Pembaruan Penghargaan Pemain Terbaik Premier League
Perlombaan untuk penghargaan pemain terbaik Premier League tahun ini menarik perhatian. Tidak ada kandidat yang jelas mendominasi.
Persaingan Ketat
Di musim-musim sebelumnya, biasanya terlihat jelas siapa yang menjadi bintang utama. Misalnya, Mohamed Salah yang memecahkan rekor di musim lalu atau nama-nama besar seperti Luis Suárez, Cristiano Ronaldo, dan Thierry Henry yang sangat unggul dibandingkan pesaingnya.
Tantangan Bagi Penggemar
Tahun ini, penggemar dihadapkan pada tantangan dalam memilih di antara para nominasi. Arsenal, favorit juara, memiliki tim yang seimbang tanpa satu bintang yang menonjol, sementara Erling Haaland dari Manchester City mengalami penurunan performa dibandingkan standar tingginya sendiri.
Kelayakan Para Nominator
Semua nominator layak menjadi pemenang, namun beberapa di antara mereka lebih layak dibanding yang lain.
Kriteria Peringkat
- Performa keseluruhan: Pertimbangan pertama adalah kualitas penampilan mereka sepanjang musim.
- Konsistensi: Tantangan di liga ini berlangsung selama 10 bulan dengan 38 pertandingan.
- Pentingnya di tim: Pemain tersebut harus bisa memberikan dampak yang signifikan bagi timnya.
Siapa yang Harus Menjadi Pemain Terbaik Premier League Musim 2025–26?
8. Erling Haaland (Man City)
Penampilan: 34
Gol: 26
Assist: 8
Haaland menjadi korban dari kesuksesannya sendiri. Meskipun mencetak 26 gol liga, ini adalah angka terendahnya dalam empat musim Premier League terakhir. Dia menyadari ekspektasi yang tinggi: “Orang lebih terkejut ketika saya tidak mencetak gol.” Rasa kaget itu mungkin berkurang setelah periode Natal, di mana Haaland hanya menceploskan satu gol non-Premier League dalam 13 pertandingan.
7. David Raya (Arsenal)
Penampilan: 36
Kemenangan: 24
Clean Sheets: 18
Raya menguji kriteria penghargaan ini, yang idealnya berfokus pada performa di Premier League. Meskipun ia tampil cemerlang di Liga Champions, konsistensinya di liga domestik kurang mencolok.
6. Morgan Gibbs-White (Nottingham Forest)
Penampilan: 35
Gol: 13
Assist: 4
Sejak awal tahun, Gibbs-White menunjukkan performa terbaiknya dengan sembilan gol non-penalti. Namun, penilaian harus mencakup keseluruhan musim.
5. Igor Thiago (Brentford)
Penampilan: 36
Gol: 22
Assist: 1
Thiago telah menunjukkan performa luar biasa, menjadi pencetak gol terbanyak keempat di liga Eropa teratas setelah Mbappé, Kane, dan Haaland.
4. Gabriel (Arsenal)
Penampilan: 30
Gol: 3
Clean Sheets: 16
Gabriel menunjukkan kekuatan Arsenal dalam bertahan dan dominasi dalam situasi bola mati.
3. Antoine Semenyo (Bournemouth/Man City)
Penampilan: 35
Gol: 16
Assist: 4
Semenyo menunjukkan performa gemilang sebelum pindah ke City, di mana ia cepat memberi dampak meski Bournemouth berhasil tanpa kehadirannya.
2. Bruno Fernandes (Man Utd)
Penampilan: 33
Gol: 8
Assist: 19
Fernandes adalah pemain terbaik United, menciptakan 124 peluang, jauh lebih banyak dari pemain lainnya.
1. Declan Rice (Arsenal)
Penampilan: 35
Gol: 4
Assist: 5
Rice adalah pemain terpenting bagi timnya dan menjadi pilar utama di lini tengah. Konsistensinya menjadikannya calon kuat pemegang penghargaan ini.
Dampak Bagi Tim
Penghargaan ini tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap reputasi tim di Premier League. Siapa pun yang meraih penghargaan ini, akan membawa dampak besar tidak hanya kepada diri mereka sendiri tetapi juga kepada tim yang mereka bela.
(PL/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment