Arsenal Siap Jalani Laga Penentu di Final Liga Champions
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berpose dengan trofi Premier League 2025/2026.
Foto: ADRIAN DENNIS / AFP
Arsenal akan menjalani laga krusial di final Liga Champions pada Minggu pagi (WIB), menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam usaha meraih trofi pertama yang bakal mengukuhkan kebangkitan klub di bawah arahan Mikel Arteta.
Tim asal London ini baru saja meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun, menandai akhir dari stigma ‘hampir juara’ yang melekat pada Arteta selama ini.
Mencari Trofi Bergengsi
Dengan tekanan untuk meraih gelar Premier League yang kini sirna, mereka berambisi menambah koleksi trofi dengan memenangkan pertandingan yang akan melampaui pencapaian legenda Arsene Wenger pada 2003-04.
Arsenal akan berhadapan dengan tantangan sulit di Budapest melawan PSG yang merupakan tim campuran antara keindahan bermain, kecerdasan, dan kerja keras di bawah asuhan Luis Enrique.
Sama seperti pada tahun 2006 ketika mereka kalah dari Barcelona di final, Arsenal kali ini akan bertindak sebagai underdog.
Akan tetapi, Arsenal memiliki rekam jejak di panggung terbesar yang patut diperhitungkan. Meskipun mereka cenderung mengandalkan stabilitas pertahanan dan set piece, semi final kini menjadi kebanggaan baru dengan lagu ‘1-0 untuk Arsenal’ digaungkan kembali.
Defensif yang Kuat
Arsenal berhasil mencatatkan delapan kemenangan dengan skor 1-0 di Premier League dan menjaga 19 clean sheets, sementara di Liga Champions, mereka tercatat sebagai tim dengan jumlah clean sheets terbanyak, sembilan kali, serta hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan tak terkalahkan.
PSG memang cukup menghibur bagi para penggemar sepak bola, namun Arsenal tetap berkomitmen pada pendekatan pragmatis yang telah terbukti efektif.
“Gol pertama akan sangat krusial,” ungkap mantan pemain Arsenal, Paul Merson, saat membahas final ini.
“PSG akan khawatir jika tertinggal 1-0 dari Arsenal, karena mereka tahu situasi akan semakin sulit bagi mereka.”
Marquinhos dari PSG mengangkat trofi setelah final Liga Champions melawan Inter Milan.
Foto: Marco Bertorello / AFP
Perjalanan Menuju Final
Kekalahan 2-1 dari Barcelona pada 2006 diikuti dengan pencapaian semifinal tiga tahun kemudian. Namun, Arsenal sempat terlintas sebagai tim yang hanya sekadar melengkapi peserta Liga Champions dengan tujuh kali tersingkir di babak 16 besar secara berturut-turut sebelum menghilangnya mereka dari kompetisi selama lima musim.
Sejak Mikel Arteta kembali ke klub sebagai manajer pada 2019, Arsenal perlahan-lahan menemukan kembali posisinya di pentas Eropa. Dua tahun lalu, mereka kalah tipis dari Bayern Munich di perempat final, sebelum mencapai semifinal musim lalu, di mana mereka kembali terpaksa tunduk oleh PSG di dua leg yang ketat.
Arteta merasa ada ketidakpuasan mendalam pasca kekalahan itu, dan ia percaya bahwa pengalaman itu akan membuat timnya semakin berambisi menaklukkan Eropa.
Kini, mereka memiliki kesempatan untuk menuntaskan perjalanan dari ‘tim biasa’ menjadi juara Eropa.
(PL/GN)
sumber : www.rnz.co.nz
Leave a comment