Kekacauan di Tottenham: Peluang Eropa Terancam
Tottenham Hotspur kembali terjebak dalam kekacauan setelah berada di posisi ke-14 dalam klasemen Premier League. Tim ini juga tersingkir dari FA Cup dan League Cup lebih awal, sementara perjalanan mereka di Liga Champions tergantung pada hasil akhir liga.
Pemberhentian Ange Postecoglou
Pemberhentian Ange Postecoglou setelah kemenangan di Europa League diharapkan bisa membawa perubahan. Pernyataan klub saat itu menyebutkan bahwa perubahan pendekatan diperlukan untuk bisa bersaing di berbagai kompetisi.
Namun, kenyataannya saat ini, Tottenham tidak bersaing di liga domestik. Di Eropa, mereka harus tampil maksimal di sisa laga liga untuk menjaga harapan mendapatkan hasil yang berarti.
Kehilangan Gaya Permainan
Tanpa gaya permainan yang diusung Postecoglou, Tottenham kini dianggap membosankan. Pelatih baru, Thomas Frank, dihadirkan sebagai antitesis dari pendekatan Ange. Cita-cita Postecoglou saat menjabat di Socceroos kini seolah menyiratkan peringatan bagi para penggemar Spurs.
“Suatu saat saya akan digantikan oleh John si Pragmatik dan kalian semua bisa senang dengan itu,” ungkap Postecoglou selama Piala Konfederasi 2017.
Namun, penggemar Spurs tidak merasa senang, karena mereka masih sering meneriaki tim setelah laga. Statistik menunjukkan alasan di balik hal ini, dengan Frank muda mengelola 31 pertandingan sejak Juni lalu dengan hanya 12 kemenangan, atau 38,7% dari total pertandingan. Sementara Postecoglou meraih 46 kemenangan dari 100 pertandingan dengan persentase 46%.
Masalah di Dalam dan Luar Lapangan
Meskipun tim kini kebobolan lebih sedikit (1,35 gol per pertandingan dibandingkan 1,57), mereka juga jarang mencetak gol (1,68 per pertandingan dibandingkan 1,83). Saat Spurs akan menjamu West Ham pada hari Minggu, kekalahan dari tim London yang terancam degradasi dapat memicu kekacauan lebih lanjut.
Keadaan semakin sulit ketika Frank terlihat sedang memegang gelas bertuliskan Arsenal sebelum pertandingan melawan Bournemouth, yang memicu kemarahan para penggemar.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Frank menjelaskan bahwa situasi ini tidak disengaja. “Saya pikir ini sedikit menyedihkan bagi sepak bola jika saya ditanya tentang hal ini. Saya tentu tidak ingin melakukan hal bodoh seperti itu,” ujarnya.
Protes Penggemar
Kemarahan para penggemar semakin meningkat terkait pernyataan Frank tentang tidak menikmati pekerjaannya di Tottenham. Hal ini, ditambah dengan hanya dua kemenangan di kandang sepanjang musim ini, mendorong kelompok pendukung untuk merencanakan protes terhadap manajemen.
“Kami mengakui adanya perubahan di belakang layar, namun sayangnya hal ini tidak diikuti dengan perbaikan di lapangan,” kata pernyataan dari Trust Penggemar Spurs.
Tim Sherwood, mantan pemain dan pelatih Tottenham, menyebut pertandingan melawan West Ham sebagai “El Sackico”, menggambarkan betapa gentingnya situasi saat ini.
Tanggapan dari Pemain dan Mantan Pemain
Sejumlah mantan pemain dan pengamat mulai meragukan masa depan Frank di Tottenham. Jermaine Jenas bahkan mencatat bahwa ada ketidakpuasan di antara pemain terhadap gaya permainan yang diterapkan dan kurangnya komunikasi dengan pelatih.
James Maddison, meski mengalami cedera, menyatakan kecintaannya terhadap masa-masa di bawah kepemimpinan Postecoglou, yang menunjukkan betapa besar pengaruh sang pelatih terdahulu di hati pemain.
Perbaikan di Tengah Krisis
Frank kini berusaha memperbaiki keadaan dengan merekrut Conor Gallagher dari Atletico Madrid. Meskipun pemain tersebut dapat memberikan dampak, beban berada di pundak Frank.
Sementara itu, dukungan dan kepercayaan diri penggemar terhadap manajer terus menurun, menimbulkan tantangan serius bagi klub untuk bangkit dari keterpurukan. Jika situasi tidak segera membaik, langkah selanjutnya dari manajemen mungkin menjadi semakin sulit.
Dengan tekanan yang terus meningkat, pelatih dan pemain harus menemukan cara untuk menunjukkan kebangkitan di lapangan agar tidak terjebak dalam kesulitan yang berkepanjangan.
(PL/GN)
sumber : www.foxsports.com.au
- Ange Postecoglou
- arsenal
- Bilbao
- body language
- bournemouth
- Champions League
- City of Manchester
- Club captain
- club statement
- Conor Gallagher
- conspiracy theories
- Dan Levy
- England
- Europa League
- Europa League trophy
- Europe
- fan protest
- fantastic club
- final straw
- football club
- football news
- fullback positions
- Getty Images Inc.
- head coach
- home wins
- innocent blunder
- James Gill
- james-maddison
- Jermaine Jenas
- John
- Klasemen
- league matches
- League Phase
- liga-inggris
- London
- Manchester City Football Club
- Manchester United Football Club
- multiple fronts
- Northern Europe
- Nuno Espirito Santo
- post-match press conference
- Premier League
- premiere-league
- Province of Biscay
- relegation contenders
- Sky Sports
- social media
- social media posts
- Southern Europe
- Spain
- Spurs fans
- statement read
- supporter protest
- supporters trust
- tactics talk
- Thomas H. Frank
- tim sherwood
- Tottenham Hotspur Football Club
- tottenham-hotspur
- Transfer window
- United Kingdom
- win percentage
- win things
Leave a comment