Home Sepakbola Inggris Premier League De Zerbi: Taktik itu penting, tapi keyakinan pemain juga kunci Spurs!
Premier League

De Zerbi: Taktik itu penting, tapi keyakinan pemain juga kunci Spurs!

Share
Share

Tottenham Berjuang di Tengah Krisis: Masalah Mental Jadi Sorotan Utama

Tottenham Hotspur, yang baru saja meraih trofi Eropa sepuluh bulan lalu dan menduduki peringkat kesembilan sebagai klub terkaya di dunia, kini mendapati dirinya terpuruk di zona degradasi Premier League dengan enam pertandingan tersisa. Setelah 32 pertandingan, Spurs hanya mengumpulkan 30 poin dan berada di peringkat ke-18.

Kondisi Tim yang Memprihatinkan

Rentetan hasil buruk, yakni 14 laga tanpa kemenangan dan hanya mampu meraih lima poin dari 42 yang tersedia, menempatkan Spurs di ambang degradasi. Roberto De Zerbi, yang menjadi manajer keempat dalam kurun waktu satu tahun, kini dihadapkan pada tantangan besar yang terasa lebih sebagai langkah terakhir ketimbang misi penyelamatan.

Performa Spurs tidak jatuh mendalam secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari keruntuhan yang terjadi secara perlahan. Dari hal manajerial hingga performa di lapangan, serangkaian keputusan buruk serta kurangnya perhatian jangka panjang membuat tim ini kehilangan arah dan semangat.

Fokus kepada Masalah Mental

De Zerbi dengan cepat mengidentifikasi fokus masalah timnya. Ia menjelaskan, “Mereka tidak perlu meningkatkan permainan, mereka bisa bermain lebih baik dan akan bermain lebih baik ketika mencapai tingkat kepercayaan diri yang berbeda.” Ini menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada mental pemain. Namun, kekhawatiran adalah apakah kerentanan ini sudah terlalu dalam untuk ditebus. Bukti menunjukkan bahwa membangun kepercayaan diri di antara pemain ini akan sulit tetapi bukan tidak mungkin.

Fans Tottenham mengenal karakter De Zerbi yang emosional dan penuh semangat. Dalam situasi yang sulit, seperti setelah kekalahan 1-0 dari Sunderland, De Zerbi menunjukkan sisi lain dari karakternya. Walau berbicara tentang pentingnya “karakter,” “semangat,” dan “keberanian,” timnya kerap terlihat tak mampu menciptakan peluang, dengan xG hanya 0.91 dalam pertandingan tersebut.

Baca juga:  Chelsea Hubungi Pelatih Klub Premier League!

Dampak Manajerial pada Tim

Keruntuhan Tottenham mudah untuk dipahami, lebih kepada masalah manajerial dan ketidakstabilan daripada kesalahan individu para pemain. Sejak kepergian Mauricio Pochettino pada 2019, Daniel Levy mencoba banyak manajer dengan berbagai pendekatan, tetapi itu semua hanya menghasilkan kurangnya identitas di tim. Mulai dari pemecatan José Mourinho sebelum final Piala Liga, hingga keputusan menyakitkan lainnya, Spurs terus berada dalam ketidakpastian.

Dalam 12 bulan terakhir, Ange Postecoglou membawa trofi pertama klub sejak 2008 dengan pendekatan bermain berisiko tinggi, namun dipecat hanya 16 hari kemudian. Thomas Frank dan Igor Tudor datang dengan pendekatan berbeda tetapi mengalami nasib yang sama. Ketidakstabilan ini membuat pemain kesulitan menerapkan strategi yang diperlukan.

Masalah Cedera yang Menghantui

Panjang deretan cedera pemain kunci seperti Dejan Kulusevski, James Maddison, dan Mohammed Kudus semakin memperburuk keadaan. Di samping itu, Spurs juga kesulitan mencari pengganti untuk kontribusi yang hilang dari pemain-pemain seperti Son Heung-min dan Harry Kane, yang semua telah pergi.

Dengan hanya mencetak 40 gol di liga musim ini, Spurs memiliki rekor terendah dalam hal xG. Usaha untuk memperkuat serangan juga berakhir memalukan, dengan kegagalan merekrut pemain seperti Eberechi Eze dan Morgan Gibbs-White.

Strategi De Zerbi dan Harapan Tim

Meskipun De Zerbi dikenal dengan strategi bermain yang berisiko, saat ini ia lebih fokus pada aspek psikologi pemain. Dalam persiapannya, ia menegaskan bahwa “bagian paling penting dalam sepak bola adalah aspek mental.” Ia berusaha membangkitkan kembali kepercayaan diri dan mengadopsi prinsip-prinsip yang pernah diterapkan oleh Postecoglou.

Satu-satunya harapan bagi Spurs adalah dengan meraih hasil positif di dua laga mendatang melawan Brighton di kandang dan Wolves di away. Kebangkitan semangat tim ini menjadi kunci untuk menghindari terdegradasi.

Baca juga:  Rasakan Sensasi Seru dari Setiap Pertandingan!

(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kieran McKenna Mundur dari Manajer, Ipswich Umumkan Kejutan Setelah Kembali ke EPL!

Kieran McKenna diumumkan mundur sebagai manajer Ipswich, menyisakan kejutan setelah klub kembali...

Mimpi Premier League Berakhir untuk Bintang Harambee Setelah Dilepas Klub Inggris

Mimpi bintang Harambee menggapai Premier League harus pupus setelah klub Inggris memutuskan...

Jadon Sancho Siap Pindah Liga Primer Usai Keluar dari Man Utd!

Jadon Sancho bersiap untuk melanjutkan kariernya di Liga Primer Inggris setelah meninggalkan...

Bintang Muda York Bergabung dengan Raksasa Liga Premier!

Bintang muda York resmi bergabung dengan raksasa Liga Premier, mengguncang pasar transfer...