Analisis Striker Terbaik: Dominic Calvert-Lewin Bersinar di Leeds United
Dengan enam gol dalam lima pertandingan, Dominic Calvert-Lewin tampil sebagai salah satu pemain dengan performa terbaik di Liga Premier. Penulis olahraga Dan Edwards dan Ben Bloom menganalisis pengaruhnya yang semakin besar bagi Leeds United.
Momen Krusial di Manchester City
Ketika Leeds United memasuki babak pertama tertinggal dua gol di markas Manchester City pada 29 November, manajer Daniel Farke tentu berpikir keras untuk menyelamatkan tim dari ancaman degradasi serta masa depan karirnya sendiri.
Farke memutuskan untuk mengubah pendekatan Leeds secara total, menggantikan pemain sayap Wilfried Gnonto dan Daniel James dengan bek tengah Jaka Bijol dan striker Dominic Calvert-Lewin. Perubahan ini menjadikan formasi 3-5-2 yang lebih langsung, jauh dari kebiasaan 4-3-3 yang mengutamakan penguasaan bola.
Dampak Perubahan Formasi
Keputusan Farke tidak hanya mengubah taktik tim, tetapi juga berpengaruh besar pada jalannya musim Leeds. Meskipun mereka kalah di pertandingan tersebut, Leeds berhasil menyamakan kedudukan 2-2 setelah tertinggal pada 25 menit pertama, bahkan menciptakan peluang lebih banyak di babak kedua.
Setelah pertandingan itu, Leeds meraih kemenangan melawan Chelsea dan Crystal Palace, serta hasil imbang melawan Liverpool dan Brentford, membuat mereka kini enam poin di atas zona degradasi.
Jika Farke adalah salah satu yang mendapatkan keuntungan dari perubahan taktik ini, Calvert-Lewin jelas menjadi penerima manfaat terbesar. Sejak pertandingan melawan City, ia telah mencetak gol dalam lima pertandingan liga berturut-turut, mencetak enam gol, untuk pertama kalinya sejak Oktober 2020 saat masih berseragam Everton.
Di periode yang sama, hanya Phil Foden yang mampu menyamai jumlah golnya, sementara Calvert-Lewin memimpin semua pemain di Liga Premier dengan 4.2 Expected Goals (xG).
Keberhasilan dalam Permainan Tim
Calvert-Lewin menonjol dalam permainan kolektif, jelas merasakan manfaat ketika ditemani rekan-rekannya di lapangan. Ia mengungkapkan, “Saya suka memiliki banyak teman di sekitar saya. Terkadang, posisi sebagai striker bisa terasa sepi. Dengan banyak teman, saya dapat menghubungkan permainan, dan itulah mengapa saya sukses akhir-akhir ini.”
Sejak perubahan formasi, persentase sentuhan Calvert-Lewin di area kotak penalti meningkat dari 14% menjadi 25%, yang berkontribusi pada peningkatan peluang mencetak gol.
Calvert-Lewin Tak Terhenti Mencetak Gol
Saat menyaksikan final UEFA European Championship 2021 dari bangku cadangan, Calvert-Lewin pasti merasa berada di puncak karirnya. Ia telah bermain di turnamen tersebut dan mencetak gol di fase perempat final. Namun, sejak saat itu, namanya tidak muncul pada daftar pemain tim nasional Inggris.
Dengan enam gol dalam lima pertandingan terakhir bersama Leeds, kini Calvert-Lewin kembali kembali menjadi perbincangan untuk dipanggil kembali ke timnas Inggris di Piala Dunia mendatang.
Revitalisasi Karir
Pemilihan Leeds untuk merekrut Calvert-Lewin setelah promosi ke Liga Premier tentu mengejutkan banyak pihak. Setelah dua musim yang bermasalah dengan cedera, performa Calvert-Lewin sempat menurun drastis.
Meski hanya mencetak 12 gol dari 25.7 xG dalam tiga musim terakhir, Leeds berani mengambil risiko dengan menandatanganinya sebagai pemain yang memiliki potensi besar.
Farke menyatakan, “Ini adalah kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya. Jika ia bisa kembali mendapatkan kepercayaan diri dan ritme permainan, ia dapat menjadi pemain yang luar biasa bagi kami.”
Pemain Terbaik di Liga Premier
Setelah awal yang lambat di Leeds, di mana ia hanya mencetak satu gol dalam 10 penampilan, performa Calvert-Lewin mulai meningkat. Setelah masuk di babak kedua melawan Man City, ia mencetak gol yang hampir membuat Leeds meraih kemenangan.
Dengan performa impresif berlanjut, Leeds kini tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir dan menjadikan Calvert-Lewin sebagai striker paling produktif di Liga Premier saat ini.
Panggilan Timnas Inggris?
Dengan performa cemerlang, Farke menegaskan, “CV-nya berbicara banyak. Tidak diragukan lagi, ia adalah salah satu striker Inggris terbaik di Liga Premier.”
Calvert-Lewin kini menjadi salah satu kandidat untuk skuad Piala Dunia Inggris, menantang pemain-pemain lain seperti Ollie Watkins dan Dominic Solanke.
Ia pun tetap rendah hati, menyatakan, “Saya harus tetap fokus, kerja keras saya adalah prioritas, dan sisanya akan mengikuti.”
Farke menambahkan, “Untuk dikatakan sebagai pemain kelas atas, dia harus menunjukkan performa baik selama satu musim penuh, bukan hanya beberapa bulan.”
Pencapaian Calvert-Lewin yang akhir-akhir ini terlihat dapat memengaruhi masa depan tim dan potensi tim nasional Inggris ke depannya, membawa kembali salah satu striker terbaik mereka.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment