Deductions and Financial Regulations in Football
Dalam konteks pengelolaan keuangan klub sepak bola, kini terdapat aturan baru mengenai pengurangan poin yang didasarkan pada tingkat pengeluaran yang melebihi batas. Aturan ini diterapkan dalam Financial Fair Play (FFP) yang ditetapkan oleh Premier League.
Aturan Pengurangan Poin
Jika sebuah klub melebihi batas pengeluaran sebesar £39 juta, maka akan dikenakan pengurangan poin. Pengurangan ini dimulai dari:
- Tiga poin untuk pengeluaran di bawah £2 juta.
- Empat poin untuk pengeluaran antara £2 juta hingga £4 juta.
- Lima poin untuk pengeluaran antara £4 juta hingga £6 juta.
- Enam poin untuk pengeluaran antara £6 juta hingga £8 juta.
Klub dapat mengajukan pengembalian satu atau dua poin jika laporan keuangan menunjukkan tren positif, tetapi hal ini tampaknya tidak akan berlaku bagi Hull City.
Konteks Kasus Hull City
Hull berpendapat bahwa pengeluaran ini bukan disebabkan oleh overspending operasional yang biasa, melainkan akibat bonus promosi yang diterima. Namun, argumen ini mungkin tidak cukup kuat, seperti yang dialami oleh Nottingham Forest pada tahun 2024, yang dikenakan pengurangan empat poin karena dianggap menguntungkan secara olahraga dari pembayaran kepada pemain.
Preseden Leicester City
Leicester City menjadi contoh bagi Hull untuk menghadapi pengurangan poin di liga utama. Pada tahun 2024, Leicester berhasil menghindari sanksi dengan alasan bahwa Premier League tidak memiliki kewenangan. Namun, langkah ini memicu perubahan aturan, sehingga kedua kompetisi saling memasukkan klausul timbal balik dalam regulasi mereka.
Kerja Sama Antarleagues
Kerja sama antar liga ini diperlihatkan pada bulan Februari lalu, ketika Premier League mengambil tindakan terhadap Leicester terkait overspending hingga musim 2024-25. EFL setuju untuk menerapkan penalti enam poin di Championship, yang akhirnya menyebabkan Leicester terdegradasi.
Perubahan Sistem Pengaturan
Mulai 1 Juli, sistem Financial Sustainability yang dikenal dengan nama Squad Cost Ratio (SCR) akan menggantikan PSR. Berbeda dengan penilaian kerugian dalam periode tiga tahun, SCR memungkinkan klub untuk mengeluarkan 85% dari pendapatan yang mereka hasilkan untuk belanja skuad, dan akan dievaluasi setiap tahun.
Dampak pada Klub
Perubahan aturan ini diharapkan dapat menciptakan pengelolaan keuangan yang lebih baik di kalangan klub-klub sepak bola. Namun, bagi klub seperti Hull City, masalah overspending ini menjadi tantangan yang harus mereka hadapi dalam upaya untuk tetap bersaing di liga.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment