Konklusi Africa Cup of Nations: Maroko Hadapi Senegal di Final
Piala Afrika (AFCON) akan mencapai puncaknya akhir pekan ini, dengan Maroko sebagai tuan rumah bertanding melawan Senegal pada final yang akan digelar pada hari Minggu. Sementara banyak pemain dari liga Premier League yang terlibat di turnamen ini telah kembali ke klub masing-masing, tidak semua pemain telah kembali.
Pemain Liga Premier di AFCON 2025
Senegal memiliki jumlah pemain Liga Premier terbesar di AFCON 2025 dengan enam pemain, termasuk El Hadji Malick Diouf (West Ham United), Habib Diarra (Sunderland), Idrissa Gueye dan Iliman Ndiaye (Everton), Pape Matar Sarr (Tottenham Hotspur), dan Ismaila Sarr (Crystal Palace). Sementara itu, skuad Maroko juga diisi oleh Noussair Mazraoui dari Manchester United dan Chemsdine Talbi (Sunderland). Mesir dan Nigeria, yang akan bertemu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga pada hari Sabtu, juga memiliki enam pemain dari Liga Premier di tim mereka.
Proses Reintegration Pemain
Lebih dari setengah dari 33 pemain Liga Premier yang terlibat dalam AFCON tahun ini telah kembali ke klub, dan banyak di antara mereka siap untuk bertanding di pertandingan akhir pekan ini. Namun, bagaimana cara klub untuk mengintegrasikan pemain yang telah absen sejak pertengahan Desember dan melewatkan beberapa pertandingan?
Dari perspektif fisik, banyak tergantung pada seberapa baik pemain menjaga kebugaran selama berada di tim nasional. Geoff Scott, seorang spesialis performa tinggi yang telah bekerja di Liga Premier selama 20 tahun, menjelaskan bahwa mereka berkomunikasi secara rutin dengan pemain dan menerima dokumentasi terperinci tentang program latihan mereka.
Data Pelatihan dan GPS
Data pelatihan pemain, termasuk penggunaan GPS untuk memantau jarak yang ditempuh dan kecepatan, memungkinkan staf klub untuk menilai kondisi fisik pemain saat kembali. “Kami memiliki akses ke semua data latihan pemain, sehingga kami bisa melihat seberapa baik mereka berlatih,” kata Scott. Jika ada penurunan signifikan dalam performa, klub dapat melakukan penyesuaian untuk membawa pemain kembali ke level yang diharapkan.
“Secara umum, tim nasional merawat pemain dengan baik sehingga masalah ini tidak akan menjadi isu besar,” tambahnya.
Pentingnya Komunikasi
Komunikasi antara klub dan tim nasional sangat penting. Staf performa dapat menggunakan grup WhatsApp untuk tetap menghubungi tim nasional dan mendapatkan pembaruan harian tentang aktivitas pemain. Dalam beberapa kasus, klub bahkan mengirim fisioterapis atau pelatih kebugaran untuk mengikuti turnamen yang diikuti pemainnya.
Staf klub berusaha untuk menjaga pengaruh terhadap sesi latihan pemain sambil tetap menghormati metode pelatih tim nasional. “Kami ingin memastikan bahwa pemain tidak kehilangan kebugaran saat mereka absen,” jelas Scott.
Pemeriksaan Medis Setelah Kembali
Saat pemain kembali, mereka biasanya langsung menuju pusat pelatihan klub untuk menjalani evaluasi medis guna memastikan tidak ada cedera yang dikandung. Scott menambahkan bahwa mereka juga mulai melakukan program pemulihan segera setelah kedatangan.
Klub selalu memastikan pemain memiliki vaksinasi yang diperlukan sebelum meninggalkan, meski tetap ada risiko terpapar penyakit. “Kami pernah mengalami situasi di mana seorang pemain kembali dari AFCON dan terserang malaria. Itu mungkin jarang, tetapi kami selalu memantau dengan cermat,” ujarnya.
Menjaga Rutin dan Dukungan Mental
Kembali ke rutinitas klub juga penting untuk kondisi mental pemain. Michael Caulfield, seorang psikolog olahraga, menyatakan bahwa pemain sangat menghargai stabilitas dan rutinitas. Klub perlu memperhatikan bagaimana pengalaman pemain di turnamen bisa memengaruhi suasana hati mereka saat kembali.
“AFCON adalah turnamen yang sangat penting bagi para pemain. Merayakan keberhasilan atau memberikan dukungan saat mereka kembali adalah hal yang diperlukan,” kata Caulfield.
Kesimpulan
Pemain yang kembali dari AFCON akan segera diintegrasikan ke dalam rutinitas latihan dan diskusi tim. Dengan dukungan dari staf dan komunikasi yang baik, mereka diharapkan bisa cepat kembali ke performa terbaiknya. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara klub dan tim nasional dalam mendukung pemain.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment