Suasana Seputar Final Liga Champions di Holloway
Jalan-jalan di Holloway, yang biasanya dipenuhi keluarga dan para pembelanja, tampak sepi pada sore hari yang tidak biasa. Namun sesaat setelah jam menunjukkan pukul 5 sore, gemuruh sorak-sorai terdengar di sepanjang jalan utama London Utara, tak jauh dari stadion Emirates, saat Arsenal memasuki lapangan untuk final Liga Champions.
Suporter Setia Arsenal
Tim yang baru saja meraih gelar Premier League minggu lalu itu berada di Budapest untuk pertandingan penentuan melawan Paris Saint-Germain. Para penggemar Arsenal, atau yang biasa dikenal sebagai Gooners, berkumpul untuk mendukung tim kesayangan mereka di rumah sendiri.
Papan tanda Argos di Holloway Road dihias dengan banner untuk menambah semangat, menyulap tulisan menjadi “Ar-senal”, dan pub-pub di sekitarnya dipenuhi penggemar yang mengenakan warna merah dan putih. Suasana hening pun pecah hanya beberapa menit setelah kick-off ketika Kai Havertz mencetak gol hanya dalam waktu lima menit.
Testimoni Fans Arsenal
Lucy, 37, dan Gregory, 48, yang datang dari Paris untuk menyaksikan final, sayangnya tidak bisa masuk ke pub Victoria Tavern yang penuh sesak. “Suasananya luar biasa,” ucap Lucy yang sudah menjadi penggemar Arsenal selama 30 tahun. Ia merasa terhubung dengan tim berkat banyaknya pemain berkualitas asal Prancis seperti Thierry Henry dan Patrick Vieira.
Gregory tidak terlalu yakin Arsenal bisa meraih kemenangan ganda, mengatakan, “PSG adalah tim yang bagus.” Namun, Lucy menambahkan, “Saya akan bahagia apapun hasilnya, tapi tentunya lebih bahagia jika kami memenangkan Liga Champions.”
Dukungan Internasional
Issac, 42, datang dari Ghana untuk merayakan kemenangan dengan sesama Gooners di tanah kelahiran Arsenal. “Ini adalah hal terbaik,” ujarnya tentang kemenangan Premier League Arsenal, yang diraih untuk pertama kalinya dalam 22 tahun. Seperti Lucy dan Gregory, ia merasa senang dengan pencapaian Arsenal di musim ini. “Saya akan kecewa jika hasilnya tidak sesuai harapan, tetapi kemenangan Premier League lebih penting bagi saya,” ucapnya.
Di Angel Islington, yang hanya berjarak sedikit dari stadium, para penggemar juga merasakan euforia yang sama. Jack Devonport, 25, mengaku campur aduk antara gugup dan bersemangat. Sejak kecil, ia sudah mengikuti Arsenal dan berharap bisa melihat timnya kembali ke puncak kejayaan. “Terakhir kali kami mencapai final Liga Champions, saya masih sangat kecil,” ungkapnya.
Jalannya Pertandingan
Arsenal tampil baik dan membuka keunggulan pada menit keenam melalui gol Kai Havertz. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembélé di babak kedua, memaksa pertandingan dilanjutkan ke extra time dan kemudian adu penalti.
Sayangnya, Arsenal harus merasakan kekecewaan saat PSG meraih kemenangan 4-3 dalam adu penalti, mempertahankan gelar Liga Champions mereka.
Dampak Pertandingan
Meski berakhir dengan kekecewaan, pencapaian Arsenal yang meraih gelar Premier League di musim ini memberikan harapan baru bagi para penggemar. Keberhasilan ini memperlihatkan potensi bagi tim dalam menghadapi kompetisi tingkat tinggi di masa mendatang.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment