan
Kunci keberhasilan Aston Villa dalam menaiki klasemen adalah kemampuan individu para pemain daripada taktik yang jenius dari pelatih. Meski memiliki rata-rata Expected Goals (xG) hanya 0.9 per pertandingan dan kalah dalam xG di sembilan dari dua belas pertandingan, mereka tetap berhasil meraih kemenangan.
Salah satu faktor utama kesuksesan ini adalah banyaknya gol yang dicetak dari jarak jauh. Dari 15 gol yang berhasil dicetak, delapan di antaranya berasal dari luar area penalti.
Gol Jarak Jauh yang Mengesankan
Dua gol dari Morgan Rogers dan Emiliano Buendia dalam kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur adalah contoh nyata kemampuan Villa. Bahkan, gol spektakuler dari Amadou Onana dalam kemenangan 4-0 atas AFC Bournemouth juga menunjukkan bahwa mereka mampu mencetak gol dari situasi yang penuh kreativitas.
Jika kita merinci semua gol dari jarak jauh, sejauh ini itu telah memberikan tambahan delapan poin penting bagi Villa. Tanpa gol-gol ini, posisi Villa bisa jatuh ke peringkat 15.
Ada yang Perlu Dikhawatirkan?
Tidak ada tim di Liga Premier yang mencetak dengan persentase tinggi dari usaha jarak jauh seperti Villa saat ini. Sekitar 15.7% dari tembakan yang diambil dari jarak 18+ yard berhasil menjadi gol. Rekor terbaik selama satu musim adalah 8.4%, yang dipegang oleh Newcastle United dan Aston Villa sendiri di tahun 2007/08.
Dengan rata-rata konversi sebesar 4.3% untuk semua klub pada musim lalu, pencapaian ini jelas luar biasa namun mungkin tidak berkelanjutan.
Keberhasilan Set-Piece
Selain itu, Aston Villa juga menunjukkan kehebatan dalam situasi set-piece, terutama saat Rogers merayakan gol tendangan bebasnya terhadap Leeds United dengan pelatih set-piece Austin MacPhee. Teknik tendangan bebas yang dieksekusi dengan baik ini menunjukkan hasil latihan keras.
Villa juga sukses mencetak gol dari dua tendangan sudut melawan Bournemouth, yang menunjukkan betapa efektifnya mereka dalam memanfaatkan situasi tersebut.
Masalah di Lini Depan
Meski berfungsi baik sebagai tim, Villa tampaknya perlu meningkatkan performa striker utama mereka, Ollie Watkins, yang baru mencetak satu gol dalam 17 penampilan. Dengan tingkat konversi yang rendah hanya 5%, Watkins dan tim harus meningkatkan kualitas umpan untuk menciptakan peluang lebih baik.
Kesimpulan
Seiring dengan pertandingan mendatang melawan Wolverhampton Wanderers, Aston Villa sepertinya harus belajar untuk tidak terlalu bergantung pada tembakan jarak jauh dan situasi set-piece. Jika ingin bertahan di posisi empat besar, mereka perlu meningkatkan kualitas permainan mereka agar bisa menciptakan lebih banyak peluang di dalam kotak penalti. Dengan pengelolaan permainan yang baik dan kepercayaan diri yang tinggi, Villa tetap optimis untuk melanjutkan performa positif mereka.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment