Wawancara Eksklusif: Cauley Woodrow Bicara Tentang Karir dan Ambisi Bersama Wycombe
Dalam wawancara eksklusif, Cauley Woodrow, mantan striker Fulham dan Luton yang kini bermain untuk Wycombe, berbagi kisah perjalanan karirnya di Premier League serta ambisi playoff musim ini.
Debut di Premier League
Woodrow, yang kini berusia 31 tahun, pertama kali menembus tim utama Fulham dan menjalani debut di Premier League pada tahun 2014. Dia bergabung dengan Fulham dari Luton saat usia 16 tahun, lalu dipinjamkan ke Southend pada awal musim 2013/14, sebelum akhirnya kembali ke Fulham.
Tak lama setelah kembali, Woodrow sukses mencetak gol pertama di Premier League dalam pertandingan melawan Crystal Palace pada hari terakhir musim tersebut.
“Sebagai seorang anak, seluruh impian saya adalah bermain di level tertinggi,” kenangnya. “Mendapatkan kesempatan bermain di Premier League untuk Fulham adalah pengalaman yang tak terlupakan.”
Kembalinya ke Premier League
Setelah Fulham terdegradasi, Woodrow menjelajahi banyak pengalaman di Championship dan menjalani masa pinjaman di Burton Albion dan Bristol City. Performanya yang cemerlang bersama Barnsley, mencetak 53 gol dalam 157 penampilan, membawanya kembali ke Luton yang kini berlaga di Championship.
Bersama Luton, dia menjadi bagian penting dalam promosi klub melalui playoff dan berjuang melawan degradasi di Premier League.
“Setelah melewati semua itu, saya bersyukur bisa kembali ke Premier League, terutama setelah sepuluh tahun berlalu.”
Pengalaman bersama Rob Edwards
Selama berkarir di Luton, Woodrow bekerja sama dengan Rob Edwards yang berhasil membawa tim promosi ke liga atas. Namun, setelah periode tersebut, Edwards meninggalkan klub dan Luton kembali terdegradasi.
Kini, Edwards telah kembali ke Premier League bersama Wolves, dan Woodrow memberikan dukungannya.
“Edwards adalah manajer yang luar biasa dan saya berharap dia bisa sukses di Wolves,” ungkap Woodrow.
Ambisi Bersama Wycombe
Saat ini, Woodrow sedang dipinjamkan ke Wycombe, klub yang berada dalam liga yang sama dengan klub induknya, Luton. Kedua tim saat ini mengejar tempat di playoff.
Wycombe saat ini hanya tertinggal tiga poin dari posisi playoff dengan menyisakan 20 pertandingan. Woodrow merasa optimis dengan performa timnya sejauh ini.
“Saya sangat menikmati waktu di sini. Kami hanya butuh beberapa kemenangan untuk masuk ke playoff, dan kami memang bercita-cita kesana,” katanya.
Mencapai 100 Gol
Woodrow mengungkapkan ambisinya untuk mencapai 100 gol sebelum pensiun. Selain itu, dia tertarik untuk terjun ke dunia pembinaan setelah menyelesaikan lisensi kepelatihan.
“Saya merasa pengalaman saya bisa berguna untuk membantu pemain lain di masa depan,” ujarnya tentang cita-citanya di dunia pelatihan.
Tentunya, langkah Woodrow di Wycombe serta ambisinya untuk mencapai 100 gol akan menjadi perhatian tersendiri di sisa musim ini. Dengan banyaknya pengalaman dan kesempatan yang ada, dia berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan untuk timnya.
(PL/GN)
sumber : www.flashscore.com
Leave a comment