Masalah Tottenham: Menyongsong Kemungkinan Degradasi
Situasi Tottenham Hotspur kini menjadi sorotan, terperosok ke zona degradasi dan memaksa para penggemar untuk memikirkan hal yang sebelumnya tak terbayangkan. Bila diukur dari berbagai aspek, musim ini bisa jadi salah satu yang terburuk dalam sejarah sepakbola Inggris.
Para supporter Spurs sudah lama memperingatkan akan masalah yang dihadapi klub, namun alarm yang mereka bunyikan sering kali diabaikan. Kini, saat-saat kritis musim telah tiba, rival-rival Tottenham mulai menyadari keadaan klub, tetapi banyak di antara mereka hanya datang untuk menikmati kehancuran yang terjadi.
Akar Masalah Tottenham
Apa sebenarnya yang menyebabkan tren negatif ini? Apakah terkait dengan minimnya investasi saat pindah ke stadion baru? Atau mungkin keputusan memecat Mauricio Pochettino hanya lima bulan setelah kalah di final Liga Champions 2019? Mungkin juga keputusan manajerial yang kurang tepat, dimulai dengan José Mourinho dan berlanjut ke Igor Tudor yang hanya bertahan 44 hari. Guncangan di belakang layar, yang ditandai dengan pengusiran Daniel Levy oleh keluarga Lewis di awal musim ini, juga tak bisa diabaikan. Ditambah lagi, banyaknya pemain yang sering cedera menambah masalah yang sudah ada.
Saat ini, yang terpenting bukanlah mencari tahu bagaimana semua ini bisa terjadi, melainkan bagaimana cara mengakhiri dampak buruk ini.
Data Statistik Mendorong Degradasi
Satu tahun yang terlihat sebagai musim penuh harapan kini berubah menjadi yang terburuk dalam memori para penggemar. Sulit untuk membayangkan di mana Spurs bisa mengumpulkan poin untuk menyelamatkan musim ini. Lebih dari seperempat musim telah berlalu sejak klub London utara ini terakhir kali meraih kemenangan di liga.
Rival di zona degradasi, West Ham, telah mengumpulkan 18 poin dari 11 pertandingan terakhir, sementara Nottingham Forest meraih 15 dari 12 laga. Sementara itu, Spurs hanya mampu mengumpulkan lima poin dari 14 pertandingan terakhir.
- Spurs belum mencatatkan kemenangan di liga sejak tahun 2026 dengan hanya lima poin dari 42 yang tersedia.
- Rekor 14 pertandingan tanpa kemenangan di Premier League (0-5-9 W-D-L) hanya dua laga lebih sedikit dari rekor terpanjang klub, yakni 16 laga dari Desember 1934 hingga April 1935.
- Hanya Derby County 2007-08 (18), Sunderland 2002-03 (17), dan Swindon Town 1992-93 (15) yang memiliki rekor lebih buruk di awal tahun kalender daripada Spurs (14) dan semua tim tersebut terdegradasi.
- Dengan hanya dua kemenangan di kandang, Spurs hanya memiliki rekor kandang yang lebih buruk dari Sheffield Wednesday yang terdegradasi.
Kombinasi angka-angka tersebut dengan citra sebuah tim yang terjebak di zona degradasi memberikan indikasi kuat bahwa Spurs bisa saja terdegradasi. Data dari superkomputer Opta memberikan Tottenham probabilitas 48,68% untuk terdegradasi, sedangkan West Ham berada di angka 38,73% dan Nottingham Forest hanya 10,37%.
Kesempatan dan Harapan Spurs
Di tengah beragam masalah, masih ada harapan untuk para penggemar Spurs. Tantangan yang tersisa dalam jadwal pertandingan mereka tampak lebih menguntungkan dibanding rival-rivalnya. Meskipun kekalahan dari Crystal Palace dan Nottingham Forest sangat mengecewakan, ada peluang untuk mendapatkan poin dari pertandingan melawan Brighton, Wolves, Leeds, dan Everton yang akan datang.
Forest, misalnya, harus menghadapi Chelsea, Newcastle, dan Manchester United, sementara West Ham juga akan berhadapan dengan Arsenal dan Newcastle.
Musim lalu, Spurs mengakhiri dengan 38 poin, dan saat ini mereka mungkin perlu mengumpulkan antara 36 hingga 38 poin untuk bertahan, yang berarti hanya dua kemenangan dan satu hasil imbang yang diperlukan.
Jadwal Pertandingan Krusial di Akhir Musim
- 18 April: Forest vs. Burnley
- 20 April: Palace vs. West Ham
- 25 April: Wolves vs. Spurs
- 9 Mei: Spurs vs. Leeds
- 24 Mei: Spurs vs. Everton, Forest vs. Bournemouth, West Ham vs. Leeds
Informasi ini dapat menjadi penanda penting bagi perjalanan Tottenham di sisa musim, di mana setiap pertandingan sangat krusial bagi harapan mereka untuk tetap di Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.espn.com
Leave a comment