Perjalanan Olahraga Lawrence dan Sutton: Dari Sepak Bola ke Rugbi
Lawrence menunjukkan bakatnya di berbagai cabang olahraga sejak kecil, termasuk sepak bola dan kriket. Dia pernah bergabung dengan akademi Aston Villa dan Birmingham City, serta Worcester Warriors, sebelum memutuskan untuk fokus pada rugby pada usia 16 tahun.
Kecintaan Sutton pada Kriket
Sutton, yang merupakan penggemar berat kriket, telah aktif bermain untuk klub kriket Norwich dalam beberapa tahun terakhir. Namun, karier rugby-nya tidak berjalan mulus. “Saya hanya bermain rugby sekali, untuk tim sekolah. Kami sangat semangat di dalam bus menuju ke sana, tetapi kami kalah 72-0 dan saya tidak pernah bermain lagi,” ujarnya.
Perbandingan Menarik dengan Arsenal
Meskipun biasanya perbandingan dengan tim rugby tidak dianggap sebagai pujian untuk tim sepak bola, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia terinspirasi oleh pelatih rugby Selandia Baru, Scott Robertson. Lawrence, yang memahami kedua olahraga, mengakui bahwa kedua pelatih memiliki ide yang saling menguntungkan.
Pelajaran dari Dua Olahraga
“Ini pasti masuk akal,” ujar Lawrence kepada BBC Sport. “Ada banyak yang bisa dipelajari dari kedua olahraga, misalnya cara tim mencoba mengendalikan lawan atau menyiapkan serangan balik.”
Dia juga mencatat bahwa pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, baru-baru ini terlihat menonton pertandingan dari tribun, mirip dengan cara pelatih rugby. “Meskipun ini hal kecil, bisa membuat perbedaan besar karena Anda melihat permainan dari sudut pandang yang berbeda,” tambahnya.
Kata-kata Baru dalam Dunia Sepak Bola
Arteta juga mulai menggunakan istilah ‘finishers’ daripada ‘substitutes’. “Saya rasa penggunaan istilah itu berasal dari Eddie [mantan pelatih Inggris], yang sangat fokus pada dampak pemain cadangan dalam pertandingan. Saya bisa memahami mengapa Arteta suka dengan pola pikir itu,” jelas Lawrence.
Dampak pada Perkembangan Tim
Koneksi dan inspirasi antara dunia rugbi dan sepak bola menunjukkan bahwa metode dan strategi dalam olahraga dapat saling mempengaruhi. Dengan semakin banyak pelatih yang terbuka untuk belajar dari satu sama lain, hal ini bisa memberikan keuntungan bagi perkembangan tim mereka di masa mendatang.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment